Rangkuman Berita Timteng Jumat 24 November 2017

pm israel netanyahuJakarta, ICMES: Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khemenei mengumumkan kesiapan Iran membantu negara manapun yang memerlukan bantuan untuk melawan arogansi negara-negara neo- imperialis adidaya yang disebutnya “mustakbirin” (kaum arogan).

Fraksi Hizbullah di parlemen Lebanon menyatakan bahwa kepulangan Perdana Menteri Saad Hariri ke Lebanon serta beberapa pernyataan positifnya merupakan pertanda bahwa urusan negara ini dapat berjalan normal lagi.

Kemhan Amerika Serikat (AS), Pentagon, dalam laporannya telah mengungkap jumlah AS yang bertugas di luar negeri dengan menyebutnya meningkat drastis hingga 33% dalam empat bulan terakhir.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyinggung adanya “hubungan yang bermanfaat” antara negaranya dan sejumlah negara Arab manakala berkembang kekuatiran terhadap meluasnya pengaruh Iran.

Berita selengkapnya;

Pemimpin Iran Umumkan Kesiapan Membantu Negara Manapun Melawan Adidaya

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khemenei menegaskan negaranya akan selalu eksis menghadapi konspirasi kubu imperialis dan Zionis yang bermaksud mengobarkan perang saudara umat Islam. Dia juga menegaskan kesiapan Iran membantu negara manapun yang memerlukan bantuan untuk melawan arogansi negara-negara neo- imperialis adidaya yang disebutnya “mustakbirin” (kaum arogan).

“Republik Islam Iran telah dan akan senantiasa berdiri menghadapi konspirasi kubu mustakbirin dan Zionisme  yang bertujuan menyulut perang dan konflik sesama umat Islam, dan dengan izin Allah, akan menang dalam perjuangan ini, sebagaimana terlihat pohon keji ISIS di Irak dan Suriah telah tumbang,” ujarnya dalam pertemuan dengan para peserta Konferensi Pecinta Ahlul Bait di Teheran, Kamis (23/11/2017).

Mengenai ISIS sendiri dia mengatakan, “Meskipun ISIS di Irak dan Suriah sudah berakhir, tapi jangan sampai lengah terhadap tipu daya musuh, karena Amerika dan Zionisme menindaklanjutinya. Mereka tidak akan berhenti memusuhi Islam, dan bisa jadi mereka masih merencanakan dan akan melakukan konspirasi berpola ISIS dan semisalnya.”

Dia mengatakan bahwa sudah sekira 40 tahun Iran diterjang badai konspirasi, tekanan, dan embargo AS dan Zionisme, tapi negara republik Islam ini justru mencetak “kemajuan yang mencengangkan, dan tangguh menghadapi kubu arogan dunia.

Lebih lanjut dia menegaskan bahwa Iran siap membantu negara manapun yang meminta bantuan untuk melawan kubu arogan imperialis.

“Dengan terus terang kami mengumumkan bahwa Republik Islam Iran siap hadir di manapun yang memerlukan kehadiranya untuk menghadapi kaum kafir mustakbirin, dan dalam masalah ini Iran tidak akan menggubris pertimbangan siapapun,” tegasnya.

Dia juga menyinggung isu Palestina dengan mengatakan, “Kunci untuk mengalahkan musuh Islam adalah isu Palestina, sebab kubu kafir mustakbirin dan Zionisme sengaja merampas dan menjadikan negara Islam Palestina sebagai pangkalan untuk mengacaukan keamanan negara-negara kawasan. Kangker Israel harus dilawan.”

Dia memastikan bahwa musuh-musuh Islam sengaja menyulut pertikaian dan konflik di tengah Islam demi mengamankan posisi Israel. (fna)

Pertama Kali, Hizbullah Tanggapi Kepulangan Saad Hariri

Fraksi Hizbullah di parlemen Lebanon menyatakan bahwa kepulangan Perdana Menteri Saad Hariri ke Lebanon serta beberapa pernyataan positifnya merupakan pertanda bahwa urusan negara ini dapat berjalan normal lagi.

Dalam jumpa pers usai sidang mingguannya, Kamis (23/11/2017), faksi ini menyatakan bangga atas inisiatif Presiden Michel Aoun dengan dukungan ketua parlemen Nabih Berri dalam upaya mengatasi krisis pemerintahan negara ini.

Tanpa memberikan keterangan lebih lanjut, fraksi Hizbullah menyatakan gembira atas perkembangan politik terbaru yang, menurutnya,  merupakan hasil komitmen semua pihak di negara ini untuk tetap bersatu dan menolak dikte luar negeri.

Statemen ini tercatat sebagai tanggapan pertama Hizbullah mengenai kepulangan Hariri.

Lebih lanjut, tanpa menyebutkan nama, Hizbullah mengecam upaya provokatif sebagian negara Arab untuk mencemarkan nama baik poros muqawamah (resistensi anti-Israel).

“Muqawamah adalah hak kami, dan siapapun tak dapat mengecamnya,” tegas fraksi Hizbullah.

Pada 4 November lalu Hariri di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, menyatakan mundur dari jabatannya sebagai perdana menteri Lebanon dengan dalih keamanan dirinya terancam dan karena kecewa terhadap Iran dan Hizbullah.

Tapi kemudian dia pulang pada 21 November lalu setelah lebih dari dua minggu berada di luar negeri, terutama di Arab Saudi.  Selanjutnya, pada 22 November lalu menyatakan menangguhkan pengunduran dirinya atas permintaan Presiden Aoun demi mengoptimalkan perundingan. (rayalyoum)

Amerika Tambah Jumlah Pasukannya Di Timteng Menjadi Lebih Dari 54,000 Personil

Kemhan Amerika Serikat (AS), Pentagon, dalam laporannya telah mengungkap jumlah AS yang bertugas di luar negeri dengan menyebutnya meningkat drastis hingga 33% dalam empat bulan terakhir, tidak termasuk jumlah tentara AS di Afghanistan yang mencapai 16,500 personil.

Disebutkan bahwa jumlah pasukan AS di kawasan Arab dewasa ini 54,180 personil militer dan sipil, sedangkan sebelumnya 40,517 personil.

Menurut pendataan pada 30 September lalu, jumlah terbesar berada di Kuwait, yaitu 16,592 personil militer dan keamanan. Jumlah terbesar selanjutnya adalah Bahrain sebanyak 9,355, Irak 9,122, Qatar 6,671, Jibouti 4,715, Uni Emirat Arab 4,240, Yordania 2,730, Suriah 1,723, dan Saudi 850.

Laporan ini juga menyebutkan bahwa jumlah pasukan AS di Somalia 289 orang, namun juru bicara Pasukan Komando AS di Afrika (US Africom), Robyn Mack, mengatakan bahwa jumlah ini telah ditambah menjadi lebih dari 500 personil yang sebagian besar dari bagian operasi khusus yang bekerja sebagai penasehat pasukan setempat di berbagai kawasan yang dinilai sebagai kantung kelompok-kelompok Islamis bersenjata. (rayalyoum)

Netanyahu Nyatakan Hubungan Israel Dengan Sebagian Negara Arab Bermanfaat

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyinggung adanya “hubungan yang bermanfaat” antara negaranya dan sejumlah negara Arab manakala berkembang kekuatiran terhadap meluasnya pengaruh Iran.

Dalam pidato pada peringatan 44 tahun meninggalnya pendiri Israel mendiang David Ben-Gorian, Kamis (23/11/2017), Netanyahu mengatakan, “Kerjasama kami dengan negara-negara Arab bermanfaat, dan ini secara umum merupakan perkara rahasa, tapi saya yakin bahwa hubungan dengan mereka akan berlanjut matang sehingga memungkinkan bagi kami untuk memperluas skup perdamaian.”

Dia bersikukuh bahwa perdamaian Israel dengan negara-negara Arab pada akhirnya akan membuahkan hasil, karena ada banyak  urusan yang berjalan selama sekian waktu di balik layar.

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Gadi Eizenkot dalam wawancara pekan lalu dengan situs berita berbahasa Arab “Elaph” yang berbasis di Inggris mengatakan negaranya siap bekerjasama dengan Saudi “untuk menghadapi Iran.”

Israel berusaha memulihkan hubungan dengan Kerajaan Saudi dan negara-negara Muslim lainnya di kawasan ini, dengan alasan kepentingan dan ancaman bersama di mana Iran menjadi target mereka.

Sejauh ini Israel memiliki hubungan diplomatik hanya dengan Mesir dan Yordania, sementara negara-negara lain di Arab secara resmi masih bertahan pada sikap bahwa hubungan apapun dengan Israel dimungkinkan apabila Israel keluar dari wilayah Palestina yang diduduki Israel dalam perang enam hari pada tahun 1967.

Pekan lalu, Menteri Energi Israel, Yuval Steinitz, juga mengkonfirmasi adanya komunikasi dan hubungan Tel Aviv dengan sejumlah negara Arab, namun Israel merahasiakan hubungan ini demi menghormati keinginan pihak Arab untuk merahasiakannya. (rayalyoum/rt)