Rangkuman Berita Timteng Kamis 21 Juni 2018

mohammad al-bukhairi di bandara hudaydahJakarta, ICMES: Kelompok pejuang Ansarullah Yaman memublikasi video keberadaannya tepat di depan gedung utama Bandara Internasional Hudaydah untuk membantah klaim pasukan koalisi pimpinan Saudi telah menguasai bandara ini.

Para petinggi militer Rezim Zionis Israel berencana mengajukan berbagai opsi hingga level politik untuk disetujui demi memulihkan ketentraman di front selatan Jalur Gaza.

Sekjen Persatuan Suriah, Fajr Zaidan, menyatakan Amerika Serikat (AS) berusaha menjalankan lagi konspirasi bom kimia sebagaimana pernah dilakukannya di Khan Sheykhun dan Ghouta Timur.

Pasukan Arab Suriah (SAA) berhasil bergerak maju menggempur kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di sejumlah titik kawasan sahara Badian Suriah di bagian tengah negara ini setelah sekian Minggu mendapat serangan beruntun dari teroris.

Berita selengkapnya:

Saudi Klaim Kuasai Bandara Hudaydah, Ansarullah Tayangkan Video Bantahan

Anggota biro politik gerakan Ansarullah (Houthi) dan anggota Majelis Permusyawaratan Yaman Mohammad al-Bukhaiti melalui saluran al-Alam milik Iran telah memublikasi video keberadaannya tepat di depan gedung utama Bandara Internasional Hudaydah, Rabu (20/6/2018).

“Hari ini saya ingin menyampaikan pesan bahwa sama sekali tidak benar apa yang ramai dikabarkan di media musuh, baik Sky News maupun Alarabiya, bahwa mereka (kubu Saudi) kemarin, 19 Juni, telah menguasai Bandara Hudaydah. Sama sekali tidak demikian,” ungkap al-Bukhaiti dalam video tersebut.

Publikasi video ini tak pelak membuktikan kebohongan klaim pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi yang dilansir oleh berbagai media Arab bahwa mereka telah menguasai bandara tersebut. Sebab, meskipun kubu Saudi sejak Selasa lalu telah berulang kali melontarkan klaim tersebut namun sampai sekarang tak pernah disertai dengan dokumentasi video.

Pemimpin Ansarullah Abdel Malik al-Houthi dalam sebuah statemennya, Rabu, menegaskan bahwa seluruh kawasan pantai barat Yaman “masih bebas kecuali bagian sepele di antaranya” dan bahwa bandara Hudaydah “masih ada di tangan para pejuang gagah berani tentara dan Komite Rakyat di Yaman”.

Dia menambahkan bahwa pasukan koalisi pimpinan Saudi sengaja mengumbar klaim-klaim palsu dengan tujuan mengelabui orang-orang yang tak memiliki akses informasi yang akurat. (alalam)

Israeli Pelajari Upaya Pembunuhan Para Politisi HAMAS

Para petinggi militer Rezim Zionis Israel berencana mengajukan berbagai opsi hingga level politik untuk disetujui demi memulihkan ketentraman di front selatan Jalur Gaza, sebagaimana dilaporkan saluran 2 TV Israel, Rabu malam (20/6/2018).

Saluran itu menambahkan bahwa opsi itu antara lain; menghabisi nyawa para aktivis HAMAS dan bahkan para petinggi gerakan perlawanan bersenjata Palestina ini; dan melancarkan operasi militer secara terbatas maupun luas di Jalur Gaza yang sudah 12 tahun diblokade Israel.

Menurut saluran 2, para petinggi militer Israel mempelajari opsi-opsi itu dan berniat mengusungnya hingga ke level politik, usai rapat evaluasi para perwira tinggi Israel yang dihadiri oleh kepala staf umum militer Gadi Eizenkot.

Disebutkan pula bahwa para pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menhan Evigdor Lieberman mulai berkeyakinan bahwa HAMAS berusaha menyeret mereka kepada perang babak baru.

Netanyahu, Lieberman, dan Eizenkot dalam pernyataan terpisah yang dilansir media Israel, Rabu, bersumbar akan meningkatkan reaksi Israel jika serangan mortir, roket, dan bom layang-layang dari Jalur Gaza masih berlanjut.

Pada 14-15 Mei lalu pasukan Israel telah membunuh lebih dari 120 warga Palestina yang ikut serta dalam aksi The Great March of Riturn di daerah perbatasan Jalur Gaza-Israel (Palestina pendudukan 1948).

Militer Israel mengaku telah menyerang 25 sasaran di Gaza pada Selasa dan Rabu malam (19-20/6/2018) sebagai reaksi atas serangan roket orang-orang Palestina di Gaza. Sumber-sumber Israel mengklaim ada sekitar 30 tembakan, termasuk beberapa roket, dari Gaza ke wilayah selatan Israel pada malam hari namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa dan materi.

Sekjen PBB António Guterres beberapa hari lalu menyatakan prihatin atas perkembangan situasi di Jalur Gaza dan mengingatkan resiko pecahnya perang baru antara Israel dan Palestina. (rayalyoum)

AS Gagal Membuat Lagi Konspirasi Bom Kimia

Sekjen Persatuan Suriah, Fajr Zaidan, menyatakan Amerika Serikat (AS) berusaha menjalankan lagi konspirasi bom kimia sebagaimana pernah dilakukannya di Khan Sheykhun dan Ghouta Timur untuk mencemarkan nama baik pemerintah dan tentara Suriah di mata dunia.

Zaidan menyatakan hal tersebut kepada Sputnik milik Rusia, Rabu(20/6/2018), sembari menyerukan agar upaya keji AS itu diantisipasi sedapat mungkin oleh semua pihak, termasuk oleh kalangan oposisi.

Menurutnya, Rusia berhasil memonitoring dan menyingkap rencana AS untuk menebar isu baru yang menyasar citra pemerintah dan tentara Suriah sebagaimana skenario isu bom kimia Khan Sheykhun dan Ghota Timur, “tapi kali ini tidak akan seperti sebelumnya, karena semua pihak akan menghadapinya.”

Zaidan mengimbau kepada semua pihak oposisi Suriah untuk mengeluarkan statemen bersama yang mengajak kepada persatuan untuk melawan sepak terjang AS tersebut, “karena sasarannya pertama adalah rakyat Suriah sendiri sebelum kemudian Pasukan Arab Suriah dituduh sebagai pelaku kejahatan ini.”

“Siapapun pemimpin dan oposisi yang menolak penandatanganan statemen ini akan menjadi musuh utama bagi setiap rakyat Suriah, sebab mereka selalu mengaku melawan pemerintah demi rakyat. Jadi, ini merupakan kesempatan bagi kalian untuk membela rakyat di depan rencana-rencana AS yang menyasar mereka, terlepas dari soal apakah mereka mendukung atau tidak mendukung pemerintah,” seru Zaidan.

Zaidan kemudian mengimbau pemerintah Suriah menempuh upaya-upaya diplomatik secara resmi dan masif demi menggagalkan rencana kotor AS tersebut.

Sebelumnya di hari yang sama Jubir Kemlu Suriah Maria Zakharova, mengatakan, “Ada persiapan-persiapan provokasi baru untuk serangan kimia di Suriah lalu mereka menuduh Damaskus.”

Dia juga mengatakan bahwa pasukan Suriah dan sekutunya telah mendapat serangan di kawasan Abu Kamal namun Washington menepis dugaan bahwa serangan itu dilakukan oleh AS. (alalam)

Tentara Suriah Bergerak Menggempur ISIS Di Badiah Setelah Sekian Minggu Diserang

Pasukan Arab Suriah (SAA) berhasil bergerak maju menggempur kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di sejumlah titik kawasan sahara Badian Suriah di bagian tengah negara ini setelah sekian Minggu mendapat serangan beruntun dari teroris.

“Sejak beberapa hari lalu pasukan pemerintah melancarkan serangan balik ke posisi-posisi para jihadis di Badiah Suriah, terutama kawasan di timur kota Palmyra (Tadmur) di bagian timur provinsi Homs,” ungkap Direktur Eksekutif Observatorium Suriah untuk HAM, Rami Abdulrahman, Rabu (20/5/2018).

Dia menambahkan bahwa dalam gerak maju itu SAA berhasil menguasai daerah Hamimah di dekat perbatasan antara provinsi Homs (tengah) dan provinsi Deir Ezzor (timur).

“Jet tempur Rusia memberikan dukungan secara terbatas dalam operasi di kawasan itu,” lanjutnya.

ISIS masis menguasai kawasan luas di timur Palmyra, dan banyak anggotanya bersembunyi di kawasan gurun yang membentang hingga selatan kota Abu Kamal di bagian timur provinsi Deir Ezzor.

Kantor berita Suriah, SANA, melansir pernyataan sumber militer yang membenarkan adanya pergerakan maju SAA di kawasan Badiah Suriah.

Sumber anonim itu mengatakan, “Satuan-satuan SAA terus melanjutkan operasi militernya terhadap kawanan teroris ISIS di Badiah Suriah di timur Tadmur.”

Dia menambahkan bahwa SAA berhasil menguasai kawasan seluas 25000 kilometer persegi dan mencapai wilayah perbatasan Irak-Suriah.

Kawasan gurun menjadi tempat paling nyaman bagi para teroris untuk bersembunyi dan menyerang setelah mereka kalah perang dan kini bercokol hanya di sekira 3% wilayah Suriah dengan posisi-posisi yang terpencar di antara Badiah Suriah, bagian timur provinsi Deir Ezzor, dan bagian selatan negara ini. (rayalyoum)