Rangkuman Berita Timteng Jumat 22 Juni 2018

pasukan AS di SuriahJakarta, ICMES: Untuk pertama kalinya Pasukan Arab Suriah (SAA) menyerang pasukan Amerika Serikat (AS), dan kemudian AS melancarkan serangan balik.

Kelompok pejuang Hizbullah Irak menegaskan pihaknya memiliki opsi untuk bereaksi terhadap serangan udara yang telah menewaskan sejumlah anggotanya di Suriah.

Ansarullah (HouthI) memastikan bahwa pasukan yang dibantu koalisi pimpinan Arab Saudi gagal total dalam eskalasi militer di kawasan pantai barat Yaman.

Israel dilaporkan akan mengujicoba sebuah sistem modern untuk melawan layang-layang berapi warga Palestina di Jalur Gaza.

Berita selengkapnya:

Pertama Kali, Tentara Suriah Berkonfrontasi Dengan Pasukan AS

Untuk pertama kalinya Pasukan Arab Suriah (SAA) menyerang pasukan Amerika Serikat (AS), dan kemudian AS melancarkan serangan balik.

Seorang komandan militer Suriah, Kamis (21/6/2018), kepada Sputnik mengatakan, “Satu tentara Suriah gugur dan beberapa lainnya terluka terkena serangan pasukan koalisi pimpinn AS terhadap sebuah titik militer di bagian timur provinsi Homs… Jet tempur pasukan koalisi membom sebuah titik militer milik tentara Suriah di Gunung al-Ghurab di timur kota Tadmur (Palmyra), sekira 150 kilometer dari perbatasan Suriah-Irak.”

Dia menambahkan bahwa pemboman oleh AS itu terjadi setelah tentara Suriah mencegat tiga mobil militer AS yang bergerak menuju salah satu zona militer di kawasan al-Halbah, timur Tadmur. Menurutnya, pemboman ini menyebabkan satu tentara Suriah berpangkat letnan terbunuh dan satu lainnya luka ringan.

Peristiwa ini menjadi konfrontasi militer secara langsung untuk pertama kalinya antara SAA dan pasukan AS yang bermarkas di al-Tanaf di kawasan segi tiga perbatasan Suriah, Irak, dan Yordania.

Di bagian selatan Suriah SAA secara militer berhasil menguasai jalur logistik kelompok teroris Jabhat al-Nusra di kawasan al-Lajah di timur laut Dara, Kamis.

Sumber-sumber di lapangan mengatakan bahwa SAA berhasil mengepung secara total distrik Basar al-Harir di bagian timur provinsi Daraa setelah memutus jalur-jalur logistik dari kawasan al-Lajah menuju kawanan bersenjata Jabhat al-Nusra. Menurut Sputnik, dengan demikian SAA telah memisahkan kawasan al-Lajah dari provinsi Daraa.

Selama tujuh tahun terakhir kawasan al-Lajah telah menjadi pangkalan bagi para teroris untuk melesatkan roket-roketnya ke berbagai kawasan provinsi Daraa hingga menewaskan ratusan orang, sipil dan militer.

Para pengamat mengatakan bahwa SAA sengaja memisahkan al-Lajah dari bagian timur provinsi Daraa sebagai persiapan untuk melancarkan operasi militer di sana. Dengan menguasai al-Lajah SAA nantinya akan dapat menguasai jalur-jalur yang menghubungkan pangkalan al-Tanaf dengan provinsi-provinsi di bagian selatan Suriah dan provinsi Damaskus. (rayalyoum)

Hizbullah Irak Ancam Bereaksi Terhadap Serangan Yang Menewaskan Anggotanya Di Suriah

Kelompok pejuang Hizbullah Irak menegaskan pihaknya memiliki opsi untuk bereaksi terhadap serangan udara yang telah menewaskan sejumlah anggotanya di Suriah pada Ahad malam lalu.

“Sampai sekarang belum terbukti siapa pelaku kejahatan ini, tapi serangan ini tidaklah keluar dari orang Amerika Serikat (AS) dan Israel,” ungkap Jubir Ansarullah Irak, Jaafar al-Hosseini kepada AFP di Baghdad, Kamis (21/6/2018).

Dia menambahkan, “Jika sudah terbukti siapa penjahatnya di antara dua pihak ini maka akan ada balasan setimpal. Gelanggang terbuka, dan tangan kubu resistensi menjangkau titik manapun… Darah-darah ini akan mengembalikan Irak ke gelanggang konfrontasi langsung dengan entitas Zionis pada beberapa hari mendatang.”

Hizbullah Irak yang bersekutu dengan Iran termasuk kelompok pejuang yang ikut serta dalam operasi penumpasan kelompok teroris ISIS oleh Pasukan Arab Suriah (SAA).

Serangan udara telah menerjang kawasan al-Hurah yang belakangan ini disebut-sebut sebagai “jalur Teheran-Beirut” di bagian timur Suriah dekat perbatasan Irak.

Para pengamat menyatakan bahwa jalur ini menjadi jalur utama suplai senjata, amunisi, dan bahkan pasukan oleh Iran ke kawasan yang dikuasai SAA dan Lebanon.

Serangan udara yang belum jelas siapa pelakunya di antara AS dan Israel itu dilaporkan oleh Observatorium Suriah untuk HAM telah menewaskan 55 pejuang asal Suriah dan Irak.

Damaskus menuding pasukan koalisi internasional pimpinan AS telah menyerang salah satu posisi militer Suriah, sementara al-Hashd al-Shaabi juga menyatakan bahwa jet tempur AS telah menyerang sebuah markas pasukan relawan Irak ini dengan dua rudal.

Pasukan koalisi internasional dan Kemhan AS membantah tuduhan tersebut. Jubir Pentagon, Eric Pahon, mengatakan, “AS ataupun koalisi tidak melancarkan serangan itu.” Seorang pejabat anonim AS menyatakan pelakunya adalah Israel. “Kami memiliki beberapa sebab yang mendorong kami untuk berkeyakinan bahwa itu adalah serangan Israel,” katanya.

Jaafar al-Hosseini menuturkan, “AS dan Israel selalu menyatakan keinginannya untuk menguasai kawasan ini dan memutus jalur logistik kubu resistensi dari Republik Islam (Iran) melalui Irak menuju Suriah hingga Lebanon.” (rayalyoum)

Ansarullah: Musuh Gagal Total Dalam Eskalasi Militer Di Kawasan Pantai Barat

Jubir resmi kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman, Mohammad Abdul Salam, memastikan bahwa pasukan loyalis mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang dibantu pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi gagal total dalam eskalasi militer di kawasan pantai barat Yaman.

“Berkat anugerah Allah dan kesolidan bangsa Yaman yang mulia, musuh gagal total dalam eskalasi militer terbarunya di front pantai barat,” katanya, Kamis (21/6/2019).

Dia menambahkan bahwa serangan propaganda kubu lawan Ansarullah telah menjadi bumerang yang memalukan bagi mereka, karena mereka mengaku telah menguasai Bandara Hudaydah tapi Ansarullah dapat membantahnya dengan memublikasi beberapa video keberadaannya di Bandara.

“Apa yang terjadi belakangan ini menegaskan bahwa meskipun pasukan musuh memiliki arsenal militer, media, dan kekayaan minyak yang melimpah namun tidak memetik pelajaran dari perang yang sudah memasuki tahun keempat,” tegasnya.

Menurutnya, serangan pihak lawan ke Hudaidah tak ubahnya dengan “bunuh diri massal” bagi mereka karena mendapat reaksi telak dari rakyat Yaman.

Di hari yang sama Hizam al-Assad, anggota biro politik Ansarullah, memublikasi foto-foto keberadaannya di Bandara Hudaydah bersama bersama beberapa orang bersenjata lain, termasuk rekannya, Mohammad al-Bukhaiti yang juga anggota Majelis Syura Yaman.

Pada kesempatan itu al-Assad mengatakan, “Saya berbicara dengan kalian dari dalam Bandara Internasional al-Hudaydah, dari depan gedung bea cukai Bandara.”

Dia menambahkan bahwa para pejuang berada dalam “kondisi prima, berjihad, menimpakan kehinaan para musuh dan pasukan bayaran, dan menghajar musuh-musuh Allah.”

Selain itu, masih dalam rangka menepis klaim kubu Saudi bahwa mereka telah menguasai Bandara Hudaydah, Ansarullah juga memublikasi kompilasi rekaman video pertempuran yang memperlihatkan serangan-serangan hebat mereka hingga menghancurkan banyak kendaraan militer lawan serta menewaskan orang-orang yang ada di dalamnya. (rayalyoum/alalam)

Israel Ujicoba Nirawak Untuk Melawan Bom Layang-Layang Palestina

Militer Rezim Zionis Israel dilaporkan akan mengujicoba sebuah sistem modern untuk melawan layang-layang berapi warga Palestina di Jalur Gaza yang telah menimbulkan banyak kebakaran besar di berbagai wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948) tersebut.

Israel sejak beberapa waktu lalu dibuat kewalahan oleh layang-layang yang disertai bom molotov untuk membakar lahan-lahan pertanian maupun tempat-tempat terbuka lain di wilayah Israel tersebut.

Dewan Penyiaran Israel, Kamis (21/6/2018), melaporkan bahwa sebuah perusahaan Israel telah mengembangkan teknologi elektro-optika yang mampu mendeteksi layang-layang dan balon hingga sejauh 7 kilometer, dan dari situ sistem tersebut akan mengirim informasi mengenai keberadaan obyek melayang tersebut kepada nirawak kecil yang akan menghancurkannya.

Namun demikian, sebuah sumber menyebutkan bahwa sejauh ini masih terlalu dini untuk memastikan efektivitas sistem yang akan diujicoba pada hari ini, Jumat (22/6/2018), tersebut.

Sebelumnya, sumber-sumber Palestina mengatakan bahwa nirawak Israel Rabu lalu (20/6/2018) telah menyerang para pemuda Palestina di Jalur Gaza timur ketika mereka sedang berusaha menerbangkan layang-layang, namun tidak menimbulkan korban.

Menteri Pendidikan Israel Naftali Bennet telah memerintahkan serangan nirawak terhadap orang-orang Palestina yang menerbangkan bom layang-layang dengan alasan bahwa bom ini dalam beberapa pekan terakhir telah mengancam keamanan jiwa warga Israel yang tinggal di wilayah selatan.

Warga Palestina di Gaza menggunakan bom layang-layang setelah terjadi insiden serangan pasukan Israel yang telah menggugurkan 130 warga Palestina dan melukai puluhan ribu lainnya yang ikut serta dalam aksi The Great March of Riturn yang digelar secara kontinyu sejak 30 Maret lalu. (rayalyoum)