Rangkuman Berita Timteng Kamis 27 September 2018

rouhani dan trumpJakarta, ICMES: “Janji dibalas janji,… ancaman dibalas ancaman,” demikian kalimat yang meluncur dari Presiden Iran Hassan Rouhani dalam pidatonya pada sidang ke ke-73 Majelis Umum PBB saat menanggapi gertakan dan upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menundukkan Iran.

Ketua otoritas Palestina Mahmoud Abbas yang berkunjung ke New York, Amerika Serikat (AS), untuk mengikuti sidang ke-73 Majelis Umum PBB dalam pertemuan dengan warga Palestina di AS menyatakan Palestina sekarang berada dalam situasi tersulit.

Aktivis media sosial pengguna akun terkenal @mujtahidd  dari Arab Saudi mengabarkan bahwa lebih dari 60 perwira Saudi dari pangkat mayor hingga mayor jenderal telah mengajukan surat pengunduran diri.

Juru bicara kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Rabu (26/9/2019), dalam sebuah rekaman suara yang diviralkan oleh akun Telegram para ekstremis dan berisi ancaman serangan lain setelah serangan teror yang menyasar parade militer di kota Ahwaz.

Berita selengkapnya:

Presiden Iran Tegaskan Janji Dibalas Janji, Ancaman Dibalas Ancaman

“Janji dibalas janji,… ancaman dibalas ancaman,” demikian kalimat yang meluncur dari Presiden Iran Hassan Rouhani dalam pidatonya pada sidang ke ke-73 Majelis Umum PBB saat menanggapi gertakan dan upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menundukkan Iran, sebagaimana dilansir al-Alam, Rabu (26/9/2018).

Rouhani menegaskan negaranya pantang bekerjasama dengan negara yang tidak konsisten kepada janjinya, dan sanksi yang diterapkan AS secara sepihak terhadap Iran tak ubahnya dengan “terorisme ekonomi” yang dampaknya mengimbas semua pihak.

“Pemerintah AS melanggar kesepakatan-kesepakatan yang diakui oleh AS sendiri sebelumnya sehingga tidak dapat memaksa negara atau bangsa manapun ke meja perundingan. Statemen kami jelas, yaitu janji dibalas janji, kritikan dibalas kritikan, dan ancamanpun dibalas ancaman. Tak ada jalan kecuali dialog, tapi harus berdasarkan kesetaraan, kesefahaman, dan lawan dengan lawan.”

Sebelumnya, di forum yang sama Trump membuat pernyataan-pernyataan panas anti Iran dan bersumbar akan menerapkan sanksi-sanksi tambahan terhadapnya.

Trump berusaha menggerakkan khalayak dunia untuk mengisolasi Iran, menyokong keputusan AS keluar dari perjanjian nuklir Iran, dan mengkampanyekan boikot minyak Iran.

Dia mengatakan, “Kita tak dapat membiarkan pemerintahan yang meneriakkan ‘mampus Amerika’ dan mengancam akan memusnahkan Israel secara total memiliki jalan untuk meluncurkan hulu ledak nuklir.”

Tak cukup dengan itu, Trump getol membela Rezim Zionis Israel beserta seluruh kejahatannya di kawasan. Dia mengklaim bahwa konfliknya dengan Iran adalah karena negara republik Islam ini menjadi ancaman bagi Israel dan negara-negara kawasan.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Ali Shamkhani dalam jumpa pers di Teheran, ibu kota Iran, menegaskan Iran tidak akan berpartisipasi di level manapun dalam pertemuan-pertemuan yang melibatkan Trump.

Dia menilai ajakan Trump untuk dialog Iran dengan AS justru bagian dari modus AS dalam propaganda dan ekonomi terhadap Iran, dan diperoloknya pernyataan Trump oleh hadirin dalam sidang Majelis Umum PBB merupakan bukti bahwa Trump merupakan sosok yang melawan arus kebijakan berlevel global. (alalam)

Abbas Nyatakan Palestina Berada Dalam Situasi Tersulit

Ketua otoritas Palestina Mahmoud Abbas yang berkunjung ke New York, Amerika Serikat (AS), untuk mengikuti sidang ke-73 Majelis Umum PBB dalam pertemuan dengan warga Palestina di AS menyatakan Palestina sekarang berada dalam situasi tersulit.

“Masalah Palestina sekarang berada dalam situasi tersulit, namun kami tidak akan berputus asa. Kami akan tetap resisten sampai terwujudnya cita-cita pendirian negara merdeka Palestina dengan al-Quds sebagai ibu kotanya,” ungkap Abbas, seperti dilansir kantor berita Palestina, Samaa, Rabu (26/9/2018).

Dia menambahkan bahwa Presiden AS Donald Trump dengan melakukan tindakan-tindakan semisal mengakui al-Quds sebagai ibu kota Israel, memindah Kedubesnya untuk Israel dari Tel Aviv ke al-Quds, menghapus masalah pengungsi Palestina dari agenda perundingan, dan menghentikannya bantuannya kepada UNRWA telah membuat Trump keluar dari penengah proses perdamaian, dan karena itu harus digelar konferensi internasional mengenai perdamaian ini agar diambil tindakan internasional untuk pengawasan atas proses perdamaian.

Dia menambahkan, “Tindakan-tindakan berbahaya dari Tel Aviv, termasuk pembangunan permukiman Zionis dan kelanjutan agresinya terhadap Palestina tak boleh didiamkan lagi, dan berbagai upaya di semua tahapan untuk mendukung bangsa Palestina dan hak-haknya akan tetap berlanjut.”

Mahmoud Abbas juga mengingatkan masalah Masjid al-Aqsa dan Khan al-Ahmar, sebuah desa yang hendak dihancurkan oleh Israel.

Dia juga menyinggung upaya rekonsiliasi nasional Palestina dan menekankan upaya otoritas Palestina untuk mewujudkan persatuan Palestina demi melawan bahaya yang mengancam bangsa ini. (fars)

 

 

@Mujtahidd: Merasa Berdosa Dalam Perang Yaman, Puluhan Perwira Saudi Letakkan Jabatan

Aktivis media sosial pengguna akun terkenal @mujtahidd  dari Arab Saudi mengabarkan bahwa lebih dari 60 perwira Saudi dari pangkat mayor hingga mayor jenderal telah mengajukan surat pengunduran diri.

Akun yang diikuti oleh 2.11 juta netizen ini menjelaskan bahwa puluhan perwira itu mengajukan surat pengunduran diri sebagian karena merasa berdosa atas apa yang terjadi di Yaman, dan ada pula lantaran kuatir nama mereka tercantum dalam daftar buronan internasional atas kejahatan perang setelah PBB membuat pernyataan mengenai perang Yaman.

Namun demikian, lanjut @mujtahidd, sebagian besar pengunduran diri itu ditolak, dan Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman bahkan menganggap pengunduran diri itu sebagai kejahatan.

Belum lama ini Dewan HAM PBB membuat laporan perdananya mengenai perang Yaman. Dalam laporan ini terdapat tuduhan bahwa pasukan koalisi pimpinan Saudi melakukan pelanggaran undang-undang kemanusiaan internasional.

Para pakar Dewan HAM PBB menegaskan bahwa serangan udara pasukan koalisi itu telah menjatuhkan korban jiwa dalam jumlah besar dan berpotensi menyentuh level kejahatan perang. (alalam)

ISIS Sebar Rekaman Suara Ancaman Terhadap Iran

Juru bicara kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Rabu (26/9/2019), dalam sebuah rekaman suara yang diviralkan oleh akun Telegram para ekstremis dan berisi ancaman serangan lain setelah serangan teror yang menyasar parade militer di kota Ahwaz, Iran barat daya, pada Sabtu pekan lalu.

Juru bicara yang memiliki julukan Abul Hasan Muhajir itu dalam rekaman berdurasi 3 menit menyatakan, “Mereka (Iran) tidak bangkit dari ketakutan akan terkena serangan, dan tidak akan menjadi yang terakhir, dengan izin Allah. Serangan yang akan datang, dengan daya dan kekuatan Allah, akan lebih pintar dan pahit.”

Sebelumnya, ISIS mengaku bertanggungjawab atas serangan di kota Ahwaz yang menjatuhkan 24 korban tewas dan 70 korban luka tersebut. Namun, otoritas Iran menyatakan bahwa serangan yang juga menewaskan lima pelakunya itu dilakukan oleh kelompok pemberontak Iran yang didukung dan didanai oleh negara-negara asing.

Kementerian Keamanan Iran Senin lalu menyatakan aparat telah menangkap sebanyak 22 orang yang diduga terlibat serangan teror Ahwaz. (raialyoum/alalam)