Rangkuman Berita Timteng,  Jumat 23 Juni 2017

hari al-qudsJakarta, ICMES: Juru bicara sayap militer Hamas Brigade Ezzeddin al-Qassam, Abu Obeida, menyatakan  bahwa Hari al-Quds merupakan momen bagi umat Islam untuk menyatukan barisan.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan “kemungkinan besar” pemimpin besar kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi telah tewas akibat serangan udara Rusia di selatan Raqqa, Suriah utara.

Untuk pertama kalinya, Turki melayarkan satu kapalnya yang memuat sekira 4000 ton bahan makanan ke Qatar yang diisolasi oleh negara-negara jirannya di kawasan Teluk Persia.

Kelompok radikal Taliban menyatakan bertanggungjawab atas ledakan bom bunuh diri yang menewaskan 36 orang di kota Lashkargah, provinsi Hilmand, Afghanistan selatan.

Berita selengkapnya;

Brigade al-Qassam: Quds Day, Kesempatan Untuk Persatuan Umat Islam

Juru bicara sayap militer Hamas Brigade Ezzeddin al-Qassam, Abu Obeida, menyatakan  bahwa Hari al-Quds merupakan momen bagi umat Islam untuk menyatukan barisan.

“Telah tiba saatnya bagi umat Islam untuk mengesampingkan konflik nya, dan memulai tugasnya untuk menyudahi pendudukan Rezim Zionis,” tulis Abu Obeida di halaman Twitternya dalam menyambut peringatan Hari al-Quds, seperti dikutip Palestine Today.

Dia menambahkan, “Masalah yang dapat menjadi poros persatuan umat Islam dan pusat kekuatannya untuk resisten ialah masalah Palestina dan al-Quds, dan terletak di sinilah pentingnya Hari al-Quds.”

Dia juga menyebutkan bahwa Hari al-Quds merupakan peluang bagi umat Islam untuk meluruskan arahnya menuju pembebasan al-Quds dan Palestina.

Sembari mengapresiasi bangsa-bangsa yang memperingati Hari al-Quds, Abu Obeida mengajak para elit dan segenap komponen umat Islam dunia agar mementingkan peringatan yang jatuh pada setiap Jumat terakhir bulan suci Ramadhan ini.

Beberapa waktu lalu dilaporkan bahwa  Israel telah membunuh lebih dari 3000 anak Palestina sejak 28 September 2000 ketika Intifadah II dimulai sampai akhir April 2017.

Kementerian Informasi Palestina dalam sebuah laporannya menjelang Hari Anak  menyatakan bahwa pasukan Israel telah melukai lebih dari 13.000 anak kecil, menangkap lebih dari 12.000 lainnya, menyekap 300 anak di dalam penjara,  dan menyiksa 95 persen anak dalam tahanan. (irna/middleeastmonitor)

Rusia: Kemungkinan Besar al-Baghdadi Sudah Tewas

Kementerian Luar Negeri Rusia, Kamis (22/6/2017), menyatakan “kemungkinan besar” pemimpin besar kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi telah tewas akibat serangan udara Rusia pada Mei lalu terhadap markas pimpinan ISIS di selatan Raqqa, Suriah utara.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Oleg Syromolotov kepada kantor berita Sputnik News mengatakan, “Sesuai data-data Kementerian Pertahanan Rusia dapat dikatakan bahwa pemimpin ISIS al-Baghdadi sudah terbunuh akibat serangan Angkatan Udara Rusia terhadap pos komando militan  di pinggiran selatan Raqqa pada akhir bulan Mei lalu.”

Dia menambahkan bahwa informasi mengenai kematian al-Baghdadi sekarang sedang diverifikasi oleh “berbagai kanal”.

Dia mengatakan kematian al-Baghdadi bisa jadi menyebabkan disorganisasi ISIS, dan upaya mengalahkan  kelompok ekstrem ini harus dilanjutkan.

Namun demikian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan pihaknya tidak memiliki informasi mengenai nasib al-Baghdadi.

“Saya tidak mendapat apa-apa (untuk melaporkan),” ungkapnya saat diminta berkomentar mengenai dugaan  kematian Baghdadi.

Kementerian Luar Negeri Rusia tidak memiliki informasi mengenai nasib pemimpin ISIS al-Baghdadi, kata Zakharova seperti dikutip oleh kantor berita resmi Tass.

Pada tanggal 16 Juni lalu Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa al-Baghdadi diduga terbunuh dalam serangan udara yang menyasar tempat pertemuan para petinggi ISIS dimana al-Baghdadi juga dilaporkan hadir.

Di hari yang sama, Kementerian Pertahanan Rusia merilis gambar lokasi yang terkena serangan udara tersebut.

Militer Rusia juga memberikan informasi tentang serangan itu kepada pasukan Amerika Serikat (AS), namun Pentagon mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki informasi untuk menguatkan laporan mengenai kematian Baghdadi tersebut.

Sementara itu, Pentagon menyatakan pasukan koalisi pimpinan AS telah membunuh ketua ulama ISIS, Turki al-Binali, yang dianggap sebagai penerus potensial al-Baghdadi.

Sebelumnya, laporan dugaan kematian al-Baghdadi akibat serangan udara pasukan koalisi juga pernah tersiar di media, namun Pentagon maupun militer Irak atau Suriah tidak mengkonfirmasi laporan tersebut. (rt/ndtv)

Turki Kapalkan Ribuan Ton Bahan Makanan Ke Qatar

Untuk pertama kalinya, Turki melayarkan satu kapalnya yang memuat sekira 4000 ton bahan makanan ke Qatar yang diisolasi oleh negara-negara jirannya di kawasan Teluk Persia. Demikian dilaporkan kantor berita Turki, Anadolu.

Disebutkan bahwa kapal  yang membawa bahan makanan yang tak mudah rusak serta buah-buahan dan sayur mayur itu bertolak dari pelabuhan kota Izmir di bagian barat negara ini, Kamis (22/6/2017), dan berlayar sampai sekira 10 hari untuk sampai ke tujuan.

Sebelumnya Turki juga sudah mengirim bahan makanan ke Qatar melalui pesawat sejak pecahnya krisis hubungan Qatar dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir.

Rabu lalu (21/6/2017) Menteri Ekonomi Nihat Zeybekci menyatakan bahwa selanjutnya pengiriman akan mengandalkan jalur laut.

Disebutkan bahwa jalur laut lebih efektif karena meskipun membutuhkan waktu lama namun lebih hemat biaya dan kapasitasnyapun lebih besar.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir dan beberapa negara lain pada 5 Juni lalu mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Qatar. Aksi ini dilancarkan sembari menuduh  Qatar mendukung kelompok-kelompok teroris, berusaha mengacaukan stabilitas regional, dan menjalin hubungan baik dengan Iran yang dimusuhi oleh Saudi.

Turki menjalin hubungan baik dengan Qatar, terutama di sektor perdagangan dan kerjasama militer. Pada 7 Juni lalu parlemen Turki mengimplementasikan kesepakatan tahun 2014 yang memungkinkan Turki mengirim pasukan ke Qatar.

NTV milik Turki melaporkan bahwa sebanyak 25 personil pasukan bersama lima perangkat lapis baja, Kamis, akan berangkat menuju pangkalan militer Turki di Qatar yang sejauh ini sudah ditempati oleh sekira 90 tentara Turki.

Selain dekat dengan Qatar, Turki juga berusaha mengambangkan hubungannya dengan negara-negara Teluk Persia lainnya, terutama Arab Saudi.

Sejak awal krisis Qatar, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, berusaha tampil sebagai mediator dengan cara mengintensifkan komunikasinya dengan para pemimpin negara-negara Teluk, namun sambil mengecam keras aksi boikot terhadap Qatar dan menyebutnya tindakan “tidak manusiawi.”

Rabu malam Erdogan juga kembali menghubungi Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdul Aziz, dan keduanya sepakat untuk mengadakan pertemuan di sela-sela pertemuan G20 yang akan diselenggarakan di Jerman bulan depan. (rayalyoum)

Ledakan Bom Tewaskan 36 Orang di Afghanistan, Taliban Bertanggungjawab

Kelompok radikal Taliban menyatakan bertanggungjawab atas ledakan bom bunuh diri yang menewaskan 36 orang di kota Lashkargah, provinsi Hilmand, Afghanistan selatan, Kamis (22/6/2017).

Para korban sebagian besar adalah guru dan aparat keamanan yang sedang antre menerima tunjangan hari raya menjelang Idul Fitri.

Juru bicara Taliban Qari Yusuf Ahmadi di halaman Twitternya mengklaim serangan itu menewaskan 73 orang tentara, polisi dan intelijen Afghanistan.

Pihak kepolisian mengatakan bahwa serangan yang terjadi di depan Kabul Bank seminggu menjelang Idul Fitri itu juga melukai 59 orang.

Hilmand merupakan kawasan yang menjadi sarang milisi Taliban karena mereka menguasai sekira 80% wilayah provinsi ini. Kelompok ini sudah berulang kali menyerang bank untuk membunuh para pegawai dan aparat yang bermaksud mengambil gaji. (rayalyoum)