Rangkuman Berita Timteng Rabu 22 November 2017

hariri pulang ke lebanonJakarta, ICMES: Perdana menteri Lebanon yang telah mengundurkan diri Saad Hariri telah tiba di Bandara Internasional Rafik Hariri di Beirut, ibu kota Lebanon.

Presiden Iran Hassan Rouhani telah menjelaskan kepada sejawatnya di Perancis, Emmanuel Macron, bahwa Hizbullah merupakan bagian dari bangsa Lebanon dan memiliki basis kerakyatan yang besar.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah memberitahu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ihwal pertemuan dan pembicaraannya dengan Presiden Suriah Bashar Assad di kota Sochi, Rusia.

Banyak pangeran, pejabat, mantan pejabat, dan pengusaha Arab Saudi yang ditangkapi dan ditahan di negara ini, namun mereka tak mendapat simpati dari dunia Arab maupun internasional.

Berita selengkapnya;

Saad Hariri Pulang Ke Lebanon

Perdana menteri Lebanon yang telah mengundurkan diri Saad Hariri telah tiba di Bandara Internasional Rafik Hariri di Beirut, ibu kota Lebanon, pada dini hari Rabu (22/11/2017), dan segera berziarah ke makam ayahnya yang juga mantan perdana menteri Lebanon, Rafik Hariri..

Presiden Lebanon Michel Aoun Sabtu lalu (18/11/2017) telah mengadakan kontak telefon dengan Saad Hariri setelah Hariri bersama istrinya tiba di Paris, ibu kota Perancis. Dalam kontak telefon ini Hariri mengaku akan pulang ke Lebanon untuk memperingati HUT kemerdekaan Lebanon pada 22 November.

Hariri berkunjung ke Paris untuk memenuhi undangan Presiden Perancis Emmanuel Macron, dan dengan demikian Hariri telah meninggalkan Arab Saudi, negara yang menjadi tempat dia mengumumkan pengunduran dirinya pada tanggal 4 November lalu.

Presiden Aoun menuding Saudi telah menekan dan menahan Hariri. Karena itu Aoun menolak pengunduran diri itu sampai Haririr pulang dan menjelaskan langsung kepada Aoun ihwal pengunduran dirinya.

Mundurnya Hariri mengejutkan banyak pihak dan menimbulkan ketegangan di Lebanon, apalagi dia mundur sembari menyalahkan Iran dan Hizbullah serta mengklaim bahwa kondisi di Lebanon sekarang mirip dengan kondisi ketika ayahnya terbunuh oleh serangan teror di Beirut pada 14 Februari 2005.

Hariri dan keluarganya bertahan tinggal di Saudi sebelum akhirnya bertolak dari Riyadh menuju Perancis. Berbagai laporan menyebutkan bahwa di Saudi dia telah dipaksa mundur dan kemudian ditahan di Riyadh oleh pemerintah Saudi.

Presiden Aoun termasuk orang yang tetap menduga kondisi Hariri demikian saat berada di Saudi, meskipun Hariri mengaku sepenuhnya bebas.  (rt)

Hubungi Macron, Rouhani Jelaskan Hizbullah Dan Peran Iran Di Timteng

Presiden Iran Hassan Rouhani telah menghubungi sejawatnya di Perancis, Emmanuel Macron, via telefon, Selasa (21/11/2017), dan menjelaskan kepadanya bahwa Hizbullah merupakan bagian dari bangsa Lebanon dan memiliki basis kerakyatan yang sangat besar, sedangkan senjatanya semata-mata hanyalah untuk mengantisipasi serangan pihak lain terhadap Lebanon.

Rouhani mengatakan kepada Macron bahwa semua pihak hendaknya berhati-hati di kancah permainan Rezim Zionis Israel, dan karena itu sudah semestinya berusaha agar semua kelompok di Lebanon tetap bertahan hidup berdampingan dengan tentam dan damai satu sama lain di bawah pemerintahan yang mengedepankan kepentingan nasional.

Dia juga menyinggung perang Yaman dengan menyebutkan bahwa perkembangan terkini di Yaman semakin menuntut upaya penghentian serangan udara dan blokade terhadap rakyat Yaman demi membuka kesempatan untuk dialog sesama komponen bangsa Yaman dan memulihkan keamanan di negara ini.

Menurut Rouhani, hal yang paling mendesak sekarang adalah membuka jalan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dan bahan makanan kepada rakyat Yaman, karena kondisi jutaan orang yang terblokade di negara ini sangat mengenaskan dan membutuhkan bantuan bahan makanan dan obat-obatan.

“Kami mengira bahwa Perancis dengan posisi dan independensinya di kawasan (Timteng) dapat berperan positif sesuai pandangan yang realitistis dan netral,” imbau Rouhani sembari mengingatkan bahwa apa yang dilakukan oleh sebagian pangeran Saudi membahayakan seluruh kawasan ini.

Mengenai pengaruh Iran di Irak dan Suriah, dia mengatakan bahwa apa yang dilakukan Iran di dua negara ini adalah membantu memerangi kawanan teroris.

“Kami ada di Irak dan Suriah berdasarkan undangan resmi yang ditujukan kepada pemerintahan kami untuk memerangi terorisme,” ujarnya.

Sembari menepis anggapan bahwa Iran menjalankan politik  ekspansi di Timteng, Rouhani memastikan bahwa negaranya bertujuan membantu menegakkan perdamaian dan keamanan, terutama dengan mencegah pecahnya Irak dan Suriah.

Sebelumnya, Iran mengecam sikap Perancis yang menyebut Iran “menempuh strategi yang agresif dan menjalankan kebijakan rudal balistik yang tampak tidak mengindahkan ketentuan.”

Menanggapi hal ini, penasehat pemimpin besar Iran urusan luar negeri Ali Akbar Velayati pada 18 November lalu menegaskan bahwa program rudal Iran “tak ada kaitannya sama sekali” dengan Macron.

“Kami tidak meminta izin kepada pihak lain. Tak ada keuntungan apapun bagi Macron dan Perancis mencampuri urusan rudal, sebab urusan ini tak ada kaitannya sama sekali dengan Macron,” kata Velayati.  (alalam/fna)

Putin Beritahu Trump Ihwal Pertemuannya Dengan Assad

Presiden Rusia Vladimir Putin telah memberitahu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ihwal pertemuan dan pembicaraannya dengan Presiden Suriah Bashar Assad yang menyatakan kesiapan Damaskus untuk menyelenggarakan pemilu.

“Vladimir Putin telah memberitahu Donald Trump hasil-hasil utama pertemuannya dengan Assad yang terjadi pada 20 November lalu di mana Presiden Suriah telah menegaskan komitmennya pada proses politik, pelaksanaan reformasi konstitusi dan penyelenggaraan pemilu presiden dan parlemen,” ungkap Kremlin, Selasa (21/11/2017).

Putin sendiri di hari yang sama menyatakan bahwa hanya rakyat Suriah sendirilah yang berhak menentukan bagaimana peran Assad selanjutnya.

Hal yang sama juga dinyatakan Jubir Kremlin Dmitry Peskov dalam jumpa pers hari itu saat ditanya bagaimana peran Assad selanjutnya.

“Rakyat Suriah sajalah yang dapat menentukan masa depan Assad,” katanya.

Menanggapi pertanyaan bagaimana pendapat Assad sendiri, dia mengatakan, “Saya tak dapat mengatakan apapun pada tahap ini.”

Putin Senin lalu menyambut kedatangan Assad di kota kota Sochi, Rusia, dan memastikan bahwa perang melawan terorisme di Suriah sudah hampir usai.

Esok harinya Putin via telefon menghubungi dan memberitahu Trump dan Raja Salman Bin Abdulaziz dari Arab Saudi hasil-hasil pertemuannya dengan Assad di Sochi. (rayalyoum)

Para Pangeran Saudi Ditangkapi, Mengapa Tak Ada Yang Bersimpati?

Banyak pangeran, pejabat, mantan pejabat, dan pengusaha Arab Saudi yang ditangkapi dan ditahan di negara ini, namun mereka tak mendapat simpati dari dunia Arab maupun internasional. Mengapa?

Situs berita Ray Al-Youm, Selasa (21/11/2017), mencatat bahwa hal tersebut wajar karena para tahanan itu,  terutama Pangeran Waleed Bin Talal, merupakan kaum glamour yang miskin kepedulian kepada isu-isu sipil dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Putera Mahkota Arab Saudi, Mohammad Bin Salman, berkat kekuasaan ayahnya, Raja Salman Bin Abdulaziz, telah menggerakkan gelombang penangkapan sejak awal bulan November ini dengan dalih memberantas korupsi yang merugikan negara sebesar puluhan miliar Dolar Amerika Serikat.

Meskipun keraguan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap keabsahan gelombang penangkapan ini tak sampai menimbulkan adanya simpati dunia Arab dan internasional kepada para tahanan, namun ini bukan berarti aksi penangkapan itu mendapat respon positif dari dunia. Sebaliknya, Bin Salman cenderung mendapat kecaman karena terlalu kasar dalam bertualang di kancah politik dan militer Timteng.

Menurut Ray Al-Youm, berbagai lembaga peduli HAM internasional masih perlu mempelajari lebih jauh ihwal tuduhan yang diarahkan terhadap para tahanan. Sebab, Saudi adalah negara yang tertutup di ranah HAM, dan belakangan tersiar kabar adanya praktik penyiksaan terhadap tahanan namun sulit diverifikasi akibat ketertutupan itu.

Buruknya reputasi para pangeran Saudi selama ini di mata publik dunia Arab membuat mereka sulit mendapat simpati di depan kesewenangan Bin Salman. Mereka dikenal sebagai orang-orang yang bergaya hidup glamour.

Foto-foto Waleed Bin Talal dalam pesawat  dengan interior yang mewah berwarna keemasan dan aksinya mengobral bantuan dana jutaan Dolas AS ke lembaga-lembaga Barat, demikian pula kabar mengenai bagaimana Pangeran Bin Abdulaziz Bin Fahd menghamburkan kekayaannya di Perancis selatan, memberi gambaran akan latar belakang dan sebab mengapa publik Arab secara emosional menjaga jarak dari keduanya dan orang-orang semisalnya yang kini mendekam sebagai tahanan di tangan Bin Salman.  (rayalyoum)