Rangkuman Berita Timteng Kamis 9 Agutus 2018

serangan israel ke gazaJakarta, ICMES:  Konflik Palestina-Israel berkobar lagi di Jalur Gaza. Brigade Ezzeddin al-Qassam, sayap militer Hamas, menyatakan bertanggungjawab atas serangan ke permukiman Zionis di dekat perbatasan antara Jalur Gaza dan Israel.

Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei bahwa “tak suatu apapun yang merisaukan Teheran” terkait dengan embargo yang mulai diterapkan lagi oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.

Pasukan Arab Suriah (SAA) dan kelompok-kelompok bersenjata sekutunya menyatakan pihaknya telah bergerak maju dalam operasi militernya terhadap kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di provinsi Sweida di bagian selatan Suriah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menaksir jumlah kerugian yang diderita Suriah akibat kehancuran fasilitas infratsruktur dalam perang yang berlangsung selama tujuh tahun, yaitu sekira US$ 400 miliar.

Berita selengkapnya;

Gaza Meradang Lagi, Palestina-Israel Saling Gempur

Brigade Ezzeddin al-Qassam, sayap militer Hamas, menyatakan bertanggungjawab atas serangan ke permukiman Zionis di dekat perbatasan antara Jalur Gaza dan Israel (Palestina pendudukan 1948) pada Rabu malam (8/8/2018). Ketegangan baru ini hanya selang beberapa jam setelah delegasi Hamas pulang dari lawatannya ke Mesir untuk melakukan perundingan lebih jauh mengenai gencatan senjata dengan Israel.

Sumber-sumber di lapangan menyebutkan bahwa al-Qassam telah menembakkan sebanyak 70 roket dan mortir yang 11 diantaranya tertangkis oleh sistem Kubah Besi milik Israel, sementara Perdana Menteri Israel segera mengadakan rapat dengan Menhan  Avigdor Lieberman dan para petinggi militer lainnya.

Dini hari Kamis (9/8/2018) jet tempur Israel menggempur beberapa posisi faksi-faksi pejuang Palestina di Jalur Gaza. Departemen Kesehatan Palestina mencatat satu orang terbunuh dan enam lainnya luka-luka terkena serangan udara Israel.

Ketegangan di Jalur Gaza meningkat lagi sejak Rabu ketika kedua pihak saling menyerang secara kontinyu. Al-Qassam dalam statemennya menegaskan, “Sebagai reaksi atas agresi, kubu resistensi Palestina sejak beberapa jam lalu telah menyerang daerah-daerah rampasan dan posisi-posisi musuh di zona penyangga Gaza dengan roket dalam jumlah besar.”

Pada Rabu malam jet tempur Israel menggempur  beberapa posisi al-Qassam di dekat perbatasan kota Rafah, Jalur Gaza selatan, serta di bagian utara dan barat wilayah ini.

Militer Israel menyatakan, “Jet-jet tempur kami telah membom 12 posisi teroris di Jalur Gaza, termasuk fasilitas produksi alat pembuat terowongan dan papan cor untuk terowongan.”

Di pihak lain, jubir Hamas Fawzi Barhoum menegaskan, “Dengan tekad para pejuang kini tiba saatnya untuk setia kepada darah syuhada. Inilah kubu muqawamah dengan bangga mengemban tanggungjawab besar berada di jantung perimbangan pertempuran melawan musuh dan menjalaninya dengan penuh percaya dan kemampuan. Bangsa kamilah yang mengasuh muqawaah, dan para pejuang akan senantiasa maju berjuang.” (mm/raialyoum)

Ayatullah Khamenei Sepelekan Embargo AS

Laporan dari sebuah laman internet telah mengutip pernyataan Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei bahwa “tak suatu apapun yang merisaukan Teheran” terkait dengan embargo yang mulai diterapkan lagi oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Iran pada pekan ini.

“Kalian (orang Iran) jangan risau sama sekali terkait dengan kondisi kita. Siapapun tak dapat berbuat sesuatu (terhadap Iran),” katanya, seperti dikutip oleh laman Fars News, Rabu (8/8/2018).

Para pejabat AS belakangan mengaku akan menekan berbagai negara agar berhenti mengimpor minyak Iran. Tekanan ini ditujukan untuk memaksa Iran supaya menghentikan program nuklir dan rudalnya serta menyudahi campurtangannya dalam konflik di Suriah dan Irak.

Menlu Iran Mohammad Javad Zarif memastikan bahwa upaya AS menghentikan ekspor minyak Iran tidak akan berhasil.

“Jika AS hendak bersikukuh para pikiran yang polos dan mustahil itu maka mereka juga harus menyadari dampaknya. Mereka tak dapat berpikir bahwa Iran tidak akan mengekspor minyak sedangkan yang lain dapat mengekspornya,” ungkap Zarif.

Pada bulan lalu Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan pihaknya bisa jadi akan memblokir Selat Hormuz yang merupakan jalur utama pelayaran minyak jika AS bermaksud menghentikan ekspor minyak Iran.

Presiden AS Donald Trump lantas balik mengancam bahwa Iran akan menerima akibat yang fatal jika mengancam AS, dan pihak Iran kemudian juga tak kalah lantangnya melontarkan ancaman lagi terhadap AS, hingga Trump kemudian mengajak Rouhani berdialog, namun ajakan ini ditolak oleh Rouhani. (farsnews/raialyoum)

Tekan ISIS, SAA Kuasai Sebagian Besar Garis Militernya Dengan Yordania

Pasukan Arab Suriah (SAA) dan kelompok-kelompok bersenjata sekutunya menyatakan pihaknya telah bergerak maju dalam operasi militernya terhadap kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di provinsi Sweida di bagian selatan Suriah.

Sumber militer Suriah, Rabu (8/8/2018), kepada kantor berita Jerman, DPA, menjelaskan, “Tentara Suriah telah bergerak maju sejauh 30 kilometer di front Sweida timur dan tenggara dari lima poros seluas 75 kilometer di antara garis militer Suriah-Yordania dengan dukungan pasukan udara Suriah.”

Pada tiga hari sebelum SAA mengumumkan keberhasilannya menguasai daerah Magh Mulihah dan Tal Sanim di kawasan al-Kara’ serta kawasan al-Hishn, Tal al-Zarin dan Abshah. Selasa SAA juga mengumumkan kemajuan dan keberhasilnya menguasai kawasan timur laut Abar Rami dan menghancurkan kamp pelatihan ISIS.

SAA melancarkan operasi militer besar-besaran untuk menumpas ISIS di kawasan Badiyah Swaida setelah ISIS menyerang beberapa desa di Swaida dan membantai lebih dari 250 orang dan menawan beberapa lainnya serta menyerang landasan udara militer SAA di utara kota Swaida. (mm/raialyoum)

Ini Taksiran PBB Untuk Jumlah Kerugian Materi Suriah Akibat Perang

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menaksir jumlah kerugian yang diderita Suriah akibat kehancuran fasilitas infratsruktur dalam perang yang berlangsung selama tujuh tahun, yaitu sekira US$ 400 miliar.

Taksiran ini dikemukakan pada sesi penutupan sebuah pertemuan yang diikuti oleh lebih dari 400 pakar dari berbagai negara, termasuk Suriah sendiri, atas undangan Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia Barat (ESKWA), di Beirut, Rabu (8/8/2018).

ESKWA menyebutkan bahwa nilai kehancuran mencapai “lebih dari US$ 388 miliar”, tidak termasuk “kerugiaan kemanusiaan” berupa korban jiwa yang melayang dan atau orang-orang yang terpaksa mengungsi.

Krisis pemberontakan dan terorisme yang melanda Suriah sejak 2011 sampai sekarang telah menyebabkan separuh penduduk negara ini terpaksa mengungsi, sedangkan jumlah korban tewas dilaporkan lebih dari 350,000 orang.

ESKWA menyatakan bahwa laporan secara rinci mengenai kondisi Suriah akan dirilis pada September mendatang. (rt)