Rangkuman Berita Timteng Sabtu 26 Agustus 2017

iran brigjen abdolrahim mosaviJakarta, ICMES: Komandan baru Angkatan Bersenjata Iran, Brigjen Abdolrahim Mosavi, memberikan peringatan keras kepada Israel bahwa rezim Zionis penjajah Palestina ini bisa jadi akan musnah dalam jangka waktu 25 tahun ke depan.

Pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi menyatakan pihaknya berhasil menguasai arsenal strategis kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di kota Tal Afar, Irak utara.

Arab Suriah (SAA) terus bergerak maju membebaskan berbagai kawasan di bagian timur laut provinsi Homs sehingga kepungan mereka terhadap kawanan teroris ISIS menjadi semakin ketat.

Tim penyelidik militer Irak mengaku telah menemukan kuburan massal 500 korban kekejaman kelompok teroris ISIS di dekat sebuah penjara di dekat kota Mosul, Irak utara.

Berita selengkapnya;

Jenderal Iran: Israel Akan Musnah Dalam 25 Tahun Ke Depan

Komandan baru Angkatan Bersenjata Iran, Brigjen Abdolrahim Mosavi, memberikan peringatan keras kepada Israel bahwa rezim Zionis penjajah Palestina ini bisa jadi akan musnah dalam jangka waktu 25 tahun ke depan.

Mosavi menyatakan demikian dalam sebuah acara peringatan di kota Qom, Iran, Kamis (24/8/2017), setelah sebelumnya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Iran sebagai ancaman besar bagi kawasan Timteng.

Mosavi menegaskan, “Anasir kekuatan sekarang sudah berbeda, dan kekuatan berdasarkan jumlah, artileri, tank, dan rudal tak dapat dibandingkan dengan pentingnya aspek ini… Acuan kekuatan baru ialah kepemilikan tekad yang solid dan adanya orang-orang yang siap berkorban serta pemimpin bijaksana yang dapat mengidentifikasi kemaslahatan dengan cerdas dan cermat.”

Dia menambahkan, “Israel akan musnah dengan kuatnya tekad para mujahin yang mengemban semangat seperti semangat (Mohsen) Hojaji.”

Mohsen Hojaji adalah seorang perwira Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang dieksekusi dengan cara sadis oleh kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) beberapa waktu lalu.

Mousavi menyebut negaranya kebal serangan dan telah menjadi simbol perlawanan melawan hegemoni global.

“Setiap negara dapat memutuskan untuk berperang melawan Iran, tapi harus disadari bahwa Iran akan menjadi negara yang akan merancang hasil perang tersebut,” kata Mousavi.

Awal pekan ini Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Iran sedang mencoba melakukan “Lebanonisasi” Suriah.

“Kami tidak akan membiarkan mereka membuka front teror lagi,” kata Netanyahu. (isna/ jerusalemonline)

Relawan Irak Rebut Arsenal Strategis  ISIS Di Tal Afar

Pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Jumat (25/8/2017), menyatakan pihaknya berhasil menguasai arsenal strategis kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di kota Tal Afar, Irak utara.

“Brigade 11 al-Hashd al-Shaabi berhasil menguasai sebuah arsenal strategis DAESH (ISIS)  berisi perlengkapan perang dan pesawat nirawak di kota Tal Afar. Arsenal ini merupakan tempat ISIS menyimpan sejumlah besar perlengkapan perang serta puluhan pesawat nirawak dan rudal, ” ungkap al-Hashd al-Shaabi.

Sebelumnya, Media War Cell mengutip keterangan komandan operasi militer pembebasan kota Tal Afar Jenderal Abdul Amir Rashid Yarallah bahwa satuan-satuan pasukan lapis baja 35 dari Divisi 9 Lapis Baja dan Brigade 2 al-Hasdh al-Shaabi berhasil membebaskan distrik al-Urubah 1 dan terus berkontak dengan kawasan Hasan Kui dan distrik al-Urubah 1 serta mengibarkan bendera Irak di sejumlah bangunan di sana.

Pasukan Irak memulai operasi pembebasan Tal Afar bersandi “Qadimun, Ya Tal Afar” (Kami Datang, Wahai Tal Afar) dengan istruksi Perdana Menteri Irak Haider Abadi pada 20 Agustus lalu.

Pasukan Irak itu terdiri atas Angkatan Bersenjata, Pasukan Reaksi Cepat, Polisi Federal, dan pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi. (alsumarianews)

Tentara Suriah Perketat Kepungan Terhadap ISIS Di Homs

Arab Suriah (SAA) terus bergerak maju membebaskan berbagai kawasan di bagian timur laut provinsi Homs sehingga kepungan mereka terhadap kawanan teroris ISIS menjadi semakin ketat.

Berbagai sumber di medan pertempuran, Jumat (25/8/2017), menyatakan bahwa SAA dan sekutunya menggempur ISIS di kawasan Wadi al-Rabahiyah, Ber Abud, dan perbukitan al-Kuriyat di barat kota al-Sukhnah serta kawasan Wadi al-Harf di barat laut kota ini sehingga lingkaran kedua kepungan terhadap kawanan teroris ISIS di kawasan ini menjadi semakin ketat.

Kamis lalu, SAA dan sekutunya menguasai kawasan Gunung al-Dahik, Khirbah al-Tala, dan Wadi Abu Qillah di timur laut Homs serta menyempurnakan lingkaran kedua kepungan terhadap ISIS di kawasan ini.

Pasukan ini bergerak ke arah selatan hingga bertemua dengan rekan mereka yang berada di utara kota al-Sukhnah serta menyempurnakan kepungan terhadap ISIS di kawasan seluas sekira 2000 kilometer persegi.

Pada 18 Agustus lalu SAA dan sekutunya mengepung kawasan luas yang diduduki ISIS di bagian timur provinsi Homs dan Hama. Saat itu SAA dari dua arah di bagian timur provinsi Homs dan Hama bertemu satu sama lain sehingga untuk pertama kali mereka dapat mengepung ISIS di kawasan tersebut.

Kota al-Sukhnah di timur laut provinsi Homs berhasil dibebaskan dari pendudukan ISIS pada 15 Agustus lalu. (irna)

Tentara Irak Temukan Kuburan Massal 500 Korban Kekejaman ISIS Dekat Mosul

Tim penyelidik militer Irak mengaku telah menemukan kuburan massal 500 korban kekejaman kelompok teroris ISIS di dekat sebuah penjara di dekat kota Mosul, Irak utara.

Tim Investigasi Media Cell Security, Jumat (25/8/2017), merilis statemen menyatakan bahwa satu kuburan di dekat Penjara Badoush berisi mayat 470 tahanan yang dibantai ISIS, sementara kuburan lainnya berisi mayat 30 korban.

Seorang petugas keamanan mengatakan bahwa para korban sebagian besar adalah warga Muslim Syiah atau warga kelompok minoritas lain di kota Mosul.

Human Rights Watch (HRW) pada Maret lalu melaporkan bahwa ISIS telah mengeksekusi ratusan tahanan di Mosul dan mengubur mereka di sebuah kuburan massal yang bisa jadi terbesar yang pernah ditemukan di Irak.

Saksi mata mengatakan kepada organisasi HAM yang berbasis di New York, AS, ini bahwa para korban, termasuk beberapa anggota pasukan keamanan Irak, dieksekusi pada kurun waktu antara Juni 2014 dan Mei atau Juni 2015, dan mayat mereka dibuang di sebuah lubang pembuangan di sebuah lokasi di Mosul barat.

Direktur perwakilan HRW Timur Tengah, Lama Fakih, mengatakan bahwa para teroris juga telah memasang ranjau darat dan jebakan di kuburan massal dengan tujuan “memaksimalkan kerugian bagi orang Irak.”

Pasukan Irak menguasai situs tersebut pada pertengahan Februari 2017, dan pada 7 Maret HRW mengunjungi lokasi itu namun tidak dapat memeriksa kuburan tersebut akibat adanya ranjau darat. (presstv)