Rangkuman Berita Timteng Kamis 26 Oktober 2017

israel avigdor liebermanJakarta, ICMES: Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman menyatakan Iran berusaha untuk menciptakan “chokehold” (seni bela diri mengapit dan mencekik leher lawan dengan lengan dan bahu) di sekitar Israel.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menegaskan lagi bahwa negaranya menolak mentah-mentah negosiasi dengan pihak manapun mengenai daya pertahanan Iran.

Pejabat Mesir Tarek Fahmi menyatakan pemerintah negara ini tidak mengekang faksi pejuang Palestina Hamas dalam menjalin hubungan dengan Iran.

Wakil Menlu Suriah Faisal Mekdad meminta Ankara menarik “pasukan pedudukan” Turki dari provinsi Idlib dan menghormati apa yang telah disepakati dalam Perjanjian Astana.

Pemerintah Swiss menyatakan bahwa kedutaan besarnya untuk Arab Saudi di Riyadh dan kedutaan besarnya untuk Iran di Teheran telah menandatangani dua kesepakatan untuk pemeranan Swiss sebagai penjaga kepentingan Saudi di Iran dan kepentingan Iran di Saudi.

Berita Selengkapnya:

Lieberman: Iran Berusaha Mengepung Israel

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman menyatakan Iran berusaha untuk menciptakan “chokehold” (seni bela diri mengapit dan mencekik leher lawan dengan lengan dan bahu) di sekitar Israel dengan membantu membangun kelompok Hizbullah dan kelompok-kelompok “teroris” di Jalur Gaza, termasuk Hamas.

“Kami tidak akan ragu barang sesaat untuk mencegah Iran tidak membangun chokehold ini,” katanya dalam pidato pada sebuah seremoni Pasukan Pertahanan Israel (SDF), Rabu (25/10/2017).

Lieberman juga berbicara kepada Hizbullah dan mengatakan bahwa Iran telah membangun organisasi ini selama bertahun-tahun, bersamaan dengan Jihad Islam di Jalur Gaza dan sekarang Hamas.

“Situasi di Suriah, yang dipimpin oleh Iran, adalah bagian dari chokehold yang sama…Usaha mereka untuk mendirikan pelabuhan angkatan laut, bandara militer dan pangkalan di Suriah untuk milisi yang terdiri atas tentara bayaran Syiah yang dibawa dari Afghanistan, Pakistan dan Irak adalah bagian dari usaha berbahaya yang sama yang ditujukan kepada kita,” paparnya.

Menteri Pertahanan Israel juga berbicara mengenai upaya diplomatik internasional untuk menjaga stabilitas di kawasan tersebut, namun mengatakan semua ini dilakukan tanpa mengabaikan persiapan militer IDF.

Dia mengakhiri pidatonya dengan mengingatkan, “Kami tidak akan ragu barang sejenak untuk mencegah orang-orang Iran membangun chokehold ini, bahkan jika kita harus melakukannya sendiri jika usaha lain tidak membuahkan hasil.” (jerussalemonline)

Ayatullah Khamenei Tegaskan Lagi Tak Ada Negosiasi Soal Rudal

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menegaskan lagi bahwa negaranya menolak mentah-mentah negosiasi dengan pihak manapun mengenai daya pertahanan Iran.

Pada acara wisuda mahasiswa akademi militer Iran, Rabu (25/10/2017), dia menegaskan, “Sebelumnya sudah kami nyatakan, dan hari ini kamu nyatakan pula bahwa kami tidak akan berunding atau tawar menawar mengenai daya pertahanan kami…  Problema kaum arogan (mustakbirin) sekarang ialah menjalarnya kekuatan Iran di kawasan, dan apa yang kita anggap sebagai kekuatan nasional malah dianggap oleh musuh sebagai faktor keresahan mereka. Karena itu mereka memerangnya.”

Dia menambahkan, “Mereka mengatakan kepada kita; ‘Mengapa kalian memiliki senjata pertahanan ini? Mengapa kalian membuatnya? Mengapa kalian melakukan riset?’ Kami mengatakan bahwa tidak akan bernegosiasi dengan musuh, atau melakukan tawar menawar mengenai apa yang menjamin kekuatan nasional kami.”

Sementara itu, Panglima Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Abdolrahim Mosavi pada acara yang sama menegaskan pihaknya akan senantiasa bahu membahu dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang dipandang oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai organisasi teroris.

“Angkatan bersenjata tidak akan berlepas dari IRGC sampai hancurnya basis-basis hegemoni dan musnahnya entitas Zionis secepat mungkin,” tegasnya. (alalam/rayalyoum)

Mesir Tidak Mengekang Hamas Soal Hubungan Dengan Iran

Pejabat Mesir Tarek Fahmi menyatakan pemerintah negara ini tidak mengekang faksi pejuang Palestina Hamas dalam menjalin hubungan dengan Iran.

Kepada koran al-Ghad milik Yordania, Rabu (25/10/2017), dia mengatakan bahwa Mesir akan mengundang semua faksi Palestina untuk melakukan dialog komprehensif sesama komponen Palestina di Kairo.

Pejabat yang mengikuti kinerja komisi perundingan Mesir-Palestina ini mengatakan, “Mesir memahami pergerakan Hamas menuju Iran, tidak akan menerapkan batasan dan kekangan apapun terhadapnya, sebagaimana hal ini juga tidak akan mempengaruhi kesepakatan rekonsiliasi maupun hubungan dengan Mesir.”

Fahmi menjelaskan bahwa kesepakatan rekonsiliasi Fatah-Hamas yang diteken di Kairo dengan mediasi pemerintah Mesir sekarang sedang dalam proses implementasi, dan Mesirpun sangat mengharapkan keberhasilannya.

“Kesefahaman antara dua gerakan ini (Fatah dan Hamas) berlanjut tanpa ada problema,” katanya. Dia lantas mengingatkan negara-negara Arab lain tidak mencampuri urusan rekonsiliasi Palestina ini agar tidak kandas di tengah jalan.  (rayalyoum)

Suriah Minta Turki Tarik “Pasukan Pendudukan” Dari Idlib

Wakil Menlu Suriah Faisal Mekdad meminta Ankara menarik “pasukan pedudukan” Turki dari provinsi Idlib dan menghormati apa yang telah disepakati dalam Perjanjian Astana.

“Ankara harus menghormati hasil-hasil perundingan Atsana, dan harus menarik pasukan pendudukan Turki dari Idlib,” katanya usai pertemuan dengan penasehat Pemimpin Besar Iran Ali Akbar Velayati di Teheran, ibu kota Iran, Rabu (25/10/2017).

Mengenai upaya Presiden Amerika Serikat (AS) menekan Iran, Mekdad mengatakan, “Seluruh dunia menolak kebijakan Trump, sepak terjang dan ambisinya terhadap Iran, dan dukungannya kepada kebijakan negara-negara petrodolar di kawasan dan kepada Rezim Zionis.”

Dia juga mengatakan bahwa kubu resistensi terus mencetak kemenangan dalam penumpasan terorisme dan pembelaan hak Iran memanfaatkan energi nuklir untuk tujuan damai.

Dia mengaku berkunjung ke Teheran dengan tujuan menguatkan hubungan bilateral dan menyampaikan ucapan selamat pemerintah dan rakyat Suriah kepada Iran.

Dia juga mengakui bahwa seandainya Iran tidak berbuat maka Suriah tidak akan mencetak kemenangan besar atas terorisme, dan berkat peran Iran pula posisi kubu resistensi sekarang semakin solid di Timteng.

Sementara itu, Iran dikabarkan membahas rencana mengadakan saluran TV khusus dengan nama “al-Alam Suriah”

“Telah dibahas pengadaan saluran Iran bernama ‘al-Alam Suriah’, yaitu saluran khusus mengenai Suriah, dan akan disiarkan dengan bahasa Arab dari Teheran,” ungkap sumber di lembaga Penyiaran Radio dan Televisi Iran (IRIB), Rabu. (rt)

Swiss Siap Menjadi Penjaga Kepentingan Timbal Balik Saudi-Iran

Pemerintah Swiss menyatakan bahwa kedutaan besarnya untuk Arab Saudi di Riyadh dan kedutaan besarnya untuk Iran di Teheran telah menandatangani dua kesepakatan untuk pemeranan Swiss sebagai penjaga kepentingan Saudi di Iran dan kepentingan Iran di Saudi.

Seperti diketahui, hubungan antara Saudi dan Iran terputus sejak awal Januari 2016. Pemerintah Swiss menyetujui peran itu, termasuk layanan konsuler, dalam pertemuan Rabu (25/10/2017).

Pemerintah Swiss menyatakan bahwa negara ini memiliki rekam jejak yang panjang dalam berperan sebagai penjaga kepentingan negara-negara lain, termasuk layanan konsuler dan terkadang misi diplomatik, di negara-negara yang putus hubungan satu sama lain ketika mereka memintanya.  (rt)