Rangkuman Berita Timteng Kamis 24 Mei 2018

iranian flag on broken wall and half usa united states of americJakarta, ICMES: Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan bahwa bangsa negara ini sama sekali tidak menggubris ancaman Amerika Serikat (AS).

Sekjen Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Laksamana Ali Shamkhani menegaskan bahwa negaranya akan terus melanjutkan proyek rudalnya.  Dia juga menyatakan  bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan berani menyerang Iran.

Wakil Menlu Suriah Faisal Mekdad menyatakan bahwa penarikan atau penetapan pasukan Iran dan Hizbullah di Suriah adalah urusan pemerintah Suriah sendiri sehingga tak dapat dipersoalkan oleh pihak lain.

Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon mengucapkan selamat kepada pemerintah dan rakyat Suriah atas kemenangan terbarunya dalam perang melawan teroris.

Parlemen Lebanon kembali memilih Nabih Berri sebagai ketuanya.

Berita selengkapnya;

Rouhani: Iran Tak Gubris Ancaman AS

Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan bahwa bangsa negara ini sama sekali tidak menggubris ancaman Amerika Serikat (AS). Senada dengan ini, Menlu Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan bahwa ancaman AS terhadap Iran belakangan ini hanyalah bagian dari kebiasaan lama AS.

Pernyataan Rouhani dan Zarif ini merupakan tanggapan atas pernyataan Menlu AS Mike Pompeo bahwa AS akan menerapkan sanksi “terkeras dalam sejarah” terhadap Iran, dan bahwa Iran harus berhenti menyokong para pejuang Palestina dan tidak lagi menghendaki kebinasaan Israel.

“Iran sama sekali tidak mempedulikan ancaman AS… Era retorika yang diandalkan Pompeo sudah berlalu, dan (pemerintah) Iran akan terus melangkah di jalannya dengan dukungan rakyatnya,” tegas Presiden Iran.

Sedangkan Menlu Iran mengatakan bahwa diplomasi AS hanyalah pengulangan “kebiasaan lama yang ilusif”.

“Washington mengulangi opsi-opsi salah yang sama, dan akan mendapatkan dampak buruk yang sama… Teheran akan terus bekerjasama dengan para mitranya untuk solusi pasca (keluarnya) AS (dari perjanjian nuklir Iran),” lanjut Zarif.

Menlu Iran mengingatkan Eropa agar serius pada komitmennya terhadap Iran terlebih setelah Menlu Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa kesepakatan komprehensif seperti yang digambarkan oleh AS terlampau sulit dikemukakan dan tidak akan berhasil.

Para mantan pejabat AS sendiri juga mengatakan bahwa obsesi Pompe tidaklah realistis dan lebih menyerupai ilusi.

Pompeo dalam pernyataan mengenai pendirian Presiden AS Donald  Trump  mengenai Iran menyebutkan beberapa tuntutan terhadap Iran yang dapat disimpulkan dalam beberapa poin sebagai berikut;

Pertama, menghentikan proyek rudal balistik kemudian menghancurkan semua arsenalnya.

Kedua, menghentikan dukungan kepada”teroris”, yaitu kelompok-kelompok bersenjata semisal Hizbullah di Lebanon, Hamas dan Jihad Islam di Palestina, dan relawan al-Hashd al-Shaabi di Irak.

Ketiga, berhenti campur tangan dalam berbagai konflik Timteng. Ini berarti bahwa Iran harus mengabaikan isu Palestina, Lebanon, Suriah dan Irak.

Keempat, keluar sepenuhnya dari Suriah dan menyudahi eksistensi militernya di negara ini.

(alalam/rayalyoum)

Laksamana Iran Nyatakan AS Tak Berani Serang Iran

Sekjen Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Laksamana Ali Shamkhani menegaskan bahwa negaranya akan terus melanjutkan proyek rudalnya.  Dia juga menyatakan  bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan berani menyerang Iran.

“Iran bukan saja tidak akan berunding dengan siapapun mengenai program rudalnya, melainkan juga akan terus memperkuat kemampuan rudalnya,” tegas Shamkhani dalam wawancara saluran Aljazeera yang berbasis di Qatar, Rabu (23/5/2018).

Menanggapi desakan AS agar Iran berhenti menyokong kelompok-kelompok pejuang di Timteng, dia menyatakan, “Kami akan terus menyokong Hamas, Jihad Islam, Hizbullah, dan Poros Resistensi di kawasan.”

Mengenai perang Yaman dia mengatakan bahwa Ansarullah (Houthi) menyambut baik usulan gencatan senjata di bulan suci Ramadhan, tapi Arab Saudi menolaknya.

Mengenai hubungan Iran dengan Saudi, Shamkhani memastikan negaranya siap memulai dialog konstruktif dengan Arab Saudi tanpa prasyarat apapun.

Sedangkan mengenai ancaman AS terhadap Iran dia bersumbar, “AS tidak akan berani melancarkan serangan militer terhadap Iran, dan sanksi ekonominya terhadap Iran akan gagal.”

Menanggapi pernyataan sebagian pejabat Rusia bahwa seluruh pasukan asing yang berarti mencakup pasukan Iran dan Hizbullah harus keluar dari Suriah, Shamkhani menegaskan, “Kami tidak akan keluar dari Suriah, dan keberadaan kami di negara ini tetap berlanjut atas kehendak pemerintah Suriah.”

Mengenai kemungkinan AS akan bertingkah di perairan Teluk Persia dia menegaskan, “Segala bentuk pelanggaran dan agresi AS tak syak lagi akan langsung mendapat balasan dari Iran.” (farsnews)

Damaskus Tanggapi Masalah Keberadaan Pasukan Iran Dan Hizbullah Di Suriah

Wakil Menlu Suriah Faisal Mekdad menyatakan bahwa penarikan atau penetapan pasukan Iran dan Hizbullah di Suriah adalah urusan pemerintah Suriah sendiri sehingga tak dapat dipersoalkan oleh pihak lain.

“Pemerintah Republik Arab Suriah telah mengundang pasukan sekutu dan sahabatnya untuk membantunya dalam perang melawan teroris. Mereka antara lain pasukan Rusia, Iran, para ahli Iran, dan saudara-saudara di Hizbullah. Semua pihak ini berkepedulian memerangi teroris, dan tidak melanggar kedaulatan dan kehormatan Republik Arab Suriah. Mereka bekerja dengan koordinasi sepenuhnya dengan pemerintah Suriah dalam perang melawan teroris,” ungkap Mekdad dalam wawancara dengan Sputnik milik Rusia, seperti dikutip al-Alam, Rabu (23/5/2018).

Wakil Menlu Suriah menambahkan, “Masalah ini (penarikan pasukan Iran dan Hizbullah dari Suriah) tak dapat diperdebatkan karena datang dalam konteks kedaulatan Republik Arab Suriah dalam menentukan siapa yang layak dan siapa yang tak layak untuk berada di wilayahnya. Karena itu hal tak dapat dipersoalkan dan kami tidak akan memperkenankan siapapun mempersoalkannya.”

Mengenai permintaan Rusia supaya semua pasukan asing keluar dari Suriah bersamaan dengan dimulainya proses politik Suriah, Mekdad mengatakan, “Saya tidak yakin bahwa yang dimaksud oleh kawan-kawan Rusia bersifat mutlak dan ditujukan kepada pasukan yang masuk ke Suriah secara sah dan disetujui oleh Republik Arab Suriah… Ini adalah hak Republik Arab Suriah semata, dan ini pula sikap yang dinyatakan oleh Rusia.”

Dia juga menegaskan, “Pasukan yang masuk ke Suriah tanpa sepengetahuan pemerintah Suriah adalah pasukan pendudukan sekaligus pasukan yang secara langsung menyokong teroris di Suriah.” (rayalyoum)

Hizbullah Ucapkan Selamat Atas Kemenangan Tentara Suriah di Selatan Damaskus

Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon mengucapkan selamat kepada pemerintah dan rakyat Suriah atas keberhasilan tentara Suriah membebaskan kawasan Hajar Aswad dan kamp pengungsi Palestina Yarmouk yang semula menjadi basis terakhir kawanan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di kawasan sekitar Damaskus, ibu kota Suriah.

Dalam statetemennya yang dirilis Rabu (23/5/2018) Hizbullah memuji keberanian, kebrilianan dan semangat pengorbanan para perwira dan prajurit Pasukan Arab Saudi (SAA) dan sekutunya dalam mencetak kemenangan baru ini.

Hizbullah menilai kemenangan SAA dan sekutunya atas ISIS di kawasan tersebut sebagai kemenangan besar karena dapat mengamankan sepenuhnya kota Damaskus dan sekitarnya dari gangguan para teroris, selain juga merupakan kemenangan baru bagi Poros Resistensi dalam perjuangannya membebaskan seluruh wilayah Suriah dari serangan para agresor. (alalam)

Nabih Berri Terpilih Ke-6 Kalinya Sebagai Ketua Parlemen Lebanon

Parlemen Lebanon dalam sidang pada hari Rabu (23/5/2018) yang merupakan sidang pertama pasca pemilu yang dimenangi oleh kelompok Hizbullah dan sekutunya kembali memilih Nabih Berri, 80 tahun, untuk ke-6 kalinya berturut-turut sebagai ketuanya.

Berri yang merupakan sekutu utama Hizbullah adalah satu-satunya calon ketua parlemen, posisi menjadi peruntukan kelompok Syiah di Lebanon. Berri mengantongi 98 dari total 128 suara anggota parlemen.

Dengan demikian, Berri akan menjabat sebagai ketua parlemen Lebanon hingga empat tahun ke depan sehingga kedudukannya di posisi ini sejak 1992 akan genap tiga dekade.

Dalam pemilu belakangan ini gerakan Amal yang dipimpin Berri bersama Hizbullah meraih 26 dari total 27 kursi yang dikhususkan untuk kalangan Syiah di parlemen Lebanon. (rayalyoum)