Rangkuman Berita Timteng Jumat 3 Agutus 2018

serangan udara saudi ke gerbang RS HudaydahJakarta, ICMES:  Sedikitnya 55 orang terbunuh dan lebih dari 130 lainnya luka-luka akibat serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ke sebuah pelabuhan nelayan dan Rumah Sakit al-Thaura di kota Hudaydah.

Jutaan warga Yaman dilaporkan berada dalam kondisi yang sangat mengenaskan di mana mereka hanya sekali menyantap makanan setiap dua hari.

Pasukan Arab Suriah (SAA) berhasil merebut kembali secara total tiga provinsi di bagian selatan negara ini, yaitu Daraa, Quneitra, dan Suwayda yang berbatasan dengan Yordania.

Sistem pertahanan udara Suriah telah menghancurkan “sasaran” di barat Ibu Kota Damaskus, Kamis malam.

Syeikh Radhi Al-Tho’i, wakil ulama Syiah terkemuka Irak Grand Ayatullah Sayyid Ali al-Sistani, selamat dari upaya pembunuhan.

Berita selengkapnya;

Saudi Gempur Pelabuhan Nelayan dan Rumah Sakit Hudaydah, 55 Orang Terbunuh

Sedikitnya 55 orang terbunuh dan lebih dari 130 lainnya luka-luka akibat serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ke sebuah pelabuhan nelayan dan Rumah Sakit al-Thaura di kota Hudaydah di bagian barat laut Yaman, Kamis (2/8/2018). Demikian dilaporkan laman al-Alam yang berbasis di Iran.

Sumber kesehatan provinsi Hudaydah mengatakan kepada kantor berita Yaman, Saba, bahwa jet tempur Saudi telah membom gerbang Rumah Sakit Umum al-Thaura di kota Hudaydah dan tempat pelelangan ikan di pelabuhan nelayan hingga menyebabkan lebih dari 30 warga terbunuh dan lebih dari 50 lainnya luka-luka.

Dinas kesehatan setempat mengimbau penduduk agar segera menghubungi pihak rumah sakit untuk donor darah demi menyelamatkan para korban luka serangan udara di dua lokasi tersebut. (alalam)

Mengenaskan, Jutaan Warga Yaman Hanya Makan Sekali Per 2 Hari

Jutaan warga Yaman dilaporkan berada dalam kondisi yang sangat mengenaskan di mana mereka hanya sekali menyantap makanan setiap dua hari.  Demikian diungkap oleh Koordinator PBB Urusan Kemanusiaan di Yaman, Lise Grande, di laman PBB, Kamis (2/8/2018).

“8.4 juta warga Yaman tidak tahu dari mana selanjutnya mereka akan mendapatkan makanan lagi, dan kebanyakan mereka hanya makan satu kali setiap dua hari…  Dan tidak tersedia pula (makanan) untuk banyak tawanan Yaman kecuali 1-2 porsi makan per minggu,” katanya.

Dia menyebutkan dampak serangan udara Saudi terhadap sistem pengairan dan sanitasi di provinsi Hudaydah di bagian barat Yaman, dan di provinsi ini juga terdapat warga yang terjangkit penyakit kolera. Kemiskinan dan kelaparan mengancam 19 juta penduduk Yaman bersamaan dengan berlanjutnya agresi dan blokade Saudi, krisis bahan makanan, dan kebungkaman lembaga-lembaga internasional.

Menurutnya, di setiap tempat ada penduduk yang mencari-cari makanan, sebanyak 19 juta jiwa terancam kelaparan, dan pada setiap 10 menit terdapat anak mati akibat krisis makanan sehingga semua ini menjadi tragedi kemanusiaan terbesar di Yaman.

Krisis kemanusian memburuk akibat agresi dan blokade pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi. Sebanyak 7 juta orang menanti kematian dan sangat memerlukan bantuan bahan makanan sesegera mungkin. (alalam)

Basmi ISIS Dan Al-Nusra, SAA Kuasai Penuh Tiga Provinsi Yang Berbatasan Dengan Yordania

Pasukan Arab Suriah (SAA) berhasil merebut kembali secara total tiga provinsi di bagian selatan negara ini, yaitu Daraa, Quneitra, dan Suwayda yang berbatasan dengan Yordania.

Petinggi militer Rusia di Suriah Jenderal Sergei Rudskoy dalam sebuah pertemuan di Moskow, Kamis (2/8/2018), mengatakan, “Pasukan Suriah yang didukung jet tempur Rusia telah menghancurkan secara total pasukan IS (ISIS) dan Front al-Nusra serta merebut kembali provinsi Suwayda, Daraa, dan Quneitra.”

Dia menjelaskan bahwa SAA telah melancarkan operasi militer istimewa yang membuatnya berhasil membebaskan kawasan seluas 3332 kilometer persegi dari para “jihadis” dan menguasai 146 daerah.

Kelompok pemberontak Suriah semula menguasai 70% wilayah provinsi Quneitra dan Daraa sebelum SAA melancarkan serangan, sementara ISIS saat itu hanya berkuasa di kawasan Haud al-Yarmouk di ujung provinsi Daraa.

Rudskoy menambahkan, “Pasukan Suriah telah merebut kembali seluruh wilayah perbatasan antara Suriah dan Yordania, dan sudah tersedia kondisi untuk memulai lagi aktivitas pasukan penjaga perdamaian internasional di Dataran Tinggi Golan.”

Rusia yang turun tangan di Suriah sejak 2015 untuk membantu pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad menumpas pemberontakan dan terorisme akan mengirim pasukannya di Golan untuk mengantisipasi tindakan provokatif antara Suriah-Israel.

Di pihak lain, militer Israel mengaku telah melancarkan serangan udara terhadap kawanan bersenjata di bagian yang dikuasai Suriah di Dataran Tinggi Golan. Tanpa memberikan keterangan rinci, Badan Penyiaran Israel menyatakan, “Serangan Israel telah menewaskan 7 orang bersenjata.”

Bersamaan dengan ini, Menhan Israel Avigdor Lieberman menyebut Suriah “telah kembali kepada kondisinya sebelum terjadi perang saudara.”

Dia menambahkan, “Israel tidak mencampuri urusan internal Suriah, namun konsisten mengamankan kepentingannya sesuai perjanjian de-militerisasi tahun 1974, tetap menolak keberadaan militer Iran di Suriah, dan mencegah segala upaya pengiriman senjata (Iran) kepada Hizbullah di Lebanon melalui daratan Suriah.” (raialyoum)

Sistem Pertahanan Udara Suriah Hancurkan Rudal Di Barat Damaskus

Sistem pertahanan udara Suriah telah menghancurkan “sasaran” di barat Ibu Kota Damaskus, Kamis malam (2/8/2018). Demikian dilaporkan kantor berita Suriah, SANA, tanpa  menyebutkan rudal itu berasal dari pihak mana dan berapa jumlahnya.

“Pertahanan udara kami telah mencegat sasaran agresor dan menghancurkannya di barat Damaskus,” ungkap sumber militer yang dilansir SANA.

Kasus-kasus serupa relatif sering terjadi selama Suriah dilanda krisis pemberontakan dan terorisme sejak tahun 2011 , dan Suriah nyaris selalu menuding Israel sebagai pelakunya yang berniat menyasar posisi-posisi militer Suriah atau Hizbullah dengan serangan udara.

Di pihak lain, meski Israel hampir tak pernah berbicara mengenai serangan demikian, namun kerap mengingatkan penokannya terhadap keberadaan militer Iran di Suriah.

Pada 24 Juli lalu militer Israel menyatakan telah menembak jatuh jet tempur Sukhoi milik Suriah sembari menuding Damaskus telah melanggar zona udara Israel, namun Damaskus membantahnya dan memastikan jet tempur itu ditembak jatuh di zona udara Suriah.

Pada 22 Juli Suriah menuduh Israel telah menyerang salah satu posisi militer di kawasan Mashyaf di bagian tengah Suriah.

Suriah dan Israel secara resmi berada dalam situasi perang satu sama lain meskipun di Golan telah ditetapkan zona de-militerisasi sejak beberapa dekade silam. (raialyoum)

Wakil Ayatullah Al-Sistani Selamat Dari Upaya Pembunuhan

Syeikh Radhi Al-Tho’i, wakil ulama Syiah terkemuka Irak Grand Ayatullah Sayyid Ali al-Sistani, selamat dari upaya pembunuhan, Kamis (2/8/2018).

Khalil Abdul Ghafur, perwira polisi Irak, kepada kantor berita Turki, Anadolu, menjelaskan bahwa kawanan bersenjata tak dikenal telah melepaskan tembakan senapan otomatis ke rumah Syeikh Radhi al-Tho’i , wakil Ayatullah al-Sistani di provinsi al-Muthanna, Irak selatan.

Kawanan itu menyerang rumah al-Tho’i yang terletak di distrik al-Khidr, 30 kilometer selatan Samawah, ibu kota provinsi al-Muthanna, namun dia selamat, sedangkan satu kemenakan laki-lakinya menderita luka parah. Tidak dijelaskan apakah al-Tho’i berada di rumahnya ketika serangan itu terjadi.

Abdul Ghafur menambahkan bahwa aparat keamanan sedang menyelidiki peristiwa ini dan berusaha memburu pelaku serangan yang belum diketahui motifnya ini.

Grand Ayatullah Sayyid al-Sistani merupakan seorang marji’ (ulama panutan) mayoritas Muslim Syiah Irak. Dia memilki para wakil di berbagai provinsi di Irak tengah dan selatan yang mayoritas penduduknya bermazhab Syiah.

Figural-Sistani dan pandangannya sangat dihormati oleh penduduk Irak sehingga para politisi Irak tak berani secara terbuka menentang pandangan dan petunjuknya.

Belakangan ini dia menyatakan solidaritasnya terhadap gelombang aksi unjuk rasa yang terjadi sejak beberapa pekan lalu di bagian tengah dan selatan Irak. Dalam aksi ini massa menuntut perbaikan layanan dan penyediaan lapangan kerja.

Dia juga menyerukan agar pemerintahan baru segera dibentuk dan dapat memberantas korupsi serta memenuhi tuntutan para demonstran. (raialyoum)