Rangkuman Berita Timteng Rabu 30 Agustus 2017

hrwJakarta, ICMES: Lembaga Human Right Wathc (HRW) dan 56 lembaga swadaya masyarakat (LSM) mendesak Dewan HAM PBB agar melakukan penyelidikan internasional secara independen terhadap berbagai pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Arab Saudi dan sekutunya di Yaman.

Juru bicara pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Ahmad al-Asadi, menyatakan bahwa jumlah kawanan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang telah direlokasi di bawah pengawasan tentara Suriah ke kota Abu Kamal di wilayah perbatasan Suriah-Irak hampir 700 orang.

Lebih dari 350 anggota kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah menyerahkan diri kepada pasukan Kurdistan Irak Peshmerga.

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani menegaskan negaranya menghendaki hubungan yang baik dengan semua negara kawasan sekitarnya, termasuk Arab Saudi.

Berita selengkapnya;

HRW Dan 56 Organisasi Lain Serukan Penyelidikan Terhadap Kejahatan Saudi Di Yaman

Lembaga Human Right Wathc (HRW) dan 56 lembaga swadaya masyarakat (LSM) peduli HAM lain, termasuk lokal dan internasional, mendesak negara-negara anggota Dewan HAM PBB agar melakukan penyelidikan internasional secara independen terhadap berbagai pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Arab Saudi dan sekutunya di Yaman.

Melalui sebuah surat bersama mereka juga mengecam Dewan HAM PBB karena menyerah lagi kepada tekanan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi yang menyerang Yaman.

Direktur Advokasi HRW John Fisher di Jenewa, Swiss, menilai Dewan HAM PBB telah dua kali ini menyerah kepada koalisi pimpinan Saudi sehingga tidak mengambil sikap awal terhadap kejahatan perang yang terjadi berulang-ulang di Yaman. Karena itu, dia mengimbau Dewan HAM PBB untuk tidak merunduk di depan tekanan politik dalam sidang dewan ini pada September mendatang.

Dewan HAM PBB dalam dua tahun ini gagal mengadakan penyelidikan internasional dan selama ini hanya mendukung kegiatan yang ternyata gagal menjamin adanya penyelidikan secara independen dan transparan, sementara koalisi pimpinan Saudi selalu berusaha menghindari adanya penyelidikan ini.

HRW dan puluhan LSM lain tersebut meminta supaya dilakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta pelanggaran HAM, menghimpun dokumen, dan meminta pertanggungjawab atas pelanggaran demi penuntasan masalah ini dalam jangka panjang.

Dalam surat itu mereka mencatat sejumlah pelanggaran koalisi pimpinan Saudi dalam serangan udara yang sebagian di antaranya bahkan menjurus pada kejahatan perang. Disebutkan pula bahwa koalisi telah melakukan berbagai bentuk gangguan, penangkapan, dan pengusiran secara paksa terhadap para aktivis serta menggunakan senjata-senjata terlarang yang dampaknya bisa jadi akan berkelanjutan pasca konflik.

Pasukan koalisi pimpinan Saudi telah berulangkali melakukan serangan udara yang menewaskan banyak warga sipil Yaman. Aksi terbaru mereka terjadi Rabu pekan lalu di kawasan Arhab di utara Sanaa, ibu kota Yaman, yang menewaskan sedikitnya 51 warga sipil dan melukai 70 lainnya. Selain itu mereka juga melakukan kejahatan serupa di kawasan Faj Atan, Sanaa, hingga menjatuhkan puluhan korban tewas dan luka. (alalam)

Relawan Irak Ungkap Jumlah Kawanan ISIS Yang Direlokasi Ke Abu Kamal

Juru bicara pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Ahmad al-Asadi, menyatakan bahwa jumlah kawanan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang telah direlokasi di bawah pengawasan tentara Suriah ke kota Abu Kamal di wilayah perbatasan Suriah-Irak hampir 700 orang.

“Kita hanya perlu waktu beberapa jam saja untuk menumpas mereka,” ungkap al-Asadi, Selasa (29/8/2017).

Mengenai posisi geografis kota Abu Kamal, dia mengatakan, “Abu Kamal memang sudah ditempati oleh ISIS sebagaimana mereka juga ada di kawasan gurun Irak yang berhadapan dengan Abu Kamal. Kami akan menghabisi mereka dalam operasi mendatang, dan akan menutup sepenuhnya perbatasan Irak-Suriah.”

Dia menambahkan, “ Suriah menggunakan metode ini dalam negosiasi dan merelokasi kawanan bersenjata sejak dua tahun silam. Cara ini bukan hanya berkenaan dengan ISIS, melainkan juga kawanan bersenjata oposisi moderat.”

Dia memastikan bahwa pasukan Irak maupun pasukan Suriah akan mengepung dan kemudian menghabisi semua kawanan bersenjata ISIS di kawasan perbatasan.

Ratusan kombatan ISIS bersama keluarga mereka Senin lalu mulai direlokasi dari kawasan perbatasan Lebanon-Suriah ke kawasan timur Suriah setelah mereka menyerah dengan syarat relokasi dalam perang yang berlangsung selama satu minggu melawan tentara Suriah dan Hizbullah Lebanon di kawasan Qalamoun.

Dengan relokasi ini maka berakhirlah eksistensi ISIS di wilayah perbatasan Suriah-Lebanon sesuai misi Hizbullah dalam serangan hebatnya terhadap ISIS.  (alalam)

350-an Anggota ISIS Menyerah Kepada Pasukan Kurdi Peshmerga

Sebanyak lebih dari 350 anggota kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah menyerahkan diri kepada pasukan Kurdistan Irak Peshmerga di kawasan al-Uwainat yang berbatasan dengan distrik al-Iyadiah di barat kota Mosul, Irak utara.

Al-Alam Selasa (29/8/2017) melaporkan bahwa ratusan kawanan ISIS itu terpaksa menyerahkan diri kepada Peshmerga setelah mereka kabur dari kota Tal Afar yang digempur oleh pasukan Irak, dan  kemudian masuk ke kawasan yang dikuasai oleh Peshmerga.

Dalam sebuah rekaman video terlihat para anggota ISIS dari berbagai usia digelandang dan dijajar dengan posisi  duduk dan merunduk di sisi sebuah lapangan terbuka yang sebagian sisinya berpagar dinding.

“Semua ini adalah para DAESH (ISIS),” suara seorang anggota Peshmerga dalam rekaman itu.

Sementara itu, pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi berhasil mematahkan serangan ISIS di wilayah perbatasan Irak-Suriah Selasa sore kemarin.

Dalam peristiwa ini, al-Hashd al-Shaabi dapat menghabisi sejumlah anggota ISIS dan menghancurkan sejumlah mobil yang mereka kendarai untuk melancarkan serangan. Saat itu ISIS bermaksud melancarkan serangan balasan atas kekalahannya di kota Tal Afar. (alalam)

Rouhani: Adanya Jemaah Haji Iran Pertanda Baik Dalam Penyelasaian Krisis Iran-Saudi

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani menegaskan negaranya menghendaki hubungan yang baik dengan semua negara kawasan sekitarnya, termasuk Arab Saudi.

“Kami menghendaki hubungan persahabatan dengan negara-negara regional dan para jiran kami,” katanya dalam wawancara dengan TV resmi Iran, Selasa (29/8/2017).

Dia menyatakan bahwa yang dipersoalkan oleh Iran bukan negara Arab Saudi, melainkan politik campurtangan Riyadh selama ini di kawasan, terutama di Yaman.

“Sebagian orang melakukan perbuatan yang jauh dari moral di kawasan…  Problema kami bukan dengan Saudi, melainkan dengan politik-politik campurtangannya di sejumlah negara seperti Yaman. Problema kami dapat diselesaikan dengan dialog,” katanya.

Presiden Iran menambahkan, “Kepergian jemaah haji Iran tahun ini merupakan pertanda baik mekanisme penyelesaian problema di antara kami.” (rayalyoum)