Rangkuman Berita Timteng Kamis 23 November 2017

Syeikh Yusuf Qaradawi pada sesi pembukaan Konferensi Internasional Al-Quds ke-7 di Aljazair, Maret 2007 (Reuters)

Syeikh Yusuf Qaradawi pada sesi pembukaan Konferensi Internasional Al-Quds ke-7 di Aljazair, Maret 2007 (Reuters)

Jakarta, ICMES: Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir yang sudah sekian bulan memblokade Qatar telah menambah dua ormas Islam dunia dan 11 tokoh dalam daftar teroris .

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) berhasil dikalahkan oleh para pemuda mukminin di Timteng berkat pertolongan Allah SWT melalui keajaiban revolusi Islam Iran.

Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayjen Mohammad Ali Jafari menegaskan bahwa Rezim Zionis Israel sekarang bukan lagi rezim yang dapat mengancam Iran, dan jika sampai terjadi perang baru maka hasilnya adalah kemusnahan rezim penjajah Palestina ini dari geopolitik.

Saad Hariri menyatakan menunda pengunduran dirinya dari jabatan perdana menteri Lebanon dengan alasan untuk merespon permintaan presiden negara ini, Michel Aoun.

Berita selengkapnya;

Kubu Saudi Cantumkan “Persatuan Ulama Muslimin Internasional” Dalam Daftar Teroris

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir yang sudah sekian bulan memblokade Qatar telah menambah dua ormas Islam dunia dan 11 tokoh dalam daftar teroris .

Kantor berita resmi Arab Saudi, SPA, Rabu (22/11/2017), menyebutkan bahwa dua ormas Islam yang baru dimasukkan dalam daftar organisasi dan tokoh teroris itu adalah “Majelis Islam Internasional (International Islamic Council/IIC)” dan “Persatuan Ulama Muslimin Internasional (International Union of Muslim Scholars/IUMS)”.

IUMS adalah organisasi yang didirikan pada tahun 2004 dengan pimpinan ulama tersohor berdarah Mesir yang tinggal di Qatar, Syeikh Yusuf Qaradawi.  Anggota ormas ini antara lain ulama Saudi Salman Al-Awdah yang ditangkap di Saudi pada September lalu, ulama Tunisia Rached Ghannouchi yang memimpin partai Ennahda, dan ulama Maroko Ahmed Raissouni.

Menurut  SPA, pencatuman nama-nama baru dalam daftar teroris ini adalah dalam rangka mewaspai dan memerangi terorisme, dan dua ormas tersebut merupakan dua organisasi teroris yang bekerja untuk menyebar terorisme melalui retorika keislaman dan menggunakan retorika ini untuk memudahkan berbagai kegiatan teror.

Sedangkan 11 tokoh itu dicatat oleh empat negara tersebut sebagai orang-orang yang telah melancarkan berbagai aksi teror yang didukung langsung oleh Qatar antara lain dengan membekali mereka paspor dan menempatkan mereka di lembaga-lembaga berkedok sosial untuk memudahkan gerakan mereka.

Empat negara pemblokade Qatar itu menegaskan bahwa pemerintah Doha mendukung, mengayomi, dan mendanai terorisme, mempromosikan ekstemisme, menebar ujaran kebencian, dan sampai sekarang belum menempuh tindakan kongkret untuk menghentikan aktivitas terorisme.

Kubu Saudi ini menegaskan bahwa langkah dan ketetapan ini diambil dalam rangka komitmen dan konsistensi mereka untuk memerangi terorisme, mengeringkan sumber-sumber pendanaan terorisme, memerangi radikalisme dan pemberantasan alat propaganda dan penyebarannya, serta menggalang tindakan kolektif untuk memeranginya dan melindungi masyarakat dari gangguannya. (rt/reuters)

Ayatullah Khamenei: Kekalahan ISIS Adalah Kekalahan Amerika Di Timteng

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) berhasil dikalahkan oleh para pemuda mukminin di Timteng berkat pertolongan Allah SWT melalui keajaiban revolusi Islam Iran. Bersamaan dengan ini Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa negara-negara pengusung terorisme sekarang membuat rencana-rencana baru untuk membuat kekacauan lagi Timteng.

Dalam kata sambutan pada pertemuan peringatan pekan mobilisasi  di Iran, Rabu (22/11/2017), dia menjelaskan bahwa apa yang dilakukan musuh-musuh Iran selama ini tak lain adalah menjauhkan kawasan Timteng dari faham dan semangat muqawamah (resistensi anti AS dan Israel) yang dikobarkan oleh revolusi Islam Iran.

“Republik Islam, yakni kalian, wahai pemuda, berhasil mengalahkan mustakbir AS di kawasan… Semua upaya yang mereka kerahkan dan semua rencana yang mereka buat adalah untuk menjauhkan kawasan ini dari pemikiran revolusi dan resistensi, tapi segala sesuatunya telah berbalik,” tegasnya.

Dia menambahkan, “Musuh menggunakan metode antara lain menebar frustasi di tengah para pemuda, dan sebagian orang telah menjadi corong musuh dan menyebar anggapan di tengah masyarakat bahwa mereka (musuh) tak dapat dilawan. Mengapa mereka tak bisa dilawan? Republik Islam telah melawan keserakahan musuh dan selalu menang. Bangsa Iran berhasil mencampakkan rezim kerajaan yang pernah sekian lama menjadi pohon keji di negara ini, padahal saat itu AS, Eropa, dan rezim-rezim reaksioner di kawasan menyokong rezim ini.”

Ayatullah Khamenei memastikan bahwa kekalahan ISIS adalah kekalahan AS di Timteng.

“Kita telah mengalami dan menyaksikan sendiri betapa kita memiliki kekuatan. Kalian telah menyaksikan konspirasi susul menyusul yang diciptakan AS, Zionis, rezim-rezim reaksioner Arab, dan lain-lain. Semua konspirasi ini berhasil diatasi dan dienyahkan dengan kekuatan dan keperkasaan Republik Islam. Salah satu konspirasi itu terwujud dalam bentuk kelompok takfiri dan tak berprikemanusiaan ISIS yang, alhamdulillah, yang telah berhasil dienyahkan dan ditamatkan eksistensinya berkat kepedulian para pemuda, para ksatria mukmin, dan semua orang yang percaya kepada muqawamah,” terangnya.

Dia juga menyatakan bahwa sebagian negara jiran Iran semula tidak percaya dapat berbuat demikian, tapi sekarang mereka telah terjun ke lapangan, berhasil, dan baru percaya.

“Demikianlah pesan revolusi (Islam Iran) sampai ke level rakyat dan telinga mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani dalam pertemuan puncak segi tiga Iran, Rusia, dan Turki di kota Sochi, Rusia, Rabu, memastikan bahwa negara-negara yang telah membidani terorisme kini sedang berencana membangkitkan krisis-krisis baru di kawasan, dan Iran merupakan negara yang pertama kali memenuhi panggilan rakyat Suriah dalam menghadapi kelompok-kelompok teroris takfiri.

Dia juga menegaskan bahwa fondasi ISIS telah runtuh, sedangkan kelompok-kelompok teroris lain juga sedang dalam perjalanan menuju kehancuran. (alalam)

IRGC: Perang Mendatang Akan Memusnahkan Israel

Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayjen Mohammad Ali Jafari menegaskan bahwa Rezim Zionis Israel sekarang bukan lagi rezim yang dapat mengancam Iran, dan jika sampai terjadi perang baru maka hasilnya adalah kemusnahan rezim penjajah Palestina ini dari geopolitik.

Dalam pidato pada momen peringatan pekan mobilisasi Iran, Rabu (22/11/2017), dia mengatakan bahwa kehancuran para teroris takfiri dan tersudutnya Amerika Serikat (AS) kawasan Timteng merupakan suatu perubahan di Timteng berkenaan dengan sisa usia Rezim Zionis.

“Sekarang, baik kawan maupun lawan, tahu persis bahwa rezim Israel bukan berada di level yang dapat menjadi ancaman, dan perang baru bagaimanapun akan menyebabkan kehancuran rezim ini dari geopolitik,” tegas Jafari.  (alalam)

Hariri Tunda Pengunduran Dirinya

Saad Hariri menyatakan menunda pengunduran dirinya dari jabatan perdana menteri Lebanon dengan alasan untuk merespon permintaan presiden negara ini, Michel Aoun.

Dalam pidato di istana kepresiden di Beirut usai pertemuan dengan Aoun dia mengatakan, “Hari ini saya sudah mengajukan pengunduran diri saya kepada Yang Mulia Presiden Aoun, namun beliau menginginkan saya untuk menunda penyerahannya dan menahannya demi meningkatkan perundingan mengenai sebab dan latar belakang politiknya sehingga sayapun merespon keinginan ini.”

Dia melanjutkan, “Pada hari ini kita bertemu untuk menunjukkan kesetiaan kepada Lebanon dan pada momen peringatan kemerdekaan ini (saya) patut berterima kasih atas simpati dan hasratnya yang kuat untuk persatuan nasional serta penolakannya keluar dari persatuan dalam kondisi bagaimanapun… Beliau berharap partisipasi kongkret segenap pihak untuk membantu membangun negara ini.”

Seperti diketahui, di awal bulan ini Hariri telah berkunjung ke Saudi, dan saat berada di Riyadh pada tanggal 4 November dia tiba-tiba mengejutkan khalayak dengan mengumumkan pengunduran dirinya sembari menyudutkan Iran dan Hizbullah. Tak lama kemudian beredar laporan-laporan bahwa dia di Riyadh ditahan dan mendapat tekanan agar membuat pernyataan tersebut.

Berbagai pihak, termasuk Presiden Lebanon serta pemerintah Rusia dan Perancis mengancam akan mengangkat masalah ini ke Dewan Keamanan PBB. Hariri kemudian pergi ke Perancis sebelum akhirnya pulang ke Beirut pada Rabu dini hari (22/11/2017) dan pada hari itu pula dia mengikuti perayaan HUT kemerdekaan Labanon di Beirut bersama Presiden Aoun dan ketua parlemen Nabih Berri. (alalam/rayalyoum)