Rangkuman Berita Timteng Kamis 12 April 2018

trump dan putinJakarta, ICMES: Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat memandang Presiden Suriah Bashar al-Assad dan bertanggungjawab atas apa yang disebut AS sebagai serangan bom kimia terhadap militan oposisi di kota Douma.

Presiden Suriah Bashar Assad menegaskan bahwa pemecah belahan dan eskalasi radikalisme di tengah umat Islam merupakan senjata yang paling diandalkan musuh-musuh umat ini.

Brigade Asyura Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) berjanji akan membalas serangan Israel terhadap pangkalan T-4 di provinsi Homs, Suriah.

Kelompok teroris ISIS dilaporkan sedang menggeliat di Suriah dan digerakkan oleh Amerika Serikat (AS) bersamaan dengan gencarnya ancaman AS dan negara-negara Barat terhadap Suriah.

Selengkapnya:

Tegang, AS Ancam Akan Merudal Suriah, Rusia Nyatakan Akan Melawan

Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) memandang Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Rusia selaku sekutu Suriah bertanggungjawab atas apa yang disebut AS sebagai serangan bom kimia terhadap militan oposisi di kota Douma, GhoutaTimur, provinsi Damaskus, Suriah, dan bahwa Trump masih mempelajari reaksi terhadapnya.

Jubir Gedung Putih Sarah Sanders dalam jumpa pers Rabu (11/4/2018) mengatakan, “Presiden melimpahkan tanggungjawab atas serangan itu kepada Assad dan Rusia.” Saat ditanya mengenai bentuk reaksi AS dia mengatakan bahwa semua opsi tersedia bagi AS namun belum diambil keputusan final.

Sehari sebelumnya Trump di halaman Twitternya mengancam dengan pernyataan bahwa “rudal-rudal akan datang” ke Suriah.  Dia mengingatkan Rusia bahwa “rudal-rudal baru dan pintar” akan berdatangan untuk menghajar Suriah.

“Rusiamengatakan akan menembak jatuh semua rudal yang ditembakkan ke Suriah. Bersiaplah Rusia, karena rudal pintar akan berdatangan. Kalian seharusnya tidak bersekutu dengan binatang pengguna gas, yang menewaskan rakyatnya,” ancam Trump.

Menhan AS James Mattis menyatakan kesiapannya untuk mengajukan opsi-opsi militer kepadaTrump, dan menyebutkan bahwa negaranya “masih mengevaluasi” data-data terkait serangan yang dituduhkan itu.

Menanggapi ancaman ini Rusia melalui Jubir Kemlunya, Maria Zakharova, menyatakan, “Rudal-rudal pintar itu seharusnya diarahkan kepada teroris, bukan kepada pemerintahan sah yang sudah bertahun-tahun menghadapi sejumlah kelompok teroris internasional di wilayahnya.”

Pemerintah Suriah menyebut ancaman itu “eskalasi bodoh” karena mengandalkan “tuduhan palsu”.

Dubes Rusia untuk Libanon Alexander Zasypkin memastikan negaranya bukan hanya akan merontokkan rudal AS yang ditembakkan ke Suriah, melainkan juga akan menyasar lokasi peluncuran rudal itu.

“Jika ada serangan Amerika maka… misil-misil itu akan ditembak jatuh, dan bahkan sumber dari mana misil itu berasal juga akan diserang,” katanya kepada TV al-Manar milik Hizbullah.

Sebelumnya, Kremlin mengingatkan bahwa “tindakan yang tak beralasan akan dapat menggoyang situasi rapuh di kawasan.” Sedangkan Trump menyatakan, “Hubungan kami dengan Rusia sekarang lebih buruk daripada sebelumnya, termasuk dalam Perang Dingin.” (washingtonpost/independent/rayalyoum)

Di Depan Para Ulama Dari Berbagai Negara, Assad Sebutkan Senjata Utama Musuh

Presiden Suriah Bashar Assad menegaskan bahwa pemecah belahan dan eskalasi radikalisme di tengah umat Islam merupakan senjata yang paling diandalkan musuh-musuh umat ini.

“Senjata utama yang digunakan oleh musuh-musuh kita ialah penebaran perpecahan, penguatan radikalisme, penciptakan keretakan pemikiran dan keagamaan di tengah masyarakat yang satu,” ungkap Assad saat menyambut para delegasi peserta Muktamar Persatuan Umat di Damaskus, seperti dilansir SANA, Rabu (11/4/2018).

Dia menegaskan bahwa persatuan umat Islam yang berdiri di atas atas keragaman dan bersandar pada esensi agama cukup untuk melindungi umat Islam dari rencana-rencana Barat untuk melemahkan mereka.

Dia menilai Muktamar Persatuan Umat dan peranan alim ulama dalam menghidupkan dialog di antara mereka, lembaga-lembaga besar keagamaan, generasi muda, dan khalayak umum sangatlah penting karena mereka dewasa ini menghadapi upaya-upaya intensif pemisahan antara identitas nasional dan identitas keagamaan serta pengabain terhadap realitas bahwa seluruh umat Islam dari satu akar yang sama.

Sementara itu, para peserta muktamar menegaskan bahwa pertemuan di Damaskus ini adalah untuk menegaskan keberpihakan para ulama dan bangsa-bangsa Muslim kepada Suriah, terlebih ketika negara ini berdiri solid dan berani menghadapi badai ancaman AS dan Barat.

Mereka juga mengucapkan selamat kepada rakyat, tentara, dan para pemimpin Suriah atas kemenangan-kemenangan besar yang telah dicapai negara ini.

“Kemenangan final dalam menghadapi perang teroris sudah dekat, dan Suriah akan tetap bertahan sebagai negeri Islam yang moderat  dalam menghadapi pemikiran radikal,” ungkap mereka.

Muktamar Persatuan Umat ini dihadiri oleh para ulama dan cendikiawan Muslim dari Indonesia, Mesir, Tunisia, Maroko, Irak, Lebanon, Turki, India, dan Afghanistan. (rayalyoum/alalam)

IRGC Ancam Balas Serangan Israel Ke Suriah

Komandan Brigade Asyura Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Abedin Khorram berjanji akan membalas serangan Israel terhadap pangkalan T-4 di provinsi Homs, Suriah.

Seperti dilaporkan kantor berita Fars milik Iran, di sela-sela prosesi pemakaman Akbar Zavar Jannati, salah seorang tentara Iran yang terbunuh akibat serangan itu, Khorram menegaskan, “Musuh, Zionis, hendaknya mengetahui bahwa pembalasan atas kejahatan penumpahan darah suci Syahid Zavar dan lain-lain akan dilakukan pada saatnya yang tepat dengan pasti dan cermat.”

Dia menambahkan bahwa kaum Zionis Israel bukan saja gagal mewujudkan mimpinya mendirikan Israel Raya dari Nil hingga Furat, melainkan juga sudah terkepung dari front Palestina dan Palestina.

Media Israel melaporkan bahwa Israel menerapkan status siaga setelah ada laporan bahwa rezim penjajah Palestina ini melancarkan serangan udara ke Suriah akhir pekan lalu.

Di pihak lain, seperti dilansir koran Maariv milik Israel seorang petinggi militer Zionis mengomentari ancaman Iran dengan mengatakan, “Jika Iran bergerak terhadap Israel dari wilayah Suriah maka Assad dan militernya akan membayar harganya.”

Dilaporkan pula bahwa petinggi Israel mengingatkan Iran agar tidak mencoba menyerang Israel.

“Kami mengimbau Iran untuk tidak bertindak demikian karena Israel bertekad untuk melakukannya hingga tuntas,” ungkapnya.

Penasehat pemimpin besar Iran urusan internasional, Ali Akbar Velayati, yang akan berkunjung ke Damaskus mengatakan, “Kejahatan Israel yang menyasar lanud militer T-4 tidak akan berlalu tanpa balasan.” (rayalyoum)

AS Mengancam Suriah, ISIS Menggeliat

Kelompok teroris ISIS dilaporkan sedang menggeliat di Suriah dan digerakkan oleh Amerika Serikat (AS) bersamaan dengan gencarnya ancaman AS dan negara-negara Barat terhadap Suriah.

Obervatorium Suriah untuk HAM (SOHR), Rabu (11/4/2018), melaporkan bahwa ISIS sedang membentengi posisi-posisinya dan memulihkan barisannya di selatan Damaskus, ibu kota Suriah, dan bahkan melancarkan serangan baru terhadap tentara Suriah di Badiyah Mayadeen di barat Sungai Furat di bagian timur provinsi Deir Ezzor.

Dilaporkan pula bahwa terjadi pertempuran sengit tentara Suriah melawan ISIS di Badiyah Abu Kamal serta kawasan sekitar Deir Ezzor dan selatan Damaskus.

Menurut SOHR, serangan-serangan terbaru itu menunjukkan bahwa ISIS masih sanggup melancarkan serangan, berinisiatif, dan menjatuhkan korban sebanyak mungkin pada barisan tentara Suriah dan sekutunya.

Kantor berita Suriah, SANA, Selasa lalu melaporkan bahwa pasukan koalisi pimpinan AS masih berusaha menghimpun sisa-sisa ISIS di kawasan timur Suriah dengan tujuan membentuk milisi-milisi baru dengan nama-nama baru untuk mencuri dan menjarah kekayaan Suriah.

Mengutip keterangan penduduk di bagian selatan Hasakah, SANA melaporkan bahwa pada Senin malam lalu telah terjadi pendaratan beberapa helikopter AS untuk merelokasi warga negara asing yang menjadi komandan ISIS dari kawasan Tel Shair di selatan kota Shadadi menuju kawasan lain sejauh 20 kilometer. (rt)