Rangkuman Berita Timteng Rabu 23 Agustus 2017

bendera isis terbalikJakarta, ICMES: Perdana Menteri Irak Haeder Abadi memastikan kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) “sedang runtuh” di Tal Afar sehingga pasukan Irak mudah menjangkau pusat kota kecil ini dua hari setelah memulai operasi operasi pembebasan.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menepis pernyataan kontroversial Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan bahwa dua negara ini merencanakan operasi bersama anti Kurdi di Irak.

Situs berita al-Ahed, Selasa (22/8/2017), memuat analisa tentang prestasi militer baru Hizbullah di Suriah yang membuat Israel semakin gelisah membayangkan perang yang hampir pasti akan berkobar antara Hizbullah dan Israel di masa mendatang.

Berita selengkapnya;

PM Irak: ISIS Rontok Di Tal Afar, Kurdi Jangan Gelar Referendum

Perdana Menteri Irak Haeder Abadi memastikan kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) “sedang runtuh” di Tal Afar sehingga pasukan Irak mudah menjangkau pusat kota kecil ini dua hari setelah memulai operasi operasi pembebasan.

Dalam jumpa pers mingguannya usai memimpin rapat kabinet di Baghdad, Selasa (22/8/2017), dia mengatakan, “Di tengah keruntuhan teroris ISIS, pasukan militer terus bergerak menuju pusat Tal Afar setelah menyerbunya dari dua arah timur dan selatan.

Sebelumnya di hari yang sama pasukan Irak berhasil mencapai Tal Afar dan menguasai distrik al-Kafah Utara di bagian barat kota ini dan distrik al-Nur di bagian timurnya.

Mengenai rencana Kurdi untuk menyelenggarakan referendum disintegrasi, pada kesempatan yang sama Abadi mengatakan, “Pembicaraan dengan delegasi Kurdi tentang ini sepenuhnya blak-blakan, dan kami berbicara dengan mereka bertolak dari Irak yang satu, bukan yang terpecah belah.”

Dia menambahkan bahwa pihaknya cukup “menyerukan kepada para pemimpin Kurdi untuk berpikir serius menghindari keputusan disintegrasi.”

Delegasi Kurdi yang terdiri atas tujuh politisi datang ke Baghdad pekan lalu dan mengadakan beberapa pertemuan dengan para pemimpin tiga lembaga tinggi negara Irak serta para pemimpin partai dan para dubes negara-negara sahabat Irak.

Banyak pihak di Irak, termasuk di wilayah Kurdi sendiri, serta berbagai negara mengecam rencana referendum Kurdi Irak. Namun demikian, ketua wilayah otonomi Kurdi Irak Masoud Barzani kembali menegaskan komitmennya untuk tidak menunda penyelenggaraan referendum itu pada tanggal 25 September 2017.

Pemerintah Irak menolak tegas referendum itu dan menyebutnya bertentangan dengan konstitusi Irak tahun 2005 serta tidak bermaslahat bagi Kurdi. (rayalyoum)

IRGC Bantah Pernyataan Erdogan Soal Tindakan Bersama Terhadap Kurdi

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menepis pernyataan kontroversial Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan bahwa dua negara ini merencanakan operasi bersama anti Kurdi di Irak.

“Kami tidak merencanakan operasi apapun di luar wilayah Iran,” ungkap IRGC dalam statemennya yang dirilis oleh lembaga pemberitaan mahasiswa Iran, ISNA, Selasa (22/8/2017).

Meski demikian, IRGC juga menegaskan, “Akan tetapi, kami senantiasa siap menggunakan kekuatan untuk menghadapi pihak manapun yang berusaha menerobos wilayah Iran untuk melancarkan operasi teror atau menggoyang keamanan kami.”

Sebelumnya Erdogan mengatakan bahwa operasi kolektif Iran – Turku anti milisi Kurdi “senantiasa mengemuka.”

Media Turki Senin lalu melaporkan bahwa dalam kunjungan kepala staf gabungan angkatan bersenjata Iran Mayjen Mohammad Hossein Bagheri  ke Turki pada 17 Agustus lalu Teheran mengajukan “gagasan mengejutkan” kepada Ankara untuk melancarkan serangan kolektif terhadap pemberontak Kurdi di Irak utara.

Kunjungan kepala staf gabungan angkatan bersenjata Iran ke Ankara merupakan pertama kalinya sejak kemenangan revolusi Islam Iran pada tahun 1979 sehingga menjadi indikasi kuat membaiknya hubungan Iran dengan Turki yang selama ini sering bermasalah akibat krisis Suriah, sebab Turki mendukung pemberontakan terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad, sedangkan Iran membela al-Assad.

Dalam kunjungan itu Bagheri mengatakan bahwa gerakan Iran dan Turki akan saling melengkapi dan keduanya telah mencapai kesepakatan yang baik untuk untuk mencegah lalu lintas teroris di perbatasan.

Senin lalu Erdogan menyatakan bahwa Bagheri dengan sejawatnya di Turki telah mendiskusikan mekanisme operasi militer bersama melawan kelompok bersenjata Kurdi.

“Tindakan akan diterus dilakukan, karena Anda mengetahui bahwa kelompok teroris Partai Pekerja Kurdi (PKK) memiliki pijakan di Iran,” katanya.

Dia menambahkan, “Mereka selalu menimbulkan gangguan kepada kami dan Iran. Kami bertindak karena kami meyakini bahwa jika kedua negara ini bekerjasama maka kami akan mencapai hasil lebih cepat.” (rayalyoum)

Begini Ketakutan Israel Kepada Prestasi Baru Hizbullah

Situs berita al-Ahed, Selasa (22/8/2017), memuat analisa tentang prestasi militer baru Hizbullah di Suriah yang membuat Israel semakin gelisah membayangkan perang yang hampir pasti akan berkobar antara Hizbullah dan Israel di masa mendatang.

Situs yang berbasis di Lebanon ini menyebutkan bahwa koran Maariv milik Israel telah mengulas gambar-gambar yang dihasilkan oleh nirawak-nirawak Hizbullah di Suriah, kemudian menyinggung adanya kerisauan para petinggi militer Israel di kawasan utara Israel alias Palestina pendudukan 1948 yang berbatasan dengan Lebanon serta keraguan mereka terhadap kemampuan Israel menangkal serangan Hizbullah.

Serangan pesawat-pesawat nirawak Hizbullah terhadap posisi-posisi kawanan teroris ISIS di kawasan Qalamoun barat, Suriah, mengundang perhatian media Israel. Menurut mereka, gambar-gambar yang dipublikasi oleh Hizbullah untuk memamerkan kemampuan serangannya itu dapat mengubah perimbangan kekuatan dalam perang mendatang sehingga meresahkan para pakar Isael.

Kan TV milik Israel menyiarkan rekaman video nirawak Hizbullah dan menyebutnya pertanda adanya kemampuan Hizbullah di luar apa yang telah diketahui selama ini.

“Ini memang bukan pertama kalinya Hizbullah memperlihatkan kemampuan sedemikian rupa, tapi penggunaan senjata ini sekarang tepat setelah diumumkannya gencatan senjata di barat daya Suriah telah melipat gandakan kerisauan Tel Aviv terhadap fakta-fakta keamanan Suriah yang memungkinkan Iran dan Hizbullah bertindak lebih leluasa.”

Yitsak Ben Israel pakar keamanan dari Univesitas Tel Aviv dalam wawancara dengan Kan TV mengatakan, “Penggunaan nirawak ini oleh Hizbullah telah membantunya dalam mengobarkan perang urat saraf.”

Wartawan TV Kan di Israel mengatakan, “Gambar-gambar yang terpublikasi menunjukkan bahwa kita berhadapan dengan Hizbullah yang kemampuannya yang berbeda total dengan kondisinya pada tahun 2006. Hizbullah adalah pasukan yang sepenuhnya lebih terlatih dan memiliki perlengkapan yang berbeda dengan dulu.”

Dia menambahkan, “Hizbullah bukanlah sebuah organisasi biasa, melainkan benar-benar telah berubah menjadi sebuah angkatan bersenjata, baik dalam hal pendidikan maupun perlengkapannya, dan tentara Israel menyadari hal ini sepenuhnya.”

Alon Ben David, jurnalis militer Israel, juga berbicara tentang nirawak Hizbullah dan mengakui bahwa Hizbullah memiliki pesawat canggih yang membuatnya memiliki kemampuan ofensif lebih besar.

“Gambar-gambar ini merupakan tindakan operasional pasukan udara Hizbullah yang telah menunjukkan kemampuan serangannya dengan rekeman video, karena itu manuver seperti ini tak boleh disepelekan,” pungkasnya.

Media perang Hizbullah belum lama ini memublikasi rekaman video pembombardiran posisi-posisi ISIS di kawasan Qalamoun barat, Suriah, dekat perbatasan Lebanon.  Beberapa kubu pertahanan porak poranda dilumat serangan udara tersebut.

Hibzullah memulai operasi pembersihan kawasan itu dari kelompok teroris sejak Sabtu pekan lalu dengan sandi “Kalian Datang Maka Kami Datang.” Bersamaan dengan operasi ini, tentara Lebanon juga memulai operasi penumpasan ISIS dari kawasan pegunungan timur Lebanon dengan sandi “Fajar Jaroud.” Dua operasi militer tersebut sejauh ini telah berhasil membebaskan sebagian besar wilayah pedalaman yang semula menjadi tempat persembunyian ISIS.  (irna/abna)