Rangkuman Berita Timteng, Jumat 5 Mei 2017

truk tanki minyak terbakarJakarta, ICMES: Rusia menyatakan serangan udaranya selama delapan bulan terhadap ISIS telah melumpuhkan aktivitas kelompok teroris takfiri ini dalam memperoleh pendapat devisa dari penyelundupan minyak.

Pertemuan segi tiga Rusia, Iran dan Turki dalam sidang umum perundingan mengenai Suriah di Astana, Kazakhstan, menghasilkan penandatanganan MoU atau nota kesefahaman mengenai pengadaan zona de-eskalasi (pengurangan ketegangan) di empat kawasan di  Suriah.

ISIS telah merilis “memo penangkapan” terhadap puluhan anggotanya yang telah lari dari medan pertempuran di provinsi ini menuju wilayah Suriah.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku bahwa pada akhir bulan ini akan bersafari ke Arab Saudi, Israel, dan Vatikan untuk membentuk  aliansi Islam, Yahudi, dan Kristen anti Iran.

Berita selengkapnya;

ISIS Dekati Ajal, Begini Nasib Bisnis Minyaknya

Pemerintah Rusia menyatakan bahwa operasi pemboman oleh Angkatan Udara Rusia selama delapan bulan terhadap berbagai posisi dan pusat perekonomian ISIS telah melumpuhkan aktivitas besar-besaran kelompok teroris takfiri ini untuk memperoleh pendapat devisa dari penyelundupan minyak ke pasar internasional.

Wakil Direktur Departemen Ancaman dan Tantangan Baru Kemlu Rusia Dmitry Feoktistov, Kamis (4/5/2017), tentang ini menjelaskan, “Lebih dari 3000 unit truk tanki minyak yang diaktifkan untuk transportasi minyak yang  dikeluarkan dari ladang-ladang minyak Suriah telah musnah dalam pembombardiran sehingga menjadi sebab utama terpuruknya pendapatan devisa ISIS.”

Dia menambahkan bahwa sejauh ini sebanyak 200 pusat eksplorasi dan produksi minyak yang diduduki ISIS juga hancur terkena serangan udara Rusia.

Dia memperkirakan bahwa akibat serangan telak Rusia terhadap aktivitas perekonomian ISIS ini, jika semula penghasilan mereka dari minyak mencapai 2 milyar US$/tahun maka sekarang menyusut drastis menjadi 200 juta US$/tahun.

Feoktistov menambahkan, “Para mitra Barat Moskow juga mengakui fakta dan keberhasilan operasi anti teror telah mengurangi dalam jumlah besar pendapatan minyak ISIS. “

Dilaporkan bahwa ISIS menyelundupkan dan menjual minyak yang didapatnya di Suriah dan Irak ke pasar internasional dengan harga yang jauh lebih murah dari harga resmi dunia. Mereka menyelundupkan hasil jarahannya itu melalui para mafia pialang minyak yang ada di Turki. (irna)

Rusia, Iran Dan Turki Teken MoU Pengadaan Zona De-eskalasi Suriah

Pertemuan segi tiga Rusia, Iran dan Turki dalam sidang umum perundingan mengenai Suriah di Astana, Kazakhstan, menghasilkan penandatanganan MoU atau nota kesefahaman mengenai pengadaan zona de-eskalasi (pengurangan ketegangan) di empat kawasan di  Suriah, Kamis (4/5/2017).

Rusia, Iran dan Turki adalah tiga negara yang menjamin pelaksanaan gencatan senjata di Suriah, dan delegasi masing-masing di Astana dipimpin oleh Alexander Lavrentyev, Hossein Jabiri Ansari dan Sedat Onal. Tiga delegasi tingkat tinggi ini dilaporkan telah menyepakati dan meneken nota kesefahaman tersebut.

Menjelang penandatangan nota tersebut dua orang  di antara para wakil oposisi Suriah melakukan aksi walk out ketika Menlu Kazakshtan Kairat Abdrakhmanov menyapaikan pidato sambutan.

Menurut beberapa informasi yang tersiar, Rusia telah mengusulkan empat kawasan de-eskalasi di provinsi Idlib, bagian utara provinsi Homs, Ghouta Timur di provinsi Damaskus, dan bagian selatan Suriah.

Dalam teks usulan Negeri Beruang Merah itu disebutkan bahwa akan diadakan poros-poros aman atau garis perbatasan di mana ketegangan akan berkurang demi mencegasi konfrontasi langsung antara kedua pihak.

Rusia menggagas supaya di sepanjang perbatasan ini diadakan pos-pos pemeriksaan dan pembebasan lalu lintas tanpa senjata bagi warga sipil, pengiriman bantuan kemanusiaan, dan pelaksanaan aktivitas perdagangan.

Dalam konferensi pers singkat di hari pertama perundingan damai di Astana Lavrentyev mengatakan, “Seperti Anda ketahui, Federasi Suriah melakukan upaya intensif untuk mempromosikan penyelesaian damai Suriah dan sedang mengembangkan berbagai skema untuk memperkuat perjanjian senjata dan menjadikan perjanjian ini lebih efektif,” ungkap

Dia menambahkan, “Kami percaya bahwa (pengadaan zona de-eskalasi di Suriah) dapat benar-benar membantu mengatasi masalah lama yang memisahkan oposisi moderat Suriah dari organisasi teroris, terutama Negara Islam (ISIS) dan Jabhat al -Nusra, dan akan membantu mengurangi secara signifikan tingkat konfrontasi bersenjata antara oposisi bersenjata Suriah dan pasukan pemerintah.”

Perundingan damai Suriah babak ke-4 atas prakarsa Rusia, Iran dan Turki diselenggarakan selama dua hari di Astana, ibu kota Kazakhstan, sejak Kamis kemarin. Perundingan ini juga dihadiri delegasi pemerintah Suriah maupuun delegasi oposisi negara ini, Utusan PBB Urusan Suriah Staffan de Mistura, delegasi pengamat dari AS dan Yordania serta pihak tuan rumah.  (mehr/rt/irna)

ISIS Eksekusi Puluhan Anggotanya Karena Lari Dari Medan Perang Di Irak

Sumber lokal provinsi Nineveh, Irak utara, Kamis (4/5/2017), menyatakan bahwa organisasi teroris takfiri ISIS telah merilis “memo penangkapan” terhadap puluhan anggotanya yang telah lari dari medan pertempuran di provinsi ini menuju wilayah Suriah.

“Apa yang disebut kantor keamanan ISIS di Nineveh telah mengeluarkan memo penangkapan puluhan anggotanya setelah mereka kabur dari pertempuran yang terjadi di provinsi ini menuju wilayah Suriah,” ungkap sumber itu.

Dia menambahkan bahwa ISIS juga telah memerintahkan pemenjaraan selama dua bulan plus hukuman 90 kali cambuk bagi anggotanya yang kabur kemudian kembali ke barisan ISIS, sedangkan eksekusi adalah hukuman bagi mereka yang lari kemudian tertangkap. (alsumarianews)

Trump Akan Bentuk “Aliansi Islam, Kristen Dan Yahudi Anti Iran”

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku bahwa pada akhir bulan ini akan bersafari ke Arab Saudi, Israel, dan Vatikan dalam kunjungan perdananya ke luar negeri sejak menempati Gedung Putih.

Setelah dari tiga tempat itu dia akan mengikuti pertemuan puncak Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Brussel, Belgia, dan pertemuan kelompok tujuh negara industri terkemuka dunia (G-7) di Sisilia, Italia, pada akhir bulan ini.

“Kunjungan perdana saya ke luar negeri sebagai presiden AS akan ke Kerajaan Arab Saudi dan Israel, serta ke tempat yang sangat disukai oleh para kardinal di negaraku, Roma,” katanya di halaman Gedung Putih, Washington, Kamis (4/5/2017).

Dia menambahkan bahwa dia akan memulai safarinya itu dengan “pertemuan bersejarah dan hakiki di Saudi dengan para pemimpin dari seluruh penjuru dunia Islam,” karena Saudi adalah penanggungjawab Haramain, kota suci Mekkah al-Mukarramah dan Madinah al-Munawwarah.

“Di situ kami akan memulai pembangunan kaidah baru untuk kerjasama dan dukungan bersama para mitra kami orang-orang Islam untuk memerangi ekstremisme, terorisme, dan kekerasan serta mewujudkan masa depan yang lebih adil dan harapan bagi para pemuda Muslim di negara mereka,” katanya.

Kalangan pejabat mengatakan bahwa dalam safari Trump ke Saudi, Israel dan Vatikan itu dia akan mengadakan pertemuan dengan para delegasi dari negara-negara kawasan Timteng yang resah terhadap terorisme maupun terhadap sepak terjang Iran di kawasan yang sebenarnya justru demi memerangi terorisme.

Karena itu, media online berbahasa Arab Ray al-Youm yang berbasis di London, Inggris, menyebutkan bahwa dalam kunjungan ini Trump bermaksud mendirikan “aliansi Islam, Yahudi, dan Kristen anti Terorisme dan Iran.” (rayalyoum)