Rangkuman Berita Timteng Rabu 18 Juli 2018

issam zeitoun suriahJakarta, ICMES: Jurnalis Israel Edy Cohen menunjukkan video kebersamaannya dengan seorang tokoh oposisi Suriah Issam Zeitoun yang sedang berkunjung ke Tel Aviv, ibu kota Israel. Dalam video ini terlihat Zeitoun menyampaikan pesannya kepada Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman agar berkunjung ke Israel dan mendatangi parlemen negara Zionis ini, Knesset.

Ribuan warga Palestina menggelar unjuk rasa anti prakarsa damai Deal of The Century di kota Nablus di bagian utara wilayah pendudukan Tepi Barat. Mereka menentang prakarsa Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengatasi kemelut Palestina-Israel tersebut.

Pemerintah Iran menyatakan pihaknya sedang bersiap meningkatkan volume pengayaan uranium jika perundingannya dengan Eropa untuk mempertahankan kesepakatan nuklir Iran membentur jalan buntu.

Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB mengaku berkoordinasi intensif dengan otoritas Palestina, Israel, dan Mesir demi mencegah ledakan situasi di Jalur Gaza yang belakangan ini meradang.

Berita selengkapnya;

Berada Di Israel, Tokoh Pemberontak Suriah Minta Bin Salman Kunjungi Knesset

Jurnalis Israel Edy Cohen menunjukkan video kebersamaannya dengan seorang tokoh oposisi Suriah Issam Zeitoun yang sedang berkunjung ke Tel Aviv, ibu kota Israel. Dalam video ini terlihat Zeitoun menyampaikan pesannya kepada Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman agar berkunjung ke Israel dan mendatangi parlemen negara Zionis ini, Knesset.

Zeitoun juga memperkenalkan dirinya sebagai wakil kelompok oposisi Suriah, Pasukan Kebebasan Suriah (FSA), dan bahwa dia datang dari desa Beit Jin di Suriah selatan.

Seperti dilaporkan Rai al-Youm, Selasa malam (17/7/2018), dalam video yang dipublikasi oleh Cohen melalui akun Twitter-nya itu Zeitoun memuji Israel karena selalu menyerukan normalisasi hubungan dengan Arab, dan karena itu pula dia mengimbau para pemimpin Arab agar berkunjung ke Israel dan “mengenal hakikat bangsanya yang baik.”

Dia kemudian memuji Mohamed bin Salman dan memintanya melawat Israel untuk berbicara di Knesset.

“Dari hati saya sebagai warga Arab berpesan kepada Yang Mulia Mohamed bin Salman agar memenuhi undangan Knesset dan datang ke Israel untuk berbicara dan menyelesaikan perselisihan,” imbaunya.

Pada Juni 2016,  Zeitoun telah membangkitkan kontroversi di media Arab karena saat itu dia diketahui menghadiri “Konferensi Herzliyya untuk Keamanan Nasional Israel” selaku wakil FSA di front Suriah selatan.

Menurut Rai al-Youm, dalam beberapa tahun terakhir ini para tokoh oposisi Suriah “merebahkan diri ke pangkuan Israel”, dan berkunjung ke Israel sembari “mempromosikannya secara blak-blakan.”

Zeitoun mengimbau Bin Salman agar berkunjung ke Israel karena putra mahkota Saudi juga dikenal sebagai tokoh yang menginginkan normalisasi hubungan Arab dengan Israel, dan bersama Amerika Serikat (AS) juga telah getol menyokong kelompok-kelompok pemberontak dan teroris di Suriah untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad, satu-satunya pemimpin Arab yang secara konsisten menyatakan pantang berkompromi dengan Israel sehingga didukung penuh oleh Iran.  (raialyoum)

Ribuan Warga Palestina Gelar Demo Anti Prakarsa Damai AS

Ribuan warga Palestina menggelar unjuk rasa anti prakarsa damai Deal of The Century di kota Nablus di bagian utara wilayah pendudukan Tepi Barat. Mereka menentang prakarsa Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengatasi kemelut Palestina-Israel tersebut.

Para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Palestina, memajang poster ketua otoritas Palestina Mohmoud Abbas, dan membentangkan spanduk dan plakat bertuliskan penolakan mereka terhadap segala upaya penyelesain perkara Palestina yang tidak mengindahkan prinsip keadilan.

Wali Kota Nablus Akram al-Rajub yang juga ikut serta dalam unjuk rasa itu menegaskan bahwa seluruh anak bangsa Palestina bersatu menolak dan melawan segala bentuk perjanjian yang mengabaikan hak mereka.

“Masyarakat Palestina bersimpati kepada para pemimpin mereka dalam berjuang membela hak-haknya yang sah, dan tak ada kata mundur darinya,” tegasnya.

Dia menambahkan, “Otoritas Palestina tidak akan menelantarkan para tawanan dan keluarga para syuhada, tidak akan pernah mundur dari kewajibannya memberi gaji dan hak-hak mereka.”

Deal of The Century diajukan oleh Trump dengan persyaratan yang mendesak pihak Palestina agar mengabaikan hak-haknya, termasuk haknya atas kota al-Quds yang diduduki Israel.

Sebagian pejabat Palestina mengatakan bahwa Washington berusaha memaksakan solusi politik yang berpijak pada pembentukan sebuah negara di Jalur Gaza dan pemerintahan otonomi dengan kewenangan yang terbatas di Tepi Barat, dan pelestarian kekuasaan Israel atas bagian barat maupun timur al-Quds.

Sementara itu, Kemlu Palestina di hari yang sama menyerukan penyelidikan Mahkamah Kejahatan Internasional atas kejahatan Israel dan menekankan keharusan khalayak internasional segera berusaha menghentikan agresi Israel yang berkelanjutan terhadap Palestina.

Kemlu Palestina mengingatkan bahwa rezim dan warga Zionis Israel terus menebar kejahatan sembari berlindung di balik “dukungan buta AS kepada rezim pendudukan.”

Sebelumnya di hari yang sama warga Zionis melakukan aksi pembakaran puluhan hektar lahan pertanian Palestina di bagian utara Tepi Barat.  (raialyoum)

Iran Bersiap Tingkatkan Volume Pengayaan Uraniumnya

Pemerintah Iran menyatakan pihaknya sedang bersiap meningkatkan volume pengayaan uranium jika perundingannya dengan Eropa untuk mempertahankan kesepakatan nuklir Iran membentur jalan buntu.

Wakil Ketua Badan Tenaga Atom Iran Behrouz Kamalvandi yang juga menjadi juru bicara lembaga ini dalam jumpa pers di Teheran, Selasa (17/8/2019), mengatakan, “Kami telah menempuh tindakan-tindakan yang bertujuan menambah level pengayaan (uranium) jika dirasa perlu dan jika perundingan dengan Eropa gagal.”

Dia menambahkan, “Kami tentunya masih konsisten menerapkan janji-janji yang termuat (dalam perjanjian nuklir), tapi disaat yang sama kami mempertimbangkan segala skenario dan bersiap… Sejauh ini kami belum keluar dari kerangka (perjanjian).”

Perjanjian nuklir yang diteken Iran dengan negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman pada 2015 telah membebaskan Iran dari sanksi internasional terkait dengan program nuklirnya. Namun, pada Mei lalu Presiden AS Donald Trump menyatakan mundur dari perjanjian ini dan akan menerapkan kembali sanksinya terhadap Iran.

Di pihak lain, Inggris, Perancis, Jerman dan Uni Eropa masih mematuhi perjanjian nuklir Iran, dan pada Juli lalu mengajukan kepada Iran serangkaian jaminan ekonomi untuk mempertahankan perjanjian ini, namun Iran memandangnya belum memadai.

Perundingan Iran dengan pihak Eropa masih berlanjut. Jubir Kemlu Iran Behram Qasemi Senin lalu mengatakan bahwa perundingan ini bisa jadi akan menelan waktu beberapa pekan. (raialyoum)

PBB Mengaku Berusaha Kendalikan Situasi Di Gaza

Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB mengaku berkoordinasi intensif dengan otoritas Palestina, Israel, dan Mesir demi mencegah ledakan situasi di Jalur Gaza yang belakangan ini meradang.

Program Pembangunan PBB (UNDP), dalam sebuah statemennya, Selasa (17/7/2018), menjelaskan bahwa di tengah eskalasi ketegangan yang berkembang cepat, kekerasan, kemiskinan, dan pengangguran yang mencapai 60%, PBB bergerak cepat untuk menciptakan lowongan kerja dan mengembangkan upaya-upaya pemulihan ekonomi bagi generasi muda di Jalur Gaza dengan tujuan mengembangkan jalan-jalan mata pencaharian dan mendorong pencapaian prinsip-prinsip produksi serta penyediaan layanan pokok bagi masyarakat di Jalur Gaza.

“Hal itu merupakan bagian dari koordinasi internasional PBB untuk segera mengurangi ketegangan dan mencegah konfrontasi bersenjata di Gaza,” bunyi statemen itu.

UNDP menambahkan bahwa dalam rangka ini Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timteng Nickolay Mladenov menyatakan pihaknya bekerjasama intensif dengan otoritas Palestina, Israel, Mesir serta pihak-pihak mitra regional dan global untuk mencegah ledakan kekerasan baru, menyokong kembalinya otoritas Palestina ke Gaza, dan menyelesaikan seluruh masalah kemanusiaan. (rt)