Rangkuman Berita Timteng Rabu 20 Juni 2018

pasukan bersarung yaman2Jakarta, ICMES: Pasukan militer Yaman yang bersekutu dengan kelompok pejuang Ansarullah membantah keras klaim pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi bahwa Bandara Hudaydah telah jatuh ke tangan pasukan koalisi.

Anggota biro politik gerakan Ansarullah Yaman, Mohammad Nasir al-Bukhaiti, menegaskan pihaknya masih eksis di kota Hudaydah dan pasukan kubu pro-Arab Saudi tak dapat mendekati bandara kota ini.

Komandan Umum Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayjen Mohammad Ali Jafari menyatakan “Yaman sekarang berada di ambang kemenangan” dan “telah mengalahkan pasukan koalisi Arab-Barat dalam perang di pelabuhan Hudaydah.”

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa satu unit pesawat nirawak Skylark (Pengendara Langit) miliknya terhempas di distrik Hader, Suriah selatan.

Utusan Khusus Rusia untuk Suriah Alexander Lavrentiev, menyatakan pihaknya memiliki beberapa alasan untuk berharap oposisi moderat Suriah bekerjasama dengan pemerintah Damaskus dalam perang melawan teroris di Suriah selatan.

Berita selengkapnya:

Militer Yaman Bantah Bandara Hudaydah Jatuh Ke Pasukan Koalisi  

Pasukan militer Yaman yang bersekutu dengan kelompok pejuang Ansarullah membantah keras klaim pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi bahwa Bandara Hudaydah telah jatuh ke tangan pasukan koalisi.

Jubir militer Yaman Brigjen Sharaf Ghalib Luqman, Selasa (19/6/2018), menepis klaim tersebut sembari memastikan bahwa pertempuran masih berlanjut dan apa yang dikatakan pasukan koalisi hanyalah “propaganda” belaka.

“Pertempuran masih berlanjut antara pasukan Yaman dan resistensi rakyat di satu pihak dan pasukan dukungan koalisi agresor di pihak lain di kawasan al-Nakhilah sejauh sekira 20 kilometer dari bandara Hudaydah,” katanya.

Dia menegaskan, “Bandara Hudaydah masih dikuasai tentara Yaman dan resistensi rakyat. Pasukan koalisi dan pendukungnya tak dapat bergerak maju kepadanya. Tentara Yaman mengepung mereka di al-Nakhila, dan mereka sama sekali tak dapat bergerak maju menuju bandara.”

Reporter channel al-Alam milik Iran juga menepis klaim tersebut dengan mendatangi Bandara Hudaydah dan merekam gambar situasi di sana sembari menyatakan klaim itu sebagai kedustaan media pasukan koalisi.

Dalam video yang dipublikasi al-Alam, Selasa, juga terlihat penduduk di kota Hudaydah dan kawasan pantai barat Yaman masih menjalani kegiatan sehari-hari secara normal, dan jalanan masih ramai meskipun baru mendapat serangan udara Saudi dan Uni Emirat Arab. Penduduk juga terlihat acuh terhadap serangan besar-besaran pasukan koalisi di sekitar kota ini. (alalam)

Ansarullah Yaman: Kami Masih Di Dalam Kota Hudaydah

Anggota biro politik gerakan Ansarullah Yaman, Mohammad Nasir al-Bukhaiti, menegaskan pihaknya masih eksis di kota Hudaydah dan pasukan kubu pro-Arab Saudi tak dapat mendekati bandara kota ini.

Dia menjelaskan bahwa garis kontak antara kedua pihak mencapai 1500 kilometer di kawasan pantai barat, sedangkan kawasan kontak di sekitar bandara itu hanya sekitar 8 kilometer dan di kawasan inilah pasukan dukungan Saudi mengerahkan segenap kekuatannya.

“Saya tegaskan dari dalam Hudaydah bahwa mereka (pasukan kubu Saudi) tak dapat memasuki bandara. Pertempuran ada di sekitar bandara, dan sekarang pasukan Yaman berhasil menghalau mereka dan menimpakan kerugian peralatan dan nyawa dalam jumlah besar pada mereka,” katanya, Selasa (19/6/2018).

Al-Bukhaiti mengatakan bahwa pasukan lawan sibuk mengevekuasi jenazah pasukannya yang tewas di sekitar Bandara Hudaydah dan menolong pasukannya yang terluka dengan menggunakan perahu. Dia menepis keras laporan bahwa pasukan lawan telah memasuki jantung kota Hudaydah.

“Kami ada di dalam kota Hudaydah dekat bandara. Pihak agresor kewalahan, tapi lantas mengerahkan segenap kekuatannya untuk mendapat kemenangan propaganda, di kawasan kontak yang tak lebih dari 8 kilometer,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Pihak agresor berdusta, dan duniapun mengetahuinya karena ini bukanlah kali pertama mereka mengaku telah memasuki bandara tapi ternyata tidak memasukinya.” (alalam)

IRGC: Kemenangan Yaman Sudah Dekat, Pasukan “Koalisi Arab-Barat” Kalah

Komandan Umum Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayjen Mohammad Ali Jafari menyatakan “Yaman sekarang berada di ambang kemenangan” dan “telah mengalahkan pasukan koalisi Arab-Barat dalam perang di pelabuhan Hudaydah.”

“Kemenangan yang dicapai bangsa-bangsa di Irak, Lebanon, dan Suriah tercapai karena mereka mengikuti jejak revolusi Islam Iran… Dalam 40 tahun terakhir telah tercapai banyak keberhasilan, termasuk kebangkitan Islam dan pengaruh revolusi Islam di kawasan dan dunia,” tuturnya dalam pidato di Universitas Teheran, Selasa (19/6/2018).

Menanggapi laporan sebuah lembaga kajian yang bernaung di bawah Kongres Amerika Serikat (AS) bahwa Iran memiliki arsenal rudal terbesar di kawasan, dia mengatakan, “Kekuatan rudal kami bertumpu pada kekuatan sains kami… Kami dapat menambah jarak jelajah rudal kami hingga lebih dari 2000 kilometer, tapi ini bukanlah kebijakan kami dewasa ini karena sudah banyak sasaran dan kepentingan musuh yang terjangkau. Karena itu AS hendaknya tidak menjajaki ranah militer.” (rayalyoum)

Nirawak Israel Terhempas Di Suriah

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa satu unit pesawat nirawak Skylark (Pengendara Langit) miliknya terhempas di distrik Hader, Suriah selatan, Selasa (19/6/2018).

Belum jelas penyebab jatuhnya pesawat itu, dan meskipun tergolong nirawak pengintai, militer Israel menyatakan tak ada resiko apapun terkait informasi sensitif pada pesawat.

Peristiwa ini terjadi ketika pertempuran di Suriah selatan diperkirakan akan meningkat, dan tentara Suriah sedang menyiapkan serangan ke daerah-daerah yang masih dikuasai pemberontak dekat Daraa dan Quneitra.

Skylark adalah nirawak pengintai taktis buatan Elbit Systems Israel dan dioperasikan oleh korps artileri. Nirawak ini dapat diluncurkan oleh satu atau dua orang, tergantung pada modelnya, dan sekali terbang dapat mengirim video langsung ke tentara di darat.

Sejak Januari 2017, Skylarks telah jatuh setidaknya tujuh kali, termasuk pada Selasa kemarin. Satu di antaranya terjatuh di Lebanon selatan pada Januari 2017, dan Hizbullah mengaku telah mengambil bagiannya yang hancur. Beberapa lainnya jatuh di Jalur Gaza dan sebagian di antaranya diambil oleh Hamas. (timesofisrael)

Rusia: Oposisi Moderat Suriah Berkemungkinan Ikut Perangi Teroris

Utusan Khusus Rusia untuk Suriah Alexander Lavrentiev, Selasa (19/6/2018), menyatakan pihaknya memiliki beberapa alasan untuk berharap oposisi moderat Suriah bekerjasama dengan pemerintah Damaskus dalam perang melawan teroris di Suriah selatan.

Dia mengatakan bahwa sejumlah besar kelompok teroris, termasuk ISIS dan Jabhat al-Nusra, masih bercokol di dua zona de-eskalasi di selatan Suriah dan Idlib, dan di Idlib terdapat kelompok-kelompok teroris asal Rusia yang terus diperangi dan Moskow bertekad mencegah kepulangan mereka ke Rusia.

Dalam penutupan perundingan segi tiga Rusia, Iran dan Turki dengan utusan khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura, Lavrentiev menyatakan tidak tertutup kemungkinan penyebaran polisi militer Rusia di kawasan de-eskalasi di Suriah selatan “jika diperlukan”. Namun, lanjutnya, polisi militer itu hanya ditugaskan untuk memberikan bantuan saja.

Mengenai pembentukan dewan konstitusi mendatang Suriah dia mengatakan bahwa Rusia menilai semua oposisi Suriah harus andil sebesar mungkin dalam dewan ini. Menurutnya, Rusia tahu persis betapa sulitnya mempertemukan kepentingan semua kelompok, namun Moskow pantang jenuh mengupayakannya. (rt)