Rangkuman Berita Timteng, Kamis 18 Mei 2017

tentara suriah di daraaJakarta, ICMES: Pertempuran  antara tentara Suriah dan sekutunya di satu pihak dan kelompok-kelompok pemberontak dan teroris di sisi lain berkobar sejak Rabu pagi dan tercatat sebagai yang tersengit selama penerapan gencatan senjata di sejumlah “zona de-eskalasi”.

Kerajaan Arab Saudi mengingatkan Iran  bahwa tiga pertemuan puncak yang akan diselenggarakan di Riyadh pada 20-32 Mei mendatang dalam kunjungan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Saudi akan “mengubah aturan permainan.”

23 warga sipil, beberapa di antaranya perempuan dan anak kecil, meninggal dunia terkena serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap kawasan dekat kota Taiz di barat daya Yaman.

Pasukan koalisi internasional anti-ISIS pimpinan Amerika Serikat menepis laporan bahwa jet tempurnya telah melancarkan serangan yang menewaskan sekira 40 warga sipil di Suriah.

Berita selengkapnya;

Pertempuran Tentara Suriah Melawan Pasukan Oposisi Berkobar Di Daraa

Pertempuran  antara tentara Suriah dan sekutunya di satu pihak dan kelompok-kelompok pemberontak dan teroris di sisi lain berkobar sejak Rabu pagi (17/5/2017), dan tercatat sebagai yang tersengit selama penerapan gencatan senjata di sejumlah kawasan “zona de-eskalasi”.

Lembaga Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) dalam keterangan persnya, Rabu, menyebutkan bahwa pertempuran terjadi di sejumlah kawasan di bagian barat kota Daraa. Tentara Suriah telah meluncurkan tujuh rudal yang diduga dari darat ke darat, dan melepaskan sedikitnya 25 peluru mortir dan roket.

SOHR juga menyatakan beberapa helikopter telah menjatuhkan delapan bom barel serta beberapa jet tempur juga telah melancarkan 10 kali serangan rudal yang semuanya diarahkan ke kota Daraa.

Lembaga yang berbasis di Inggris namun aktif memantau perkembangan situasi perang Suriah itu menambahkan bahwa tiga kombatan teroris tewas, satu di antaranya komandan aliansi teroris Hayat Tahrir Sham, dan diduga juga terdapat satu korban tewas di pihak tentara Suriah dan sekutunya.

Sumber militer Suriah mengatakan serangan roket teroris telah menewaskan satu warga sipil, melukai enam orang lainnya, dan menyebabkan terjadinya kebakaran di sejumlah bangunan.

Kelompok pemberontak menuding tentara Suriah melanggar gencatan senjata demi mendapat konsesi dalam konferensi Jenewa babak ke-6 yang dihadiri delegasi pemerintah dan delegasi pemberontak.

Mereka mengklaim tentara pemerintah melanggar perjanjian Astana dan berusaha maju ke beberapa titik yang dikuasai kubu pemberontak di kawasan al-Manshiyah, Daraa, dalam operasi serangan yang dimulai Rabu pagi.

Dalam perundingan yang diselenggarakan di Astana, Kazakhstan, pada tanggal 3-4 Mei lalu pemerintah dan pemberontak Suriah di bawah pengawasan segi tiga Rusia, Iran dan Turki sepakat untuk mengadakan kawasan de-eskalasi di sejumlah kawasan dengan masa berlaku enam bulan. Kesepakatan ini diterapkan sejak 6 Mei di sejumlah kawasan yang telah disepakati yaitu provinsi-provinsi Idlib, Hama, Homs serta kawasan Ghouta Timur dan bagian selatan negara ini.

Sementara itu, kawanan teroris ISIS melancarkan serangan besar-besaran terhadap beberapa posisi tentara Suriah di sekitar kota Deir el-Zor, Suriah timur, namun mendapat reaksi sengit dari tentara Suriah hingga tak kurang dari 28 teroris tewas dan 30 lainnya luka-luka.

Satu unit tank, dua mobil pengangkut personil yang dilengkapi peluru artileri 23 mm hancur, dan dua bom mobil disita oleh tentara Suriah. (rayalyoum/sana)

Saudi Ingatkan Iran Bahwa Pertemuan Puncak Trump Akan “Ubah Aturan Main”

Kerajaan Arab Saudi menyatakan bahwa tiga pertemuan puncak yang akan diselenggarakan di Riyadh pada 20-32 Mei mendatang dalam kunjungan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Saudi akan “mengubah aturan permainan.”

Dalam waktu dekat ini Saudi akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) dan tiga pertemuan puncak lain Trump dengan Raja Saudi Salman Bin Abdulaziz, dengan para pemimpin negara-negara Arab Teluk, dan dengan para pemimpin negara-negara Arab dan Islam.

Pernyataan Saudi tersebut dilaporkan oleh situs khusus pertemuan puncak Arab Islam – AS yang baru diluncurkan oleh pemerintah Saudi, dan menurut Ray al-Youm pernyataan itu merupakan pesan tersendiri yang ditujukan kepada Iran.

Para pengamat menyebutkan bahwa tema pembicaraan pertemuan-pertemuan puncak Trump di Saudi akan mengarah pada apa yang disebut Saudi dan sekutunya “campur tangan Iran” dalam urusan regional Timteng.

Seperti diketahui, pada 3 Januari 2016 Saudi memutus hubungan diplomatiknya dengan Iran menyusul serangan para demonstran terhadap Kedutaan Besar Saudi untuk Iran di Teheran. Para demonstran saat itu berunjuk rasa mengutuk hukuman mati Saudi terhadap ulama Muslim Syiah Saudi Syeikh Nimr al-Nimr.

Hubungan Riyadh dengan Teheran juga memburuk akibat sejumlah peristiwa lain terutama program nuklir Iran dinilai Saudi mengancam keamanan kawasan, dukungan Teheran kepada Damaskus dalam perang Suriah, dan dukungannya kepada gerakan Ansarullah dalam perang Yaman.

Dalam beberapa hari terakhir Raja Salman telah melayangkan undangan kepada sejumlah pemimpin negara agar menghadiri pertemuan puncak Arab Islam – AS. Dia juga mengundang semua pemimpin negara Arab Teluk Persia agar menghadiri pertemuan ini maupun pertemuan puncak GCC –AS, dan kemudian kantor berita Saudi, SPA, melaporkan bahwa akan digelar pula perundingan lain antarnegara Teluk.

Kunjungan Trump ke Saudi akan menjadi kunjungannya yang pertama ke negara-negara Teluk sejak menjabat sebagai Presiden AS pada 20 Januari lalu, dan dari Saudi dia akan bertolak ke Israel dan Italia sehingga safarinya ini juga akan menjadi safari perdananya ke luar negeri yang dimulai dengan mendatangi negara Arab atau Islam. (rayalyoum)

Saudi “Salah Sarang”, 23 Warga Sipil Yaman Terbunuh

Gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman menyatakan sebanyak 23 warga sipil, beberapa di antaranya perempuan dan anak kecil, meninggal dunia terkena serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap kawasan dekat kota Taiz di barat daya Yaman.

Sumber militer lain yang dekat dengan kubu pendukung presiden tersingkir Yaman, Abd Rabbuh Mansour Hadi, menyatakan 20 warga sipil terbunuh akibat salah sasaran.

Dilaporkan bahwa serangan udara itu menerjang sebuah mobil yang mengangkut warga sipil di sebuah daerah yang berjarak sekira 60 km dari Taiz, ibu kota provinsi yang juga menggunakan nama yang sama.

Di antara puluhan korban itu terdapat enam anak kecil yang mayatnya hangus hingga tak dikenali identitasnya, dan serangan ini terjadi terhadap kawasan yang dikuasai oleh Ansarullah. Para korban adalah warga yang baru pulang belanja dari sebuah pasar.

Pihak pasukan koalisi pimpinan Saudi belum memberikan komentar mengenai serangan ini. Peristiwa ini terjadi beberapa hari menjelang kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Arab Saudi. AS merupakan negara sekutunya Saudi yang telah membekali Saudi dengan banyak senjata, termasuk yang digunakan di Yaman.

Saudi dan sekutunya yang melancarkan invasi militer ke Yaman sejak Maret 2015 sampai sekarang dan sudah berulangkali melancarkan serangan udara yang korbannya adalah warga sipil sehingga membangkitkan kecaman internasional. (saba)

Koalisi Internasional Bantah Serang Puluhan Warga Sipil Di Suriah

Pasukan koalisi internasional anti-ISIS pimpinan Amerika Serikat (AS), Rabu (17/5/2017), menepis laporan bahwa jet tempurnya Senin lalu, (15/5/2017), telah melancarkan serangan yang menewaskan sekira 40 warga sipil di kota Abu Kamal, provinsi Deir al-Zor, yang dikuasai ISIS di Suriah timur.

Pasukan koalisi juga menyatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan mengenai dugaan jatuhnya korban sipil dalam serangan udara di provinsi Raqqa di Suriah utara di mana ibu kotanya yang juga bernama Raqqa sampai sekarang masih menjadi basis kawanan teroris ISIS.

Di pihak lain, Observatorium Suriah untuk HAM melaporkan bahwa 62 orang, 42 di antaranya warga sipil, terbunuh akibat serangan “jet-jet tempur pasukan koalisi internasional” terhadap kota Abu Kamal pada Senin lalu. Lembaga yang berbasis di Inggris ini merinci bahwa di antara puluhan korban tewas itu terdapat 11 anak kecil dan 14 pengungsi Irak.

Pasukan koalisi internasional menyatakan kepada AFP bahwa pada 14 – 15 Mei lalu beberapa jet tempurnya telah melancarkan serangan udara terhadap kawasan “dekat Abu Kamal” dengan target minyak ISIS yang berjarak sekira 50 km dari kota ini.

Pasukan koalisi menjelaskan bahwa puluhan korban sipil yang jatuh itu bukan di kawasan tersebut melainkan di dalam kota Abu Kamal sendiri. Karena itu, pasukan koalisi balik menuding negara-negara lain sebagai pelaku serangan itu namun tidak menyebutkan nama. (rayalyoum)