Rangkuman Berita Timteng Rabu 4 Oktober 2017

menhan israel avigdor liebermanJakarta, ICMES:  Pertahanan Israel Avigdor Lieberman, Selasa (3/10/2017),menyebut Presiden Suriah Bashar Assad sebagai pemenang perang di negaranya.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) James Mattis, Selasa (3/10/2017), menyatakan bahwa perjanjian nuklir Iran bermanfaat bagi AS.

Pemerintah Teheran mengungkapkan “simpati kepada rakyat” Amerika Serikat (AS) atas tragedi penembakan yang menjatuhkan puluhan korban jiwa dan ratusan korban luka di Las Vegas, AS.

Berita selengkapnya;

Menhan Israel: Assad Menang Perang, Dunia Berbaris Mendekatinya

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman, Selasa (3/10/2017),menyebut Presiden Suriah Bashar Assad sebagai pemenang perang di negaranya, dan mendesak Amerika Serikat (AS) agar mencermati keberhasilan Iran dan Hizbullah Lebanon eksis di Suriah.

Pernyataan Lieberman juga menandai keprihatinan negara Zionis ini karena para petinggi Tel Aviv pada awal perang Suriah pada tahun 2011 sampai pertengahan 2015 menduga Assad akan kehilangan kendali dan terguling.

“Saya melihat antrian internasional yang panjang berbaris untuk merayu Assad, termasuk negara-negara Barat, termasuk Sunni moderat. Tiba-tiba semua orang ingin mendekati Assad. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Karena Assad menang, semua orang antri… Saya tidak ingat ada perang sedemikian parah menumpahkan darah rakyat pasca Perang Dunia II, tapi al-Assad malah keluar sebagai pemenang perang,” katanya kepada situs berita Israel Walla.

Dia menambahkan, “Kami ada di front utara berhadap dengan Rusia dan Iran, juga dengan Turki dan Hizbullah. Kondisi ini tidak sederhana, dan kami berinteraksi dengannya sehari-hari… Ini memerlukan pengerahanupaya 24 jam selama tujuh hari dalam satu minggu… Banyak tantangan yang dihadapi Washington, tapi yang perlu diperhatikan ialah bahwa setiap kali ada upaya AS kondisi selalu membaik bagi negara Israel.”

Pada akhir tahun 2015 Rusia membantu Assad mengubah arus dengan sebuah intervensi militer dan mengerahkan pasukannya di lapangan bersama musuh terkuat Israel, Iran dan Hizbullah Lebanon yang berlawanan dengan pemberontak Suriah. (reuters/rayalyoum)

Kontras Dengan Presidennya, Menhan AS Minta Perjanjian Nuklir Iran Dipertahankan

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) James Mattis, Selasa (3/10/2017), menyatakan bahwa perjanjian nuklir Iran bermanfaat bagi AS. Pernyataan ini kembali menunjukkan sikapnya yang berseberangan dengan sikap Presiden AS Donald Trump yang menyebut perjanjian Iran dengan enam negara terkemuka dunia ini “aib” bagi AS.

“Ya, saya meyakini demikian,” katanya saat menjawab pertanyaan seorang anggota Majelis Senat AS apakah dia meyakini “interes nasional AS sekarang menuntut bertahannya perjanjian nuklir dengan Iran.”

Sebelumnya ketika menjawab pertanyaan serupa Mattis memberikan pernyataan yang berbelit.

“Jika kita dapat memastikan bahwa Iran menghormati perjanjian, dan jika dapat menyimpulkan bahwa ini bermanfaat bagi kita maka tentu kita harus mempertahankannya. Saya dewasa ini berkeyakinan tidak ada pertanda apapun yang menyalahi hal (kebermanfaatan bagi AS) itu. Ini merupakan sesuatu di mana Presiden patut mempertimbangkan upaya menjaganya,” ungkapnya saat itu.

UU AS mengharuskan presiden menyampaikan laporan setiap 90 hari kepada Kongres apakah Iran mematuhi perjanjian tersebut dan apakah pencabutan sanksi terhadap Iran menjamin kepentingan nasional AS.

Sejauh ini Trump masih mengakui perjanjian nuklir Iran, tapi keputusan finalnya tentang ini akan diambil pada 15 Oktober mendatang.

Perjanjian ini telah diteken oleh Iran dengan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB (AS, Rusia, Inggris, Perancis, dan Cina) plus Jerman pada tahun 2015 untuk menjamin status damai program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi Barat terhadap negara republik Islam ini. (rayalyoum)

Iran Nyatakan “Bersimpati” Kepada Rakyat AS Atas Tragedi Las Vegas

Pemerintah Teheran mengungkapkan “simpati kepada rakyat” Amerika Serikat (AS) atas tragedi penembakan yang menjatuhkan puluhan korban jiwa dan ratusan korban luka di Las Vegas, AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Behram Qasemi dalam statemennya, Selasa (3/10/2017), mengatakan bahwa Iran, “bersimpati kepada rakyat (AS) dan keluarga korban kejahatan yang tak manusiawi ini.”

Hubungan diplomatik antara Iran dan AS terputus sejak lebih dari 37 tahun silam, dan belakangan ini memburuk bersamaan dengan pelantikan Donald Trump sebagai presiden AS setelah hubungan keduanya relatif membaik pada masa kepresidenan Barack Obama (2013 – 2017) di AS.

Sikap Iran terkait dengan aksi penembakan di Las Vegas itu kontras dengan sikap Trump saat berkomentar mengenai serangan teror di Teheran, ibu kota Iran, yang menjatuhkan 17 korban jiwa pada Juni lalu. Saat itu dia malah menuding Iran pendukung terorisme dengan mengatakan, “Negara-negara pendukung teroris terancam menjadi korban kejahatan yang mereka dukung.”

Menteri Luar Negeri Iran lantas menanggapinya dengan menyebutkan pernyataan Trump itu “menjijikkan.”

Selasa kemarin korban tewas aksi penembakan di Las Vegas, AS, yang terjadi Minggu lalu bertambah menjadi 59 orang, sementara korban luka menjadi 527 orang. Serangan ini dilakukan oleh seorang pria berusia 64 tahun dengan menggunakan beberapa senapan otomatis terhadap kerumunan orang di lokasi festival musik.

Pelaku bernama Stephen Paddock itu memuntahkan peluru dari jendela kamar hotel di tingkat ke-32, sebelum akhirnya dia bunuh diri. (rayalyoum/reuters)

Rusia: 60 Kombatan al-Nusra Tewas, al-Golani Kehilangan Tangan

Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa sekira 60 kombatan kelompok teroris Fath al-Sham  alias Jabhat al-Nusra tewas, dan pemimpinnya, Abu Mohammad al-Golani, menderita luka parah di Suriah.

Juru bicara Kemhan Rusia Igor Konashenkov dalam statemennya Rabu (4/10/2017) menjelaskan bahwa intelijen militer negara ini kemarin telah mengungkap tempat dan waktu pertemuan para petinggi al-Nusra yang dihadiri oleh al-Golani.

Jet tempur Su-34 dan Su-35 lantas menggempur tempat pertemuan itu dan menyebabkan 12 pemimpin al-Nusra dan 50 anggota yang menjaga tewas, sementara belasan lainnya luka-luka, termasuk al-Golani.

“Pemimpin al-Nusra menderita luka parah dan kehilangan tangannya akibat pecahan peluru, dan sejumlah sumber independen menyebutkan bahwa kondisinya kritis,” ungkap Konashenkov.

Dia bagian akhir statemennya dia menyatakan, “Kemhan Rusia akan terus melancarkan operasi-operasi khusus untuk menghabisi para teroris yang terlibat dalam serangan terhadap tentara Rusia di Suriah.”

Statemen ini mengemuka beberapa hari setelah aliansi Hayat Tahrir Sham yang terkait dengan al-Qaeda dan komponen utamanya adalah Jabhat al-Nusra mengumumkan al-Golani sebagai pemimpin besar Hayat Tahrir Sham yang menguasai sebagian besar wilayah provinsi Idlib, Suriah. (rayalyoum)