Rangkuman Berita Timteng Jumat 20 Oktober 2017

Kuwait Marzouq al-GhanemJakarta, ICMES:  Emir Kuwait memuji “reaksi telak”  ketua parlemen negaranya, Marzouq al-Ghanem, yang menyebabkan delegasi parlemen Israel, Knesset, keluar dari ruang konferensi Persatuan Parlemen Internasional di kota Saint Petersburg, Rusia.

Hamas menyebut Iran sebagai pendukung terbesar sayap militer faksi ini, Brigade Ezzeddin al-Qassam, dan menegaskan siapapun tidak dapat memaksa faksi ini meletakkan senjata dan mengakui Israel.

Observatorium Suriah untuk HAM melaporkan bahwa para petinggi kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyusup dari Suriah ke dalam wilayah Turki.

Presiden Suriah Bashar Assad dalam pertemuan dengan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Bagheri menyatakan kekalahan kawanan teroris di Suriah merupakan “pukulan telak” bagi proyek Barat.

Berita Selengkapnya:

Usir Delegasi Knesset, Al-Ghanem Mendapat Pujian Dari Emir Kuwait

Emir Kuwait Syeikh Sabah al-Ahmad al-Jabir al-Sabah, Kamis (19/10/2017), memuji “reaksi telak”  ketua parlemen Kuwait Marzouq al-Ghanem yang menyebabkan delegasi parlemen Israel, Knesset, keluar dari ruang konferensi Persatuan Parlemen Internasional di kota Saint Petersburg, Rusia, Rabu (18/10/2017). Al-Sabah menyebut tindakan al-Ghanem itu “terhormat”.

“Kami telah mengikuti dengan penuh seksama dan apresiatif reaksi telak Anda terhadap ketua delegasi Knesset Israel, tindakan Anda dalam sidang penutupan  konferensi Persatuan Parlemen Internasional di kota Saint Petersburg, Rusia, menyusul terangkatnya tema keberadaan para anggota parlemen Palestina dalam penjara Israel, dan permintaan Anda kepada delegasi Israel agar meninggalkan ruangan,” ungkap al-Sabah dalam surat nya kepada al-Ghanem, seperti dilansir oleh kantor berita resmi negara ini, KUNA, Kamis malam.

Emir Kuwait menambahkan bahwa sikap al-Ghanem tersebut merupakan “perwujudan sikap pemerintah Kuwait yang mendukung saudara-saudara Palestina demi pulihnya hak-hak sah mereka dan teratasinya perkara mereka secara adil.”

Marzouq al-Ghanem dalam konferensi itu tiba-tiba berteriak lantang terhadap  ketua delegasi parlemen Israel, Nachman Shai, dan memintanya keluar dari ruang konferensi setelah Shai menolak laporan berisi kecaman terhadap tindakan Israel menangkapi para anggota parlemen Palestina. Di tengah riuhnya tepuk tangan dia juga tak segan-segan memanggil sejawat Israelnya itu dengan kalimat “wahai penjajah dan pembantai anak kecil.”

“Silakan mengangkat kopermu dan keluar dari ruangan ini setelah Anda menyaksikan reaksi semua parlemen terhormat dunia,” serunya.

Tindakan al-Ghanem mendapat sorakan dari media Kuwait, Kamis. Koran al-Seyassah, misalnya, di halaman pertamanya bahkan memuat berita berjudul “Kuwait Meminpin Intifada Arab Melawan Israel.”

Pada hari itu hashtag #Marzouq_alGhanim di media sosial Twitter juga menjadi trending di seluruh dunia. Para pengguna sosial merespon ledakan al-Ghanem itu dengan ekspresi “bangga” dan dukungan kepadanya. (kuna/ middleeasteye)

Pemimpin Hamas: Iran Pendukung Terbesar Brigade al-Qassam

Pemimpin Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) di Gaza, Yahya Sinwar, menyebut Iran sebagai pendukung terbesar sayap militer Hamas, Brigade Ezzeddin al-Qassam, dan menegaskan siapapun tidak dapat memaksa faksi ini meletakkan senjata dan mengakui Israel.

“Tak seorangpun memiliki kemampuan meraih pengakuan kami untuk rezim pendudukan, dan siapapun di jagad semesta ini tak dapat melucuti senjata kami,” kata Sinwar di hadapan para pemuda Palestina sebagai reaksi atas desakan Israel dan Amerika Serikat (AS) menyusul terbentuk pemerintahan rekonsiliasi nasional Palestina yang terdiri atas dua faksi besar Fatah dan Hamas.

“Kami adalah para pejuang kemerdekaan dan revolusioner demi kemerdekaan bangsa kami, dan kami memerangi pendudukan sesuai kaidah hukum kemanusiaan internasional. Kami akan terus memiliki kekuatan untuk melindungi bangsa kami,” lanjutnya.

Mengenai tawanan Palestina dia mengatakan, “Tentara Israel Israel tidak akan pernah melihat cahaya sampai para tawanan dari pihak kami juga melihatnya, yaitu orang-orang semisal Hasan Salamah, Abbasd al-Sayyid, Mahmoud Isa, Marwan Barghuti, dan Ahmad Saadat.”

Sinwar menegaskan kesiapan Hamas menjalin perjanjian baru untuk pertukaran tawanan, tapi dengan persyaratan yang diajukan oleh kubu muqawamah dan dengan tingkat ekspektasi yang tinggi.

Pada April 2015 Brigade Ezzeddin al-Qassam untuk pertama kalinya menyatakan di tangannya terdapat empat tawanan tentara Israel, tapi tidak menyebutkan secara resmi apakah mereka mati atau masih hidup, sebagaimana juga tidak menyebutkan nama mereka kecuali Shaul Aaron.

Mengenai hubungan Hamas dengan Iran, Yahya Sinwar menegaskan bahwa negara republik Islam ini merupakan “penyokong terbesar”  bagi Brigade Ezzeddin al-Qassam. Dia juga menegaskan bahwa siapapun hanya berilusi belaka jika merasa akan dapat memutus hubungan Hamas dengan negara manapun, termasuk Iran.

Pernyataan mengenai Iran ini merupakan tanggapan atas statemen Tel Aviv yang menegaskan bahwa putusnya hubungan Hamas dengan Iran merupakan salah satu syarat  perundingan damai  Palestina-Israel. (mm/rayalyoum)

SOHR: ISIS Kabur Dari Raqqa dan Deir Ezzor Ke Turki

Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) melaporkan bahwa para petinggi kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyusup dari Suriah ke dalam wilayah Turki setelah mereka kalah dalam pertempuran di  Raqqa dan Deir Ezzor, Suriah.

Lembaga swadaya masyarakat yang bermarkas di Inggris dan dekat dengan kubu oposisi Suriah ini menyebutkan para petinggi ISIS dengan jumlah yang tak jelas serta para anggota ISIS lain yang berasal dari berbagai negara telah kabur dari markas-markas mereka di Raqqa dan Deir Ezzor dan menyeberang perbatasan Turki dalam beberapa pekan terakhir.

Tanpa memberikan keterangan lebih detail, SOHR menambahkan bahwa mereka masuk ke wilayah Turki dengan cara memberi rasuah uang sekira 20,000 – 30,000 Dolar AS/orang dan dengan bantuan para penyelundup dari kawasan yang dikuasai oleh militan oposisi Suriah yang didukung Turki di provinsi Aleppo, Suriah utara.

Sejauh ini belum ada tanggapan dari pemerintah Turki terkait laporan SOHR ini. (rayalyoum)

Dijumpai Jenderal Iran, Assad Sebut Kekalahan Teroris Pukulan Bagi Barat

Presiden Suriah Bashar Assad dalam pertemuan dengan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Bagheri di Damaskus, ibu kota Suriah, Kamis (19/10/2017), menyatakan kekalahan kawanan teroris di Suriah merupakan “pukulan telak” bagi proyek Barat namun sebagian negara masih menyokong kelompok-kelompok teroris di Suriah dan kawasan secara umum.

“Rakyat dan angkatan bersenjata Iran merupakan mitra utama dalam kemenangan yang terwujud atas ISIS di Suriah,”lanjutnya.

Sehari sebelumnya, Mayjen Bagheri dalam kunjungannya ke Suriah menegaskan Iran tidak akan menerima pelanggaran Israel terhadap Suriah.

“Pelanggaran Rezim Zionis (Israel) d Suriah kapanpun tidak bisa diterima,” tegas Bagheri yang datang ke Suriah atas undangan resmi sejawatnya di Suriah, Letjen Ali Ayoub.

Dalam konferensi pers bersama dengan Ayoub, Rabu, Bagheri juga mengumumkan kebijakan baru negaranya untuk memperkuat kerjasama militer dengan Suriah.

“Saya berada di ibu kota Suriah untuk berkoordinasi dan bekerja sama untuk melawan musuh bersama kita – apakah mereka Zionis atau teroris. Kami membahas cara untuk memperkuat hubungan di masa depan dan menggariskan prinsip dasar kerja sama ini” paparnya.

Di pihak lain, Ayoub mengatakan, “Kami mengadakan pembicaraan ekstensif yang mencakup penilaian menyeluruh atas semua perkembangan saat ini, dan kami membahas secara rinci hubungan yang mengikat tentara kami dan keinginan bersama untuk meningkatkan hubungan ini.”

Dia menegaskan bahwa proyek teroris takfiri “akan berakhir, dan perang melawan terorisme akan berkelanjutan sampai dapat membasminya secara total, dan memulihkan keamanan dan stabilitas ke semua wilayah Republik Arab Suriah.”

Ayoub kemudian menuduh AS mencoba menghalangi kemajuan operasi penumpasan terorisme dengan menggerakkan kelompok-kelompok teroris agarmenyerang pasukan Suriah.

Mengenai masuknya pasukan Turki ke provinsi Idlib, Suriah, dia menilainya sebagai pelanggaran terhadap Perjanjian Astana.

“Kami memiliki semua hak untuk menanggapi serangan ini,” pungkasnya. (rayalyoum/asharqalawsat)