Rangkuman Berita Timteng Rabu 14 Maret 2018

rusia sergey lavrovJakarta, ICMES: Kemlu Rusia bereaksi keras terhadap ancaman Amerika Serikat (AS) untuk menyerang Suriah yang notabene sekutu Negeri Beruang Merah.

Pemerintah Arab Saudi dikabarkan terlibat perundingan rahasia dengan musuh besarnya di Yaman, gerakan Ansarullah (Houthi).

Menlu Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan bahwa seandainya Arab Saudi diserang oleh pihak asing maka Iran akan menjadi negara yang terdepan dalam membela Saudi.

Raja Abdullah II dari Yordania menyatakan bahwa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Liga Arab mendatang akan mendukung tekad untuk menjadikan Al-Quds (Yerussalem) sebagai ibu kota negara merdeka Palestina.

Selengkapnya:

Rusia Tenggapi Keras Ancam AS Untuk Menyerang Suriah

Kemlu Rusia bereaksi keras terhadap ancaman Amerika Serikat (AS) untuk menyerang Suriah yang notabene sekutu Negeri Beruang Merah.

“Pernyataan tak bertanggungjawab sedemikian rupa dari Dubes AS (untuk PBB, Nikki Haley) menyebabkan kekecewaan dan keprihatinan yang sangat,” ungkap Kemlu Rusia dalam sebuah statemennya, Selasa (13/3/2018).

Menlu Rusia Sergey Lavrov menegaskan negaranya akan memberikan reaksi yang diperlukan jika AS menyerang pemerintah Suriah.

Sebelumnya, bersamaan dengan keberhasilan tentara Suriah memberikan tekanan hebat terhadap kawanan bersenjata di Ghouta Timur, Dubes AS untuk PBB Nikki Haley melontarkan ancaman bahwa AS berkemungkinan menempuh tindakan militer secara sepihak di Suriah sebagaimana serangan rudal yang pernah dilakukannya pada tahun lalu.

Lavrov menyebut AS dan sekutunya gagal mengendalikan proksinya yang bercokol di Ghouta Timur.

“Mitra Barat kami, yang tidak menyembunyikan kontak dekat yang mereka miliki dengan kelompok militan di Ghouta Timur, telah gagal dalam komitmen mereka berdasarkan Resolusi 2401 DK PBB untuk mempengaruhi anak didik mereka, mengendalikannya, dan membuat mereka berhenti menembaki daerah pemukiman (di Damaskus). Rekan-rekan Barat kami yang dipimpin oleh AS telah gagal melakukan itu, “kecam Lavrov.

Dia mengingatkan bahwa serangan AS ke Suriah berpotensi mencelakakan para penasehat Rusia yang bertugas di Suriah, termasuk di pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Suriah di Damaskus dan di beberapa posisi  Kemhan Suriah.

“Dalam kondisi demikian maka akan diambil langkah-langkah reaktif yang diperlukan,” ujarnya.

Menlu Rusia juga menyayangkan adanya laporan-laporan mengenai penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah sebagai pembenaran atas keinginan AS untuk menyerang Suriah. (rayalyoum/rt)

Saudi Dikabarkan Terlibat Perundingan Rahasia Dengan Ansarullah Yaman

Pemerintah Arab Saudi dikabarkan terlibat perundingan rahasia dengan musuh besarnya di Yaman, gerakan Ansarullah (Houthi).

Laman berita Yaman al-Mashhad al-Yemeni, Selasa (13/3/2018), mengutip keterangan sumber yang dekat dengan “para petinggi” kelompok Ansarullah bahwa jubir kelompok ini, Mohammad Abdulsalam, bahkan bertolak ke Riyadh, ibu kota Arab Saudi, dari tempat keberadaanya di Muscat, ibu kota Oman.

“Jubir Houthi bertolak ke Riyadh untuk berunding langsung dengan Saudi yang memimpin koalisi anti Houthi sejak tiga tahun silam,” ujar sumber itu.

Dia menambahkan bahwa dalam negosiasi itu Ansarullah akan memberikan beberapa konsesi kepada Saudi jika pasukan koalisi Arab bersedia menghentikan serangan udara ke Yaman.

Sehari sebelumnya, al-Mashhad al-Yemeni juga melansir pernyataan sumber khusus bahwa dewasa ini sedang terjadi perundingan rahasia pasukan koalisi Arab pimpinan Saudi dengan Ansarullah untuk mencapai kesepakatan penghentian perang Yaman yang sudah berlangsung tiga tahun dan, menurut laporan PBB, telah menyebabkan tragedi kemanusiaan terburuk di dunia.

Laman itu menyebutkan bahwa sumber itu berkomunikasi dengan kubu presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi dan kubu Ansarullah serta pihak independen, dan menjelaskan bahwa inti perundingan ini ialah menyetujui partisipasi Ansarullah dalam pemerintahan dengan syarat kelompok ini menjauh dari Iran, tidak mendominasi pemerintahan, dan menyetujui pembentukan pemerintahan yang melibatkan semua kubu yang bertikai di Yaman. (rayalyoum)

Zarif: Iran Akan Menjadi Negara Terdepan Membela Arab Saudi

Menlu Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan bahwa seandainya Arab Saudi diserang oleh pihak asing maka Iran akan menjadi negara yang terdepan dalam membela Saudi.

Sebagaimana dilansir Al-Alam, Selasa (13/3/2018),hal tersebut dia tegaskan dalam kunjungan kenegaraannya ke Pakistan sembari memastikan bahwa pada dasarnya tidak ada alasan apapun untuk permusuhan antara Teheran dan Arab Saudi,.

Zarif menyayangkan upaya pemerintah Riyadh mengesankan kepada khalayak dunia bahwa Saudi terancam oleh Iran dan merasa bahwa upaya ini akan memenuhi interes Saudi.

Zarif memulai kunjungan tiga harinya ke Pakistan pada Minggu lalu (11/3/2018). Di situ dia mengadakan pertemuan dengan para pejabat senior Pakistan, termasuk perdana menteri, menlu, mendagri, ketua senat, dan kepala staf angkatan bersenjata dengan tujuan menguatkan hubungan  bilateral di bidang keamanan dan ekonomi.

Seperti diketahui, hubungan Iran-Saudi memburuk dalam beberapa tahun terakhir akibat perbedaan kebijakan keduanya dalam berbagai isu Timteng, termasuk perang Suriah dan perang Yaman. Keduanya bahkan disebut-sebut terlibat dalam perang proksi di Suriah dan Yaman.

Berbeda dengan Iran, Pakistan menjalin hubungan baik dengan Saudi. Pakistan bahkan tercatat sebagai sekutu Saudi sehingga Saudi sempat berharap Pakistan terlibat dalam serangan ke Yaman, namun Pakistan menolaknya karena persekutuan antara keduanya ternyata tidak sejauh itu. Sikap Pakistan ini sama dengan sikap Turki ketika Saudi mengharapkannya ikut berpartisipasi dalam upaya menumpas kelompok Ansarullah (Houthi) di Yaman. (alalam)

Raja Yordania: KTT Arab Mendatang Akan Bela Al-Quds

Raja Abdullah II dari Yordania menyatakan bahwa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Liga Arab yang akan di selenggarakan di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, pada April mendatang akan mendukung tekad untuk menjadikan Al-Quds (Yerussalem) sebagai ibu kota negara merdeka Palestina.

Seperti dilansir kantor berita Yordania, Petra, Raja Abdullah II, Selasa (13/3/2018), “menegaskan pentingnya KTT Liga Arab mendatang dalam koordinasi dan penyatuan sikap Arab dalam mendukung hak-hak sah bangsa Palestina dalam mendirikan negara merdeka Palestina dengan ibu kota Al-Quds Timur.”

Yordania berulangkali menyatakan prihatin atas kondisi al-Quds menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Desember 2017 mengakui kota suci itu sebagai ibu kota Israel.

Arab Saudi beberapa waktu lalu telah menetapkan bahwa KTT Liga Arab ke-29 akan diselenggarakan di Riyadh pada pekan pertama bulan April 2018.

Selain membahas isu al-Quds dan pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke al-Quds menyusul keputusan Trump tersebut, Liga Arab dalam KTT itu juga membahas isu-isu penting lain termasuk perang Suriah, kondisi Irak pasca ISIS, perang Yaman, krisis Libya, dan apa yang disebut oleh Saudi dan sekutunya sebagai “campur tangan” Iran dalam urusan negara-negara Arab.

Belum jelas apakah KTT itu juga akan membahas krisis hubungan Qatar dengan negara-negara jirannya dan Mesir, sementara Qatar menyatakan siap menghadiri KTT itu “dimanapun diselenggarakan.” (rt)