Rangkuman Berita Timteng Rabu 9 Agustus 2017

masjid al-aqsaJakarta, ICMES: Mantan Menteri Keadilan Israel Yossi Beilin menyatakan tidak ada satupun negara di dunia mengakui kedaulatan rezim Zionis ini atas Masjid al-Aqsa.

Seorang pejabat Amerika Serikart (AS) menyatakan bahwa pesawat nirawak milik Iran nyaris bertabrakan dengan jet tempur F-18 Super Hornet milik Angkatan Laut AS.

Perdana Menteri Irak Haeder Abadi menegaskan bahwa pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) tidak boleh melancarkan operasi dan serangan udara di dalam wilayah Irak tanpa persetujuan dari Baghdad.

Israel mengklaim bahwa sebuah rudal telah diluncurkan dari kota Gaza ke sebuah kawasan pantai kota Ashkelon, Israel.

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menyatakan bahwa Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) telah menyetujui pembukaan jalur udara untuk Qatar Airways yang diboikot oleh Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir.

Berita selengkapnya;

Tak Ada Negara Mengakui Kedaulatan Israel Atas Masjid al-Aqsa

Mantan Menteri Keadilan Israel Yossi Beilin menyatakan tidak ada satupun negara di dunia mengakui kedaulatan rezim Zionis ini atas Masjid al-Aqsa.

“Pelajaran yang dapat diambil dari krisis Masjid al-Aqsa ialah kita dapat mengurangi kesalahan di masa mendatang dan kita harus menerima bahwa tak ada satupun negara di dunia mengakui kedaulatan Israel atas Masjid al-Aqsa,” ungkap Beilin dalam sebuah artikelnya yang dimuat Israel Today, Selasa (8/8/2017).

Dia menyebutkan bahwa tindakan Israel memasang peralatan elektronik, termasuk pemindai logam, di gerbang al-Aqsa, telah membuat Tel Aviv harus membayar kesalahan strategisnya ini.

“Hubungan diplomatik dengan Yordania sampai sekarang belum kembali ke jalurnya semula, sementara otoritas Palestina belum memulai kerjasama keamanannya dengan Tel Aviv. Raja Abdullah II dari Yordania telah berkunjung ke Ramallah dan mengadakan pembicaraan dengan ketua otoritas Palestina Mahmoud Abbas karena Tel Aviv melarang Abbas keluar,” terang Beilin.

Dia menambahkan bahwa negara-negara Arab yang diam-diam menjalin hubungan dengan Israelpun tidak berada dalam posisi yang dapat diharapkan mendukung Israel dalam krisis tersebut.

Kota al-Quds (Yerussalem) yang diduduki Israel beberapa pekan lalu diwarnai ketegangan menyusul tindakan Israel memasang alat pemindai logam dan CCTV di gerbang-gerbang al-Aqsa, tapi kemudian membongkarnya setelah mendapat tekanan dari bangsa Palestina dan khalayak internasional, terutama umat Islam.

Raja Abdullah II dari Yordania usai pertemuan dengan Mahmoud Abbas di Ramallah, Senin (7/8/2017), mengingatkan Israel bahaya upaya mengubah status sejarah al-Quds, dan mengimbau Tel Aviv supaya menjaga status al-Quds seperti semula dan tidak mengusik tempat-tempat suci. (irna)

Nirawak Iran Nyaris Bertabrakan Dengan Jet Tempur F-18 AS

Seorang pejabat Amerika Serikart (AS) menyatakan bahwa pesawat nirawak milik Iran nyaris bertabrakan dengan jet tempur F-18 Super Hornet milik Angkatan Laut AS.

Kepada Fox News pejabat anonim AS itu mengklaim bahwa pesawat nirawak Iran itu juga hampir mendarat ke dek kapal induk USS Nimitz yang baru tiba di Teluk Persia.

Peristiwa ini tercatat sebagai pertama kalinya pesawat nirawak Iran menghadang jet tempur AS.

Pejabat itu menyebutkan bahwa pesawat F-18 milk AS terpaksa melakukan manuver berulang kali untuk menghindari tabrakan dengan nirawak Iran jenis Qom-1 yang melakukan “tak aman dan tak profesional.”

Dijelaskan bahwa nirawak Qom-1 berada 100 kaki di bawah dan 200 kaki di sisi pesawat  F-18 serta berpola pendaratan beberapa ribu kaki dari dek kapal menunggu untuk mendarat.

Belum ada komentar dari pihak Iran terhadap klaim AS tersebut. (rayalyoum/cnn)

Abadi: AS Dilarang Beroperasi Militer Di Irak Tanpa Persetujuan Baghdad

Perdana Menteri Irak Haeder Abadi, Selasa (8/8/2017), menegaskan bahwa pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) tidak boleh melancarkan operasi dan serangan udara di dalam wilayah Irak tanpa persetujuan dari Baghdad.

Hal ini dia tegaskan menyusul peristiwa serangan jet tempur AS Senin lalu terhadap posisi Batalyon Sayyid al-Syuhada, bagian dari pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, di wilayah perbatasan Irak-Suriah yang mengakibatkan sekira 35 orang terbunuh dan puluhan lainnya luka-luka.

Terkait dengan peristiwa ini AS mengaku salah sasaran kerena mengira batalyon itu adalah kawanan teroris ISIS, namun pihak al-Hashd al-Shaabi menolak klaim tersebut dan menuntut pertanggungjawaban AS.

Abadi mengingatkan bahwa al-Hashd al-Shaabi bukanlah kelompok milisi, melainkan merupakan pasukan relawan yang telah dilembagakan dalam berbagai brigade yang semuanya beroperasi di wilayah Irak sendiri dan tak ada yang menjalankan misi di luar Irak.

Lebih lanjut, PM Irak mengaku telah menyetujui perencanaan yang telah dibuat oleh pasukannya untuk membebaskan beberapa kawasan yang masih diduduki kelompok teroris ISIS.

Laporan lain dari Irak menyebutkan bahwa pengadilan Irak telah menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap sebanyak 27 orang yang terlibat dalam tragedi pembunuhan massal ISIS terhadap lebih dari 1700 calon perwira di pangkalan udara Speicher, Tikrit, pada tahun 2014.

Pengadilan Irak juga telah memvonis mati 40 orang pada Februari 2016  dan 35 orang lainnya pada Februari 2017  karena mereka terbukti terlibat dalam tragedi mengerikan tersebut. (irna/fna)

Israel Kabarkan Serangan Roket Dari Gaza Ke Ashkelon

Israel mengklaim bahwa sebuah rudal telah diluncurkan dari kota Gaza ke sebuah kawasan pantai kota Ashkelon, Israel alias wilayah pendudukan Palestina 1948, Selasa malam waktu setempat (8/8/2017).

Pasukan Pertahanan Israel , IDF, mengonfirmasi adanya serangan tersebut tersebut sembari menyebutkan bahwa rudal itu jatuh di ruang terbuka sehingga tidak menimbulkan korban manusia maupun kerugian materi.

Juru bicara dewan regional Hof Ashkelon mengatakan sirine dibunyikan di kawasan pedesaan Zikim dan Carmia akibat serangan tersebut, sementara pasukan militer segera diberangkatkan ke lokasi jatuhnya rudal untuk melakukan pemeriksaan.

Selain itu, sebagaimana dilaporkan media Palestina, Angkatan Udara Israel telah menyerang artileri yang dianggap sebagai sumber serangan rudal tersebut di bagian utara Jalur Gaza.

Israel berulang kali melancarkan serangan udara dan artileri ke berbagai kawasan sipil di Jalur Gaza dengan dalih membalas serangan rudal militan Palestina dari wilayah ini.

Israel mengoperasikan sistem penangkis rudal Kubah Besi di sejumlah kawasan strategis, termasuk Ashkelon di bagian barat Negev, namun  sebagian rudal ternyata masih dapat menembus wilayah Israel. (jerussalempost/alalam)

Bahrain dan UEA Buka Zona Udara Untuk Penerbangan Qatar

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), Selasa (8/8/2017), menyatakan bahwa Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) telah menyetujui pembukaan jalur udara untuk Qatar Airways yang diboikot oleh Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir sejak 5 Juni lalu.

Juru bicara ICAO yang berbasis di Montreal, Anthony Philbin, menjelaskan bahwa jalur udara yang dibuka itu mencukup semua jalur yang ada, termasuk rute-rute baru “temporal maupun kontingensi” untuk Qatar Airways.

Menurutnya, sejak 5 Juni lalu ICAO telah menghubungi sejumlah negara di Timteng untuk mencapai kesepakatan mengenai akses zona udara bagi pesawat Qatar yang sudah terdaftar.

Arab Saudi, Bahrain, UEA, dan Mesir memutus hubungan diplomatik dan transportasi dengan Qatar sejak lebih dari dua bulan lalu dengan dalih sanksi atas dukungan Qatar kepada terorisme. Dampak pertama tindakan ini ialah keterlantaran banyak penumpang dan turunnya tarif Qatar Airways.

Menteri Transportasi Qatar Jassim Saif Ahmed Al-Sulaiti bulan lalu mengatakan blokade tersebut telah menelan keuntungan Qatar Airways akibat mahalnya penempuhan rute memutar di sekitar wilayah udara yang ditutup.

Philbin mengatakan bahwa ICAO, Qatar, Bahrain dan UEA memantau langkah-langkah pengelolaan lalu lintas udara dan bisa mereka akan mengalami perubahan lebih lanjut di masa mendatang, jika diperlukan, dengan kesepakatan bersama. (financialpost)