Rangkuman Berita Timteng Jumat 24 Agutus 2018

serangan udara saudi di hudaydahJakarta, ICMES: Serangan udara pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi kembali menimbulkan tragedi dengan korban puluhan anak kecil.

Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman menyatakan pihaknya telah melancarkan serangan ke sebuah sasaran militer di wilayah perairan Arab Saudi.

Riyadh belum lama ini telah mengajukan tawaran kepada Damaskus untuk mendanai rekonstruksi Suriah dan menerima kebertahanan Bashar Assad sebagai presiden Suriah dengan syarat Suriah memutus hubungannya dengan Hizbullah dan Iran.

Seorang petinggi militer Rezim Zionis Israel menyatakan bahwa kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon adalah pasukan terkuat di Timteng setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Mesin peluncur roket terkuat buatan Suriah yang dinamai “Golan 1000” dilaporkan sedang dalam proses untuk dioperasikan dalam pertempuran.

Berita selengkapnya;

Tragedi Baru di Yaman, Puluhan Anak Kecil Terbunuh Akibat Serangan Saudi

Serangan udara pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi kembali menimbulkan tragedi dengan korban puluhan anak kecil, Kamis (23/8/2018).

Sumber keamanan Yaman melaporkan bahwa jet tempur koalisi telah menyerang sebuah mobil yang mengangkut banyak anak kecil dan kaum perempuan yang baru dievakuasi dari keterkucilan di daerah al-Kau’i di distrik al-Duraihimi, provinsi Hudaydah. Serangan ini menggugurkan 22 anak kecil dan empat orang perempuan serta melukai beberapa lainnya.

Sumber itu menambahkan jet-jet tempur koalisi telah melancarkan serangkaian serangan udara ke berbagai lokasi di distrik al-Tahita dan al-Duraihimi.

Jubir pemerintahan penyelamatan nasional Yaman, Abdul Salam Ali Jabir, mengutuk kekejaman terbaru pasukan koalisi pimpinan Saudi ini.

“Koalisi agresor melanjutkan aksi kejahatannya yang mengerikan terhadap warga sipil dengan kadar yang merefleksikan kebengisan dan keterasingan mereka dari segala norma dan moral kemanusiaan. Mereka juga melanggar kehormatan keagamaan, termasuk kehormatan hari-hari mulia umat Islam,” kecamnya dalam sebuah pernyataan pers.

Dia juga memastikan bahwa koalisi Arab tidak akan menebar kejahatan demi kejahatan seandainya masyarakat internasional tidak bungkam di depan kejahatan yang jumlahnya sudah tak terhitung terhadap bangsa Yaman selama empat tahun terakhir.

Abdul Salam menegaskan bahwa koalisi pimpinan Saudi harus membayar mahal untuk setiap darah orang Yaman yang telah mereka tumpahkan, karena para pejuang dan kaum merdeka Yaman pasti akan membalas. (malalam)

Ansarullah Lancarkan Serangan Laut Ke Sasaran Saudi

Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman menyatakan pihaknya telah melancarkan serangan ke sebuah sasaran militer di wilayah perairan Arab Saudi, Kamis  (23/8/2018).

Sumber militer Ansarullah menyatakan, “Angkatan Laut telah melancarkan serangan ke wilayah laut  Saudi dan menghantam sasaran militer dengan senjata yang sesuai.”

Tanpa memberikan keterangan lebih lanjut sumber itu memastikan bahwa serangan tersebut tepat mengena sasaran.

Di pihak lain, media online Sabq milik Saudi melaporkan bahwa pasukan penjaga perbatasan Saudi di kawasan Jizan berhasil “menggagalkan upaya teror” yang menggunakan bom perahu untuk meledakkan dermaga dan stasiun distribusi minyak milik perusahaan minyak Saudi, Aramco.

Menurut Sabq, pasukan Saudi telah mencegat serangan perahu tanpa awak yang bergerak dengan menggunakan remote control, dan perahu itu kemudian diketahui membawa bom berdaya ledak tinggi. (raialyoum/alalam)

Bin Salman Ajukan Lagi Tawaran Kepada Assad!

Seorang anggota parlemen Lebanon dari faksi Hizbullah menyatakan kepada saluran TV al-Mayadeen yang berbasis di Beirut bahwa Riyadh belum lama ini telah mengajukan tawaran kepada Damaskus untuk mendanai rekonstruksi Suriah dan menerima kebertahanan Bashar Assad sebagai presiden Suriah dengan syarat Suriah memutus hubungannya dengan Hizbullah dan Iran.

Anggota parlemen bernama Nawaf al-Musawi itu menjelaskan bahwa Assad telah mendapat “tawaran pendanaan rekonstruksi Suriah berbalas pemutusan hubungan dengan Hizbullah dan Iran, namun Assad menolaknya.”

Menurut al-Musawi, seorang utusan Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman telah membawa dan menyerahkan surat penawaran itu kepada Assad.

“Kerajaan ini telah mengajukan kepada Assad persetujuan atas kebertahanannya pada kekuasaan seumur hidup dan rekonstruksi Suriah dengan balasan kesediaannya menyudahi hubungan dengan Hizbullah dan Iran,” lanjutnya.

Dia kemudian menyatakan bahwa Poros Resistensi akan tetap eksis selagi Suriah dan Palestina tetap berada di jalur poros ini secara strategis dan bukan hanya dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan.

“Presiden Assad adalah sosok yang resisten, dan dia berposisi di Poros Resistensi,” pungkasnya. (alalam)

Jerussalem Post: Hizbullah Pasukan Terkuat Di Timteng Setelah SDF

Seorang petinggi militer Rezim Zionis Israel menyatakan bahwa kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon adalah pasukan terkuat di Timteng setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

“Hizbullah baru-baru ini digambarkan oleh seorang perwira senior Komando Utara sebagai ‘tentara terkuat setelah IDF,” tulis Jerussalem Post (JP), Kamis (23/8/2018).

Pernyataan ini dilansir JP di sela laporannya bahwa tentara Israel baru menyelesaikan sebuah latihan perang melawan Hizbullah yang berlangsung genap satu minggu. Latihan perang ini sendiri dilakukan baru hanya beberapa minggu setelah tentara Israel menggelar latihan perang yang lebih besar.

Menurut JP, latihan perang Israel di bagian utara merupakan bagian dari rangkaian latihan perang yang ke-36 Pasukan Lapis Baja untuk mengasah kesiapannya menghadapi situasi darurat dan perang.

Militer Israel menyatakan bahwa jika konfrontasi militer sampai pecah di perbatasan utara maka skalanya tidak hanya mencakup Lebanon dan Suriah, melainkan juga sepanjang front utara.

IDF juga berlatih perang di wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan untuk kesiapan melawan milisi Hizbullah yang sudah sekian lama dianggap telah menjelma sebagai angkatan bersenjata yang memiliki persenjataan canggih dan pasukan yang sedemikian besar jumlahnya sehingga dapat disebar dengan cepat di wilayah musuhnya.

Israel dan Hizbullah pernah terlibat perang hebat yang berkecamuk selama 33 hari pada tahun 2006 dan berakhir setelah keluar resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701 yang menyerukan perlucutan senjata Hizbullah, penarikan pasukan Israel dari Lebanon, penyebaran tentara Lebanon, dan peningkatan jumlah Pasukan PBB di Lebanon (UNIFIL). (jerussalempost/rt) 

Tentara Suriah Akan Operasikan “Peluncur Roket Terkuat”

Mesin peluncur roket terkuat buatan Suriah yang dinamai “Golan 1000” dilaporkan sedang dalam proses untuk dioperasikan dalam pertempuran.

Menurut laporan Sputnik milik Rusia, Kamis (23/8/2018), “Golan 1000” tergolong peluncur roket terkuat di dunia, dan pernah dipamerkan oleh Pasukan Arab Suriah (SAA) beberapa bulan lalu, namun sama sekali belum pernah dioperasikan dalam operasi militer karena faktor yang diduga belum selesai disiapkan.

Suriah sebenarnya dapat membuat peluncur roket ini dalam waktu singkat. Namun, menurut para pakar, negara yang dilanda krisis pemberontakan dan terorisme sejak 2011 ini mendapat kesulitan dalam memroduksi roket yang cocok dengan mesin ini.

Disebutkan bahwa meskipun Suriah memiliki banyak pengalaman dalam produksi roket untuk peluncur-peluncur lain semisal Grad, tapi tak mungkin negara ini dapat membuat roket berdiameter 500 mm yang beratnya mencapai setengah ton dalam hitungan berapa bulan. Pembuatan roket demikian memerlukan waktu yang terkadang bertahun-tahun.

Meski demikian, ada harapan Golan 1000 akan segera siap dioperasikan, sebab SAA diketahui sangat tekun mengupayakannya.  (alalam)