Rangkuman Berita Timteng Jumat 23 Februari 2018

isis-di-mesirJakarta, ICMES: Militer Mesir menyatakan tujuh anggotanya terbunuh dalam operasi keamanan besar-besaran yang digelar bulan ini terhadap militan bersenjata di Semenanjung Sinai utara dan daerah lainnya.

Wakil pemimpin kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Abdulrahman al-Tamimi al-Utaibi al-Jazrawi dikabarkan tewas terkena serangan udara.

Lembaga Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) melaporkan bahwa tentara Suriah telah masuk ke sejumlah distrik yang dikuasai oleh milisi Kurdi di bagian utara kota Aleppo.

Sejumlah  media Arab “tak profesional” belakangan ini kembali membuat berita hoax tentang Iran dan kali ini dikaitkan dengan seorang pakar Iran urusan keislaman, Hassan Rahimpour Azghadi.

Selengkapnya:

Militer Mesir Nyatakan 7 Anggotanya dan 71 Militan Takfiri Tewas Di Sinai

Militer Mesir menyatakan tujuh anggotanya terbunuh dalam operasi keamanan besar-besaran yang digelar bulan ini terhadap militan bersenjata di Semenanjung Sinai utara dan daerah lainnya.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Mesir, Tamer al-Rifai, Kamis (22/2/2018), menyebutkan bahwa enam tentara lainnya terluka dalam operasi yang dimulai pada 9 Februari tersebut.

Dia menambahkan bahwa di pihak militan yang menjadi target operasi tak kurang dari 71 orang terbunuh dan lima lainnya ditangkap. Pasukan Mesir juga telah mencokok 1.852 orang, termasuk “pelaku kriminal” dan mereka yang dicurigai mendukung militan, namun banyak di antaranya telah dibebaskan.

Al-Rifai merinci sebanyak 158 sasaran telah dihancurkan oleh Angkatan Udara, dan 413 sasaran lain oleh pasukan artileri. Selain itu 1282 sarang, tempat persembunyian, dan gudang teroris hancur, dan 393 bom serta sejumlah besar bahan peledak C4 dan TNT, dan dua pusat media militan takfiri telah dimusnahkan.

Korban tewas di pihak militer tidak dapat dikonfirmasi secara independen karena wartawan dilarang masuk ke daerah tersebut.

Operasi militer Mesir mencakup Sinai utara dan tengah serta sebagian kawasan Delta Nil Mesir dan Gurun Barat, di sepanjang perbatasan dengan Libya.

Dalam beberapa tahun terakhir Sinai telah menjadi pusat pemberontakan militan. (ap/rt)

Wakil Al-Baghdadi Tewas Digempur AU Irak

Wakil pemimpin kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Abdulrahman al-Tamimi al-Utaibi al-Jazrawi dikabarkan tewas terkena serangan udara.

TV al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon, Kamis (22/2/2018), mengutip keterangan sumber intelijen Irak bahwa al-Jazrawi terbunuh oleh serangan Angkatan Udara Irak, tapi tidak disebutkan di mana dan kapan dia terbunuh.

Kantor berita Irak, NINA, mengutip pernyataan pakar organisasi teroris, Hisham al-Hashimi, bahwa al-Jazrawi terbunuh dalam operasi gabungan badan intelijen Irak dan pasukan koalisi internasional. Dia terkena serangan udara di kawasan al-Hajn di timur Suriah pada tanggal 20 Januari lalu.

Menurut al-Hashimi, serangan itu merupakan yang keempat kalinya dilakukan oleh intelijen Irak dalam jangka waktu kurang dari enam bulan, dan seorang wakil al-Baghdadi setelah Abu Ali al-Anbari, yaitu Iyad al-Obeidi alias Abu Salih Haifa, dipastikan tewas. Setelah itu tewas pula Iyad al-Jumaili alias Abu Yahya al-Iraqi, wakil al-Baghdadi setelah Abu Salih Haifa.

Dia menambahkan bahwa dalam serangan ketiga Badan Intelijen Irak berhasil meringkus Ismail Alwan al-Ithawi alias Abu Zaid al-Iraqi, ketua dewan mandat ISIS .

“Kali ini adalah serangan yang keempat dengan sasaran salah satu pilar sayap Arab Irak yang bersaing atas kekhalifahan dan kepemimpinan ISIS,” pungkasnya. (mayadeen/alsumarianews)

Tentara Suriah Masuki Kawasan Kekuasaan Milisi Kurdi Di Aleppo Utara

Lembaga Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) melaporkan bahwa tentara Suriah telah masuk ke sejumlah distrik yang dikuasai oleh milisi Kurdi di bagian utara kota Aleppo.

“Tentara Suriah telah memasuki distrik Sheikh Maksoud, Bustan al-Basha, Indzarat, Halak, Haidariyah, Shaqif, Bani Zaid, dan Sakan Shababi untuk mendapatkan kendali atas perbatasan yang mengitari distrik-distrik ini,” ungkap SOHR dalam siaran persnya, Kamis (22/2/2018).

SOHR menjelaskan bahwa bendera Suriah yang diakui internasional dikibarkan di atas bangunan dan instansi-instansi pemerintahan di daerah tersebut.

Sementara itu, Jubir Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) menyatakan bahwa ratusan milisi anggota Pasukan Rakyat Suriah telah tersebar di beberapa garis depan kawasan Afrin, namun jumlah mereka belum cukup untuk menghadapi “okupasi Turki.”

Kepada Reuters dia menyampaikan seruannya supaya “tentara Suriah masuk ke kawasan Afrin untuk memenuhi kewajibannya melindungi perbatasan negara dari agresi Turki.”

Laporan lain dari RT menyebutkan bahwa beberapa kelompok baru Pasukan Rakyat Suriah telah tiba di kawasan Afrin yang diterjang operasi militer Turki dan kelompok-kelompok militan Suriah sekutunya terhadap YPG.

Mohammad Al-Faraj, salah seorang komandan Pasukan Rakyat Suriah, mengatakan pihaknya datang ke Afrin atas imbauan pemerintah Suriah untuk menghadang serangan Turki dan berpihak kepada penduduk setempat.

Dia menambahkan bahwa sejumlah besar pasukannya telah masuk ke kota Afrin dan mendapat sambutan antusias dari penduduk setempat, dan mereka tidak mundur meskipun terjadi serangan udara Turki. Mereka menempati sejumlah posisi dalam kota serta mengibarkan bendera Suriah di perbatasan Turki-Suriah. (rayalyoum/alalam)

Iran Bantah Kabar Bahwa Iranlah Yang Mengeksekusi Saddam Hossein

Situs TV Al-Alam, Kamis (22/2/2018), melaporkan bahwa sejumlah  media Arab “tak profesional” belakangan ini kembali membuat berita hoax yang dikaitkan dengan seorang pakar Iran urusan keislaman, Hassan Rahimpour Azghadi.

Disebutkan bahwa media Arab itu telah memelintir pernyataan Azghadi dalam wawancara  dengan TV Ofogh milik Iran lalu menyebutkan bahwa dia telah mengatakan, “Iranlah yang mengeksekusi (diktator Irak mendiang) Saddam Hossein,” atau “Iran berusaha berdominasi di kawasan (Timteng)” dan lain-lain.

Menurut Al-Alam, berita hoax sedemikian rupa sudah berulang kali disebar oleh sebagian media tendensius Arab dengan tujuan mencemarkan citra Iran di mata khalayak regional dan global, dan mengadu domba Iran dengan negara-negara Arab dan Islam.

Direktur TV Ofogh, Javad Ramezani Nejad, kepada Al-Alam membantah keras adanya pernyataan Azghadi sedemikian rupa dalam wawancara itu dan menegaskan bahwa pemberitaan tentang itu oleh beberapa media Arab sama sekali tidak benar. (alalam)