Rangkuman Berita Timteng Kamis 22 Maret 2018

tentara suriah di east ghoutaJakarta, ICMES: Pasukan Yaman berhasil merontokkan jet tempur F-15 milik Arab Saudi di angkasa provinsi Sa’dah di bagian utara Yaman.

Ssekira 1500 militan serta 6000 orang anggota keluarga mereka akan direlokasi dari kota Harasta di kawasan Ghouta Timur, provinsi Damaskus, ke provinsi Idlib di Suriah utara.

Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk Suriah di Hmeimim, Suriah, menyatakan sebanyak lebih dari 86,000 orang telah meninggalkan kawasan Ghouta Timur, provinsi Damaskus, sejak dibukanya jalur kemanusian.

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyatakan bahwa negaranya berhasil mengandaskan rencana kotor Amerika Serikat (AS) di kawasan Timteng serta mematahkan tulang punggung kawanan teroris yang didukung oleh AS dan Israel.

Selengkapnya:

Pasukan Yaman Rontokkan Jet Tempur F-16 Arab Saudi

Pasukan pertahanan udara tentara Yaman dan Komite Rakyat yang berafiliasi dengan kelompok Ansarullah (Houthi) menyatakan pihaknya berhasil merontokkan jet tempur F-15 milik Arab Saudi di angkasa provinsi Sa’dah di bagian utara Yaman, Rabu sore (21/3/2018).

Sumber militer kepada TV al-Masirah milik Ansarullah mengatakan, “Jet tempur yang tertembak di angkasa Sa’dah itu adalah jenis F-15 yang saat itu sedang membom kawasan permukiman di provinsi ini.”

Ketua Dewan Tinggi Revolusi Mohammad Ali al-Houthi mengucapkan selamat kepada pasukan pertahanan udara Yaman atas keberhasilan ini dan berharap akan terus meraih kemenangan di medan laga.

Jubir Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Sharaf Ghalib Luqman mengatakan bahwa keberhasilan menghancurkan jet tempur F-15 buatan Amerika Serikat ini merupakan babak baru pertahanan setelah tiga tahun agresi pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap Yaman.

Dia menambahkan bahwa peristiwa ini merupakan prestasi baru tentara dan Komite  Rakyat yang menjadi pesan bagi musuh mengenai apa yang akan terjadi pada tahun keempat agresi tersebut.

Menurutnya, tentara dan Komite Rakyat terus menjalankan misinya mengembangkan dan memroduksi senjata pencegah, terutama yang berkaitan dengan modernisasi sistem pertahanan udara dan teknologi pemantauan demi melindungi udara Yaman dari pelanggaran jet tempur musuh.

“Yaman kini memiliki kekuatan militer yang membuatnya mampu menghadapi teknologi modern AS di udara dan darat, dan ini akan terungkap melalui berbagai keberhasilan menyasar pasukan musuh dan posisi-posisi strategis mereka dalam waktu dekat,” ungkap Luqman.

Dia juga mengingatkan bahwa selanjutnya posisi-posisi strategis perekonomian Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, baik yang menetap maupun yang bergerak, akan menjadi sasaran serangan pasukan Yaman.

Pasukan pertahanan udara Yaman pada 8 Januari lalu juga telah merontokkan jet tempur F-15 milik pasukan koalisi Arab di angkasa Sanaa, ibu kota Yaman, dengan rudal darat ke udara. Selain itu, pada 7 Januari lalu pasukan Yaman juga telah merontokkan jet tempur Panavia Tornado buatan Inggris di angkasa provinsi Sa’ah. (alalam)

Ribuan Militan Di Suriah Akan Direlokasi Dari Ghouta Timur Ke Idlib Tanpa Senjata

Media perang kelompok pejuang Hizbullah Lebanon menyatakan bahwa sekira 1500 militan serta 6000 orang anggota keluarga mereka akan direlokasi dari kota Harasta di kawasan Ghouta Timur, provinsi Damaskus, ke wilayah lain yang dikuasai kubu oposisi di provinsi Idlib di Suriah utara.

Media perang Hizbullah di halaman Twitternya, Rabu (21/3/2018), menjelaskan bahwa mereka akan direlokasi mulai hari ini, Kamis (22/3/2018), dengan pengawasan lembaga Bulan Sabit Merah Suriah sesuai kesepakatan pihak terkait dengan kawanan militan di Ghouta Timur.

Mereka akan direlokasi dalam dua tahap, pertama dilakukan hari ini dan kedua akan dilakukan pada Jumat besok.

Sebelumnya, Reuters mengutip pernyataan sumber oposisi Suriah bahwa telah dicapai kesepakatan antara kelompok Ahrar Sham yang menguasai kota Harasta di satu pihak dan pemerintah Suriah di pihak lain dengan media Rusia untuk pengeluaran sekelompok militan di kota itu ke Idlib serta peletakan senjata mereka atas diperkenankannya mereka melintasi jalur aman menuju kawasan lain di Idlib yang dikuasai oleh militan oposisi.

Dalam kesepakatan ini pemerintah Suriah juga menyetujui pemberian amnesti  kepada orang-orang yang ingin tetap tinggal di Harasta.

Seorang pejabat yang mengetahui jalannya perundingan yang memakan waktu beberapa hari itu mengatakan, “ Telah dicapai kesepakatan yang mungkin akan diterapkan segera setelah diumumkannya gencatan senjata pada hari Rabu.” (rayalyoum)

86,000 Keluar Dari Ghouta Timur Sejak Jalur Kemanusiaan Dibuka

Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk Suriah di Hmeimim, Suriah, menyatakan sebanyak lebih dari 86,000 orang telah meninggalkan kawasan Ghouta Timur, provinsi Damaskus, sejak dibukanya jalur kemanusian.

Ketua pusat tersebut,Mayjen Yuri Yevtushenko, Rabu (21/3/2018), mengatakan, “Sejak dibukanya jalur kemanusiaan sebanyak 86,123 orang telah meninggalkan Ghouta Timur dengan bantuan Pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Suriah.”

Dia menambahkan bahwa selama 24 jam lalu sebanyak 5,178 orang berhasil keluar dari Ghouta Timur melalui jalur al-Wafideen.

Dalam peristiwa lain, Observatorium Suriah untuk HAM, Rabu, melaporkan bahwa sebanyak 62 tentara Suriah dan kelompok bersenjata sekutunya terbunuh akibat serangan kelompok teroris ISIS di distrik al-Qadam di selatan Damaskus, Selasa lalu.

“Jumlah korban tewas meningkat menjadi 62 orang yang sebagian besar adalah anggota Komite Rakyat pendukung pemerintah,” ungkap Direktur Eksekutif SOHR Rami Abdulrahman kepada AFP.

Menurut SOHR, sisa-sisa ISIS masih bercokol di distrik al-Qadam yang telah dibebaskan oleh tentara Suriah pada pertengahan pekan lalu setelah ratusan teroris Hayat Tahrir Sham alias Jabhat al-Nusra dan kelompok Ajnad Sham direlokasi ke provinsi Idlib. (rt/rayalyoum)

Ayatullah Khamenei: Iran Berhasil Mengandaskan Rencana Kotor AS Di Timteng

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyatakan bahwa negaranya berhasil mengandaskan rencana kotor Amerika Serikat (AS) di kawasan Timteng serta mematahkan tulang punggung kawanan teroris yang didukung oleh AS dan Israel.

Hal ini dia tegaskan dalam pidato dan kata sambutan tahun baru kalender Iran ketika berziarah ke makam Imam Ali Ridha di kota Masyhad, Rabu (21/3/2018).

“AS menciptakan kelompok-kelompok teroris seperti Daesh (ISIS) di kawasan sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian publik dari rezim Zionis (Israel). AS tidak ingin atau tidak dapat menjamin keamanan Timteng, ”ujarnya di hadapan lautan peziarah.

Dia menilai negara-negara Barat telah gagal membangun keamanan dan stabilitas di Afghanistan, sedangkan Iran menawarkan bantuan kepada negara-negara regional berdasarkan itikad baik.

Dia juga menilai Iran telah berhasil membersihkan banyak bagian Timteng dari eksistensi teroris tanpa mencampuri urusan internal negara lain.

“Iran tidak pernah berusaha mencampuri  urusan internal negara lain,” katanya.

Mengenai prestasi Iran pasca revolusi Islam tahun 1979 dia mengatakan, “Revolusi Islam bergerak maju dengan kuat dan penuh semangat sembari mempertahankan slogan dan prinsip-prinsip fundamentalnya. Tahun ke-40 revolusi (sejak kemenangan) adalah usia kedewasaan dan vitalitas, bukan kepikunan dan kemunduran, ”ungkapnya.

Dia menambahkan, “Iran memiliki kapasitas besar dan luas masih belum dimanfaatkan.”

Dia juga menegaskan, “Bangsa Iran telah mampu memenuhi prinsip utama Revolusi Islam. Revolusi kami menggulingkan dominasi kekuatan kolonial atas Iran … Sebelum Revolusi Islam, pemerintah di Iran dikuasai oleh pihak asing.” (alalam/presstv)