Rangkuman Berita Timteng Kamis 13 September 2018

perang di hudaydah yamanJakarta, ICMES: Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman menyatakan pihaknya telah menghadang “salah satu serangan terbesar” pasukan loyalis mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ke kawasan Kilometer 16 di provinsi Hudaydah.

Komandan Pusat Komando Amerika Serikat (AS) Jenderal Joseph Votel menyerukan kepada negara-negara Arab kawasan Teluk Persia agar mengesampingkan perselisihannya satu sama lain dan menyatukan barisan untuk menghadapi “ancaman” Iran dan kelompok-kelompok ekstremis.

Pasukan Arab Suriah (SAA) melancarkan serangan terbatas ke beberapa kawasan di provinsi Idlib dan sekitarnya.

Israel mengungkap rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk penempatan para pengungsi Palestina di sejumlah negara Timteng.

Berita selengkapnya;

Ansarullah Hadang Serangan Besar Ke Hudaydah, Puluhan Personil Pasukan Lawannya Tewas

Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman menyatakan pihaknya telah menghadang “salah satu serangan terbesar” pasukan loyalis mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ke kawasan Kilometer 16 di provinsi Hudaydah, Rabu (12/9/2018).

Kementerian Pertahanan Yaman dari pihak Ansarullah di Sanaa, ibu kota negara ini, dalam sebuah statemennya menegaskan, “Para pejuang dari kalangan tentara dan Komite Rakyat hari ini telah mematahkan salah satu serangan terbesar musuh untuk menguasai desa-desa dan lahan-lahan pertanian di timur laut Bandara Hudaydah sebagai upaya mencapai Kilometer 16.”

Ansarullah menjelaskan bahwa musuhnya berusaha bergerak maju dengan dukungan beberapa helikopter Apache dan jet tempur F-16 yang telah melancarkan lebih dari 50 kali serangan udara dengan penerbangan yang intensif, namun puluhan personil pasukan musuh itu tewas dan luka serta berbagai jenis peralatan tempur mereka hancur.

Sumber militer Ansarullah menyebutkan sebanyak 16 peralatan tempur lawannya, termasuk 8 unit mobil lapis baja Oshkosh buatan Amerika Serikat yang masing-masing mengangkut beberapa “pasukan bayaran”, hancur.

Ansarullah menyatakan bahwa sedikitnya 15 orang, termasuk satu anak kecil, tewas dan 20 lainnya luka akibat serangan pasukan koalisi, dan ambulan tak dapat menjangkau para korban akibat gencarnya serangan udara.

Media koalisi Arab mengklaim bahwa kawasan Kilometer 16 yang menghubungkan provinsi Hudaydah dengan ibu kota Sana telah dikuasai oleh pasukan koalisi. Namun klaim ini segera dibantah oleh saluran TV al-Alam milik Iran yang telah mengirim wartawannya ke sana, mengambil gambar di berbagai lokasi di kawasan strategis tersebut serta mewancara pasukan Ansarullah dan penduduk yang ada di sana.

Al-Alam melaporkan bahwa musuh Ansarullah sudah lebih dari lima hari berusaha menguasai kawasan itu, namun sekarang berubah dari posisi ofensif ke posisi defensif serta terfokus pada serangan udara untuk mengamankan posisi-posisinya yang digempur oleh tentara Yaman dan pasukan Ansarullah.

Salah seorang pejuang Ansarullah mengatakan bahwa kubu Saudi melakukan kebohongan publik ketika mengaku telah menguasai Kilometer 16 dan sekitarnya hingga Kilometer 5.

“Yang mengatakan bahwa mereka telah mencapai Kilometer 16 adalah para  pendusta. Kami sekarang berada di Kilometer 16, dan telah menyiapkan ini,” serunya sembari menunjukkan senjata granat berpeluncur roket, RPG.

Al-Alam menyebutkan bahwa gambar-gambar video yang telah diambilnya di kawasan itu secara gamblang mengungkap kebohongan publik media pasukan koalisi pimpinan Saudi. (rt/alalam)

Militer AS Serukan Persatuan Arab Untuk Melawan Iran

Komandan Pusat Komando Amerika Serikat (AS) Jenderal Joseph Votel menyerukan kepada negara-negara Arab kawasan Teluk Persia agar mengesampingkan perselisihannya satu sama lain dan menyatukan barisan untuk menghadapi “ancaman” Iran dan kelompok-kelompok ekstremis.

Pada sesi pembukaan konferensi militer yang dihadiri oleh para komandan militer negara-negara Arab Teluk, termasuk Qatar, serta Yordania dan Mesir di Kuwait Rabu (12/9/2018), Votel mengatakan, “Ada dua ancaman kontinyu di kawasan ini; aktivitas Iran yang mengacaukan stabilitas, dan organisasi-organisasi ekstremis.”

Dia menekankan “keharusan penguatan dan pemaduan kekuatan kita untuk kepentingan keamanan nasional bersama kita” dan  menyerukan “peningkatan semua sisi lain”.

Hubungan Qatar terputus dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir sejak 5 Juni 2017. Empat negara ini memboikot Qatar setelah menuduhnya sebagai negara yang mensponsori organisasi-organisasi ekstemis di Timteng, dan Qatar pun membantahnya.

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Qatar juga menghadiri konferensi tersebut.

Pada akhir Juli lalu Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait Khalid al-Jarallah menyatakan negaranya sedang mempelajari gagasan AS untuk mendirikan sebuah koalisi strategis di Timteng dengan misi menghadang perluasan pengaruh Iran di kawasan ini. (rt)

SAA Lancarkan Serangan Terbatas Ke Idlib

Pasukan Arab Suriah (SAA) melancarkan serangan terbatas ke beberapa kawasan di provinsi Idlib dan sekitarnya, Rabu (12/9/2018).

Sejak beberapa pekan lalu SAA mengerahkan pasukan dan peralatan tempur ke kawasan sekitar Idlib di Suriah barat laut sebelum terjadi eskalasi akibat pemboman yang juga melibatkan jet tempur Rusia pada pekan lalu, namun kembali menurun dalam tiga hari terakhir.

Observatorium Suriah untuk HAM menyebutkan bahwa serangan roket terjadi pada dini hari Rabu ke distrik Tamanua dan sekitarnya di pinggiran selatan provinsi Idlib setelah terjadi serangan serupa pada pertengahan malam di sekitar distrik Murk di provinsi Hama.

Dilaporkan bahwa lebih dari 4000 personil SAA dan sekutunya telah tiba ke sisi utara provinsi Aleppo bersama peralatan tempur mereka sejak awal bulan ini, sementara kelompok-kelompok bersenjata oposisi dan teroris memperkuat pertahanan atas posisi masing-masing.

Kelompok teroris Hayat Tahrir al-Sham alias Jabhat al-Nusra menguasai sebagian besar provinsi Idlib, sementara SAA berada di sisi timur laut provinsi ini. Al-Nusra dan kelompok-kelompok bersenjata lain juga bercokol di kawasan-kawasan perbatasan antarprovinsi, tepatnya disisi barat Alepo, sisi utara provinsi Hama, dan sisi utara Latakia.

PBB mencatat lebih dari 30,000 orang mengungsi dari sisi selatan dan barat daya Idlib serta sisi utara dan barat laut dan barat daya Hama hingga Ahad lalu akibat meningkatnya ketegangan. Naun, AFP melaporkan terjadi penurun jumlah pengungsi secara signifikan pada Rabu kemarin setelah serangan udara terhenti. (raialyoum)

Israel Ungkap Rencana Trump Untuk Penempatan Pengungsi Palestina Di Negara Lain

Menteri Intelijen dan Komunikasi Israel Yisrael Katz mengungkap sebuah rencana yang dicanangkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk penempatan para pengungsi Palestina di sejumlah negara Timteng.

“Saya menyambut baik prakarsa Presiden AS Donald Trump untuk penempatan para pengungsi Palestina di Yordania, Suriah, Lebanon, dan Irak,” ungkap Katz di halaman Twitter resminya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai prakarsa itu.

Menurut Katz, para pemimpin Arab dan Palestina memanfaatkan isu pengungsi sebagai alat untuk meninggikan “tuntutan zalim” mereka mengenai kepulangan para pengungsi Palestina dan “upaya menghancurkan Israel.”

“Ada baiknya (masalah pengungsi Palestina ini) tersebunyi dari dunia,” lanjutnya.

Sehari sebelumnya para menteri luar negeri Arab dalam pertemuan mereka di Kairo, Mesir, menegaskan bahwa masalah Palestina merupakan isu sentral dunia Arab. Mereka juga menekankan pentingnya peranan lembaga Bantuan dan Pekerjaan PBB  untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) yang kini menghadapi krisis keuangan akibat keputusan AS menghentikan pendanaan untuk lembaga ini.

Negara-negara Arab menentang penempatan para pengungsi Palestina di negara-negara lain dan menuntut penyelesaian konflik Palestina-Israel berdasarkan prakarsa damai Arab yang mencanangkan pendirian negara merdeka Palestina dengan ibu kota al-Quds Timur. (rt)