Rangkuman Berita Timteng Jumat 7 September 2018

israel suplai senjata ke pemberontak suriahJakarta, ICMES: Jerussalem Post menghapus artikelnya yang memberitakan pernyataan kalangan militer Israel bahwa tentara negara Zionis ini telah menyuplai senjata dan dana kepada para pemberontak Suriah di kawasan Golan.

Israel mengancam akan menggempur Lebanon beserta fasilitas infrastrukturnya dalam perang mendatang antara Israel dan kelompok pejuang Hizbullah.

Wakil Menteri Pertahanan Iran menyatakan negaranya sukses mengujicoba sistem pertahanan udara canggih buatannya yang dinamai “Bavar 373”, dan akan meluncurkan satelit lagi.

Liga Arab menyambut gembira keputusan Paraguay mengembalikan Kedubesnya untuk Israel dari Al-Quds (Yerussalem) ke Tel Aviv, dan menyebut keputusan ini sesuai dengan ketentuan internasional.

Pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi mengakui adanya korban sipil dalam operasi militernya di bagian barat Yaman.

Berita selengkapnya;

Jerussalem Post Hapus Berita Pengakuan Suplai Senjata Israel Kepada Pemberontak Suriah

Jerussalem Post menghapus artikelnya yang memberitakan pernyataan kalangan militer Israel bahwa tentara negara Zionis ini telah menyuplai senjata dan dana kepada para pemberontak Suriah di kawasan Golan.

Berita itu dipublikasi oleh media Israel tersebut pada Selasa lalu (4/9/2018) dengan judul: “IDF (Pasukan Pertahanan Israel, red.) Mengkonfirmasi: Israel Menyediakan Senjata Ringan Untuk Pemberontak Suriah.”

Dalam berita ini disebutkan bahwa untuk pertama kalinya militer mengaku telah memberikan dana, senjata, dan amunisi kepada militan yang beraktivitas di wilayah Suriah di dekat perbatasan Israel. Artikel ini dihapus tak lama setelah dipublikasi, namun masih bisa dilacak dengan menggunakan cache Google.

IDF menyatakan enggan berkomentar tentang laporan itu, dan Jerusalem Post belum menanggapi pertanyaan mengapa artikel itu diabaikan.

Israel sudah lama dicurigai menyuplai senjata untuk kelompok-kelompok militan yang beroperasi di wilayah perbatasan dengan harapan dapat membuat “zona penyangga” terhadap Hizbullah dan pasukan Iran yang beroperasi di Suriah selatan. Damaskus sebelumnya mengklaim bahwa senjata yang disita dari kelompok-kelompok militan di Golan memiliki prasasti Ibrani.

The Wall Street Journal tahun lalu melaporkan bahwa Israel “secara rutin memasok” pemberontak Suriah dengan uang tunai untuk “membantu membayar gaji dan membeli amunisi dan senjata.” Militer Israel menolak untuk mengkonfirmasi laporan itu sembari mengaku berkomitmen “memberikan bantuan kemanusiaan kepada orang-orang Suriah yang tinggal di daerah tersebut. ”

Keleompok bersenjata Fursan al-Joulan adalah satu di antara sedikitnya tujuh kelompok diyakini telah menerima senjata dari Israel. Kelompok ini juga dilaporkan telah berpartisipasi dalam operasi Israel untuk mengevakuasi ratusan anggota kelompok kontroversial Helm Putih Helm dari Suriah. Kelompok ini juga diyakini telah menerima lebih dari $ 5.000 per bulan dari Israel. (rt/raialyoum)

Israel Ancam Gempur Tentara Lebanon Dalam Perang Mendatang Melawan Hizbullah

Seorang petinggi militer Israel melontarkan ancaman bahwa negara Zionis ini akan menggempur Lebanon beserta fasilitas infrastrukturnya dalam perang mendatang antara Israel dan kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon.

Petinggi di komando utara Israel yang meminta agar identitasnya dirahasiakan itu menganggap tentara Lebanon sudah dikuasai oleh Hizbullah sehingga Israel tidak akan membedakan antara keduanya jika terjadi perang lagi.

“Pembedaan yang pernah kami lakukan antara Hizbullah dan Lebanon dalam perang Lebanon yang kedua (tahun 2006) adalah keliru. Kami tidak akan melakukan pembedaan ini seperti ini lagi dalam perang mendatang. Kami akan menyerang Lebanon dan segala fasilitas infrastrukturnya yang andil dalam perang. Seandainya saya harus memilih antara menyerang Lebanon dan memisahkan antara Lebanon dan Hizbullah maka saya memilih menyerang Lebanon,” paparnya koran Haaretz, Kamis (6/9/2018).

Dia menambahkan, “Hizbullah telah mengembangkan kemampuan dalam operasi pertempurannya di Suriah. Mereka mendapatkan rasa percaya diri dalam pertempuran, tapi sejauh ini mereka tak sanggup menyusup ke wilayah Israel dan menguasai tanah.”

Dia menilai Hizbullah tidaklah merasa bahwa sekarang berada di babak baru konflik, dan pernyataan Sekjennya, Sayyid Hassan Nasrallah, “tidaklah mencerminkan niatnya yang sesungguhnya.”

“Nasrallah masih tinggal dalam bunker dan ketakutan akibat perang Lebanon kedua,” klaimnya.

Dia melanjutkan, “Di sisi lain, mereka tahu persis bahwa tantangan yang mereka hadapi dalam perang Suriah bukanlah sesuatu yang dapat dibandingkan dengan tantangan yang akan mereka hadapi jika terjadi konfrontasi dengan tentara Israel. Pemilu yang lalu menghasilkan menguatnya posisi Hizbullah dalam politik Lebanon, dan karena itu organisasi ini tidak ingin membayar harga yang akan mengurangi pengaruhnya di sana.”

Apa yang dia sebut “perang Lebanon kedua” adalah perang yang di Dunia Arab lebih dikenal dengan “Perang Juli 2006” yang berlangsung selama satu bulan penuh antara Israel dan Hizbullah. Dalam perang tersebut Israel yang selama ini kerap dipropagandakan sebagai pasukan terkuat di Timteng tak sanggup mengalahkan Hizbullah yang dikenal hanya sebagai kelompok milisi.

Dalam perang ini Israel memang tidak melancarkan operasi militer terhadap tentara Lebanon, namun serangannya ke berbagai wilayah Lebanon telah menjatuhkan ratusan korban meninggal yang sebagian besarnya adalah warga sipil. (railalyoum)

Iran Sukses Ujicoba Pertahanan Udara “Bavar 373” Dan Akan Luncurkan Satelit Lagi

Wakil Menteri Pertahanan Iran Ghassem Taghizadeh menyatakan negaranya sukses mengujicoba sistem pertahanan udara canggih buatannya yang dinamai “Bavar 373”, dan kesuksesan ini merupakan serangkaian prestasi yang telah dicapai kementerian ini.

“Ujicoba sukses sistem pertahanan udara Bavar 373 merupakan salah satu prestasi Kementerian Pertahanan,” katanya, Kamis (6/9/2018).

Dia menjelaskan bahwa sistem yang menyerupai sistem S-300 buatan Rusia ini memiliki jarak tempuh 200 kilometer, sedangkan ketinggian terbang rudalnya 27 kilometer, dan membuat Iran makin mandiri dalam teknologi militer mutakhir.

Dia kemudian menyinggung jet tempur terbaru buatan Iran yang dinamai “Kowsar”. Menurutnya, jet tempur ini telah diserahkan kepada Angkatan Udara Iran, dan semua komponen dan programnya telah dibuat sendiri oleh Iran.

Dia menambahkan, “Pemimpin Besar Revolusi Islam (Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei) benar ketika menegaskan bahwa Amerika tidak akan mengobarkan perang terhadap kami karena Amerika tahu persis kekuatan senjata dan rudal kami. Tentu kami tahu beberapa teknologi pertahanan, dan ini siap digunakan dalam reaksi sengit dan telak terhadap segala ancaman.”

Lebih lanjut, tanpa memberikan keterangan lebih rinci, Wakil Menteri Pertahanan Iran Ghassem Taghizadeh mengatakan bahwa pada peringatan ke-40 tahun kemenangan revolusi Islam Iran yang jatuh pada tanggal 11 Februari mendatang negara republik Islam ini akan akan meluncurkan satelit lagi ke ruang angkasa. (alalam)

Liga Arab Puji Pengembalian Kedubes Paraguay Dari Al-Quds Ke Tel Aviv

Liga Arab menyambut gembira keputusan Paraguay mengembalikan Kedubesnya untuk Israel dari Al-Quds (Yerussalem) ke Tel Aviv, dan menyebut keputusan ini sesuai dengan ketentuan internasional.

Wakil Sekjen Liga Arab Urusan Palestina Saeed Abu Ali, Kamis (6/9/2018), mengatakan kepada wartawan bahwa langkah itu menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam menghadapi agenda dan tekanan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Dia juga menilai keputusan itu juga akan secara positif mencerminkan hubungan Arab-Paraguay. Dia memuji langkah Paraguay sebagai “jalur yang benar” dan sesuai dengan resolusi legitimasi internasional.

Paraguay telah memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke  Al-Quds pada Mei lalu setelah Guatemala dan AS sehingga membangkitkan kemarahan orang-orang Palestina yang memandang Al-Quds sebagai ibu kota negara merdeka Palestina di masa mendatang.

Abu Ali menambahkan bahwa kebijakan terbaru Paraguay itu akan memperkuat hubungan persahabatan dan kerjasama Arab dengan Paraguay.

Dia juga mengiatkan bahwa negara-negara Arab menentang keras pemindahan kedubes negara manapun dari Tel Aviv ke al-Quds, dan karena itu meminta semua negara dunia agar tidak melakukannya.

Abu Ali menyatakan bahwa AS dan Israel berusaha memaksakan kehendaknya kepada dunia terkait dengan status al-Quds, sementara undang-undang internasional menegaskan bahwa kota ini adalah bagian dan ibu kota negara Palestina, namun tekanan AS dan Israel ternyata tidak lantas menciutkan nyali khalayak dunia dalam masalah ini. (rt)

Koalisi Pimpinan Saudi Akui Jatuhnya Korban Sipil Baru Akibat Serangannya Di Yaman

Pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi, Kamis (6/9/2018), mengakui adanya “kerugian sampingan dan korban jiwa warga sipil” dalam operasi militernya di bagian barat Yaman pada 23 Agustus lalu.

Sebelumnya Wakil Sekjen PBB urusan kemanusiaan, Mark Lowcock, menyatakan bahwa sedikitnya 26 anak kecil dan 4 orang perempuan terbunuh terkena dua serangan udara pasukan koalisi Arab pada Kamis kemarin. Karena itu dia menyerukan penyelidikan independen atas serangan-serangan yang menyasar warga sipil Yaman.

Jubir koalisi Arab, Turki al-Miliki, dalam sebuah statemennya mengakui “terjadinya kerugian sampingan dan korban jiwa sipil dalam serangan terhadap anasir milisi teroris Houthi (Ansarullah) yang berafiliasi dengan Iran di kawasan al-Duraihimi, provinsi Hudaydah.”

Pasukan koalisi juga pernah mengakui terjadi “kesalahan” dalam serangan udara yang menerjang sebuah bus sekolah di kota Dahyan, Yaman utara, hingga menewaskan 51 korban sipil yang 40 di antaranya adalah anak kecil, menurut catatan Komite Palang Merah Internasional.

Sementara itu, 10 lembaga swadaya masyarakat peduli kemanusiaan menyerukan kepada Presiden Perancis Emmanuel Macron agar menyampaikan kecaman tegas terhadap serangan koalisi pimpinan Saudi yang menjatuhkan banyak korban sipil di Yaman. Mereka kemudian meminta penangguhan proses penyerahan senjata Perancis kepada Saudi dan Uni Emirat Arab. (raialyoum)