Rangkuman Berita Timteng Rabu 18 Oktober 2017

iran dan hamasJakarta, ICMES:  Dewan kabinet Israel bidang keamanan dan politik memutuskan untuk tidak berunding dengan otoritas Palestina sebelum Hamas dilucuti senjatanya dan menjauh dari Iran.

Pasukan pemerintah Irak menguasai pusat kota Sinjar dan kawasan Bashiqa setelah pasukan Peshmerga mundur.

Kelompok radikal Taliban di Afghanistan melancarkan gelombang serangan bom bunuh diri hingga menewaskan sedikitnya 74 orang dan melukai ratusan lainnya.

Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) menguasai penuh kota Raqqa, Suriah utara,  sementara utusan Khusus AS berkunjung ke kota ini bersama Mendagri Arab Saudi.

Berita Selengkapnya:

Israel Syaratkan Jauhnya Hamas Dari Iran Untuk Perundingan Damai

Kabinet keamanan dan politik Israel memutuskan untuk tidak berunding dengan otoritas Palestina sebelum Hamas dilucuti senjatanya dan menjauh dari Iran.

TV Channel 2 milik Israel, Selasa (17/10/2017), menyebutkan bahwa sebagai tambahan untuk keputusan-keputusan sebelumnya, “Israel tidak akan melakukan negosiasi politik dengan pemerintah Palestina yang bertumpu pada Hamas ketika gerakan ini masih menyerukan penghapusan Israel.”

Di pihak lain, otoritas Palestina menegaskan bahwa apapun pertimbangan Israel sama sekali tidak akan mengubah sikap otoritas Palestina terkait dengan rekonsiliasi nasional Palestina.

Israel menerapkan beberapa prasyarat perundingan damai antara lain pengakuan Hamas atas eksistensi Israel, perlucutan senjata Hamas, penghentian “terorisme”, dan penyerahan jenazah militer dan sipil Israel yang ada di Gaza, pengendalian otoritas Palestina secara penuh atas keamanan Gaza, termasuk pintu-pintu perbatasan, dan  pencegahan penyelundupan.

Selain itu, Israel juga mengharuskan kelanjutan otoritas Palestina menutup  bangunan-bangunan Hamas di Tepi Barat, pemisahan faksi pejuang ini dari Iran, dan penyaluran bantuan kemanusiaan hanya melalui jalur otoritas Palestina dan badan-badan yang didirikan untuk urusan ini.

Sebelumnya, koran Israel Haaretz melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak akan mengakui rekonsiliasi Fatah-Hamas, namun tidak akan berusaha mencegah implementasinya.

Keputusan Israel tersebut ditetapkan ketika Amerika Serikat dan Mesir menyerukan kepada Israel dan Palestina agar memulai lagi perundingan damai, dan setelah Washington menyatakan memiliki suatu rencana untuk memotivasi proses politik. (mayadeen/rt)

Pasukan Irak Kuasai Sinjar Dan Bashiqa, Abadi Sebut Rerefendum Bagian Masa Lalu

Pasukan pemerintah Irak telah menguasai pusat kota Sinjar, Irak utara, dan berkontrasi di sejumlah bangunan utama dan gedung pemerintahan dalam kota ini. Demikian dikatakan Ghias Surji, pejabat Persatuan Nasional Kurdistan, salah satu partai terkemuka Kurdistan Irak, Selasa (17/10/2017).

“Semua  pasukan Peshmerga mundur dari kota ini, di kota ini tak ada pengungsian, dan situasi sekarang stabil,” lanjut Surji.

Bersamaan dengan ini pasukan pemerintah dan relawan al-Hashd al-Shaabi memasuki kawasan Bashiqa di timur Mosul setelah pasukan Kurdistan Irak, Peshmerga, mundur dari sana. Pasukan dan relawan itu kemudian membuat barikade dari tanah dari arah al-Khazir untuk mengembangkan keamanan pasca penarikan pasukan Peshmerga.  Dilaporkan bahwa Peshmerga membakar markas-markas mereka sebelum mundur dari Bashiqa.

Perdana Menteri Irak Haider Abadi dalam jumpa pers mingguan di hari yang sama menyatakan “referendum sia-sia” mengenai kemerdekaan Kurdistan yang diselenggarakan pada 25 September lalu “telah usai dan menjadi bagian dari masa lalu.”

Dia menyerukan “dialog di bawah atap konstitusi Irak” dan menegaskan bahwa Baghdad “tidak akan masuk dalam perang saudara.”  Dia juga mengingatkan supaya kelompok manapun tidak bertindak destruktif di Kirkuk dan kawasan lain yang dipersengkatan antara pemerintah pusat Baghdad dan pemerintah otonomi Kurdistan.

Presiden Irak Fouad Masum menyerukan dialog para pemimpin Kurdi dengan pemerintah Irak sesegera mungkin untuk meredakan ketegangan. Dia juga meminta penduduk Kirkuk yang juga telah dikuasai oleh pasukan Irak menghormati konstitusi dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan normal. (alalam/rayalyoum)

Gelombang Serangan Taliban Di Afghanistan Tewaskan 74 Orang

Kelompok radikal Taliban di Afghanistan melancarkan gelombang serangan bom bunuh diri hingga menewaskan sedikitnya 74 orang dan melukai ratusan lainnya di selatan, timur dan barat Afghanistan, Selasa (17/10/2017).

Serangan ini menyasar polisi dan fasilitas pemerintah, dan salah satu korban tewas adalah seorang kepala polisi tingkat provinsi, dan sejumlah polisi dan warga sipil menderita luka-luka.

Wakil Mendagri, Murad Ali Murad, dalam konferensi pers di Kabul, ibu kota Afghanistan, mengatakan bahwa serangan ini merupakan yang terbesar pada tahun ini. Menurutnya, 71 orang terbunuh di tangan gerilyawan di provinsi Ghazni dan Paktia.

Di provinsi Paktia bagian selatan, 21 petugas polisi dan 20 warga sipil tewas terkena serangan bom mobil yang menarget sebuah kompleks polisi di ibukota provinsi Gardez. Korban luka antara lain 48 polisi dan 110 warga sipil. Murad menginfirmasi tewasnya  kepala polisi Paktia, Toryalai Abdyani.

Kemendagri mengatakan bahwa setelah dua mobil meledak di Gardez, lima penyerang dengan bom sabuk mencoba menyerbu kompleks tersebut namun tewas di tangan pasukan keamanan Afghanistan.

Hamza Aqmhal, seorang mahasiswa di Universitas Paktia, mengatakan bahwa dia telah mendengar ledakan dahsyat yang menghancurkan jendela bangunan tempat dia tinggal. Universitas tersebut berjarak sekitar 1,25 mil dari akademi pelatiha. Aqmhal sendiri menderita luka ringan akibat pecahan kaca.

Seorang anggota parlemen dari Paktia, Mujeeb Rahman Chamkni, menyatakan beberapa stafnya terbunuh  bersama dengan kepala polisi provinsi akibat serangan, dan sebagian besar korban adalah warga sipil. (guardian)

SDF Kuasai Penuh Kota Raqqa, Utusan AS Dan Mendagri Saudi Datang

Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) mengumumkan pihaknya telah menguasai penuh kota Raqqa, Suriah utara, Selasa (17/10/2017), sementara Pasukan Arab Suriah (SAA) dan sekutunya berhasil membebaskan secara total kawasan yang menghubungkan kota Mayadin dan kota Deir Ezzor di Suriah timur.

Aliansi milisi Kurdi-Arab Suriah ini menyatakan telah mengibarkan benderanya di dalam stadion Raqqa yang menjadi tempat pertahanan terakhir kelompok teroris ISIS di kota ini, dan utusan Khusus AS untuk pasukan koalisi internasional anti ISIS, Brett H. McGurk, kemudian berkunjung ke kota ini bersama Mendagri Arab Saudi Thamer al-Sabhan.

Sebelumnya, lembaga Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) melaporkan bahwa Raqqa sudah bersih secara total dari kawanan teroris ISIS setelah SDF menguasai penuh stadion kota ini, dan tinggal menunggu pengumuman tentang ini dari pasukan koalisi internasional.

Menurut SOHR, SDF telah menyisir secara cermat stadion itu untuk memastikannya telah kosong sepenuhnya dari sisa-sisa petempur ISIS yang mungkin menolak menyerah.

McGurk dilaporkan telah tiba di distrik Ayn Issa di utara Raqqa. Dia datang untuk menghadiri konferensi pers yang akan digelar untuk mengumumkan keterbebasan Raqqa dari pendudukan ISIS. Dia ditemani oleh Mendagri Saudi Thamer al-Sabhan yang datang dengan tujuan “membahas upaya rehabilitasi” kota Raqqa.

Sementara itu, Pasukan Arab Suriah (SAA) dan sekutunya berhasil membebaskan secara total kawasan yang menghubungan antara kota Mayadin dan kota Deir Ezzor serta terus memperluas kekuasaannya di kota Muhasan dan beberapa desa di bagian timur provinsi Deir Ezzor.

Selain itu, setelah menguasai kota Mayadin, SAA melancarkan operasi militer yang meluas dan cermat di beberapa daerah yang tersebar di antara Mayadin dan Mari’iyyah di sisi barat Sungai Furat hingga berhasl membebaskan beberapa desa.  (mayadeen)