Rangkuman Berita Timteng Jumat 2 November 2018

poster khashoggiJakarta, ICMES: Menteri Kehakiman Turki Abdulhamit Gul mengingatkan bahwa kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi Kamal Khashoggi di konsulat negaranya di Istanbul, Turki, sudah mendunia sehingga siapapun tak dapat lagi menutupinya atau lari dari tanggungjawab.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendesak otoritas Arab Saudi agar menjelaskan di mana sisa mayat Khashoggi.

Presiden terpilih Brasil Jair Bolsonaro kepada surat kabar Israel mengaku bermaksud menantang Palestina dan sebagian besar masyarakat dunia dengan memindahkan kedutaan negaranya dari Tel Aviv ke al-Quds (Yerusalem).

Berita selengkapnya:

Turki: Kasus Khashoggi Mendunia, Tak Bisa Ditutupi Lagi

Menteri Kehakiman Turki Abdulhamit Gul mengingatkan bahwa kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi Kamal Khashoggi di konsulat negaranya di Istanbul, Turki, sudah mendunia sehingga siapapun tak dapat lagi menutupinya atau lari dari tanggungjawab.

Kepada wartawan, Kamis (1/11/2018), dia mengaku sedang menunggu jawaban dari pemerintah Saudi untuk beberapa pertanyaan yang telah diajukan, dan Kejaksaan Turki belum mendapat jawaban dari Jaksa Agung Saudi meskipun sudah mengajukan beberapa pertanyaan tertulis kepadanya terkait dengan pembunuhan Khashoggi.

Mengenai kemungkinan kunjungan Jaksa Agung Saudi ke Istanbul, dia mengatakan, “Ini kembali kepada penilaian kejaksaan, tapi saya kira ini tidak akan relevan, karena tempat kejadian kejahatan ini ada di Turki, dan saya kira tidak akan benar memasuki tahap lain sebelum ada jawaban atas pertanyataan Turki.”

Dia menekankan bahwa pengadilan Turki akan melakukan penyelidikan secara mendalam untuk mendapatkan jawaban yang telah diajukan kepada Saudi itu.

Menurutnya, berbagai informasi yang didapat oleh kejaksaan di Istanbul memastikan Khashoggi telah dibunuh dengan cara sadis, dan pengadilan Turki berkompeten untuk menyingkap semua rincian kasus ini.

“Adanya para tersangka pembunuhan di Saudi masih menjadi beberapa pertanyaan yang belum terjawab mengenai keterbunuhan Khashoggi. Karena itu pihak Saudi hendaknya mendukung penyelidikan yang sedang dilakukan untuk ini,” ujar Abdulhamit Gul.

Dia menambahkan, “Ankara telah mengajukan permintaan kepada otoritas Saudi untuk penyerahan para tersangka, dan menunggu respon Riyadh atas permintaan ini.”

Dia mengingatkan bahwa khalayak dunia sudah tak sabar lagi menunggu terungkapnya seluruh seluk kasus pembunuhan Khashoggi, dan berbagai pihak terkait di Turki masih melanjutkan penyelidikannya.

Rabu lalu Kejaksaan Turki di Istanbul menyatakan Khashoggi dicekik sebelum di mutilasi dan dihancurkan segera setelah memasuki gedung konsulat jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018.

Setelah bungkam selama 18 hari Saudi akhirnya mengakui Khashoggi terbunuh di konsulatnya di Istanbul “akibat perkelahian”, dan mengaku telah menahan 18 orang Saudi untuk diperiksa, namun tidak menyebutkan di mana mayat Khashoggi berada.

Klaim resmi Saudi mengenai terjadinya perkelahian itu diragukan oleh banyak orang, karena berkontradiksi dengan laporan informal Saudi sendiri bahwa “sebuah kelompok yang terdiri dari 15 orang Saudi telah dikirim ke Istanbul untuk menemui, mengingatkan, dan menculik Khashoggi, sebelum membunuhnya dengan cara mencekiknya dalam sebuah pertengkaran setelah dia melawan.” (raialyoum)

AS Desak Saudi Jelaskan Di Mana Mayat Khashoggi

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendesak otoritas Arab Saudi agar menjelaskan di mana serpihan mayat wartawan Saudi Jamal Khashoggi yang terbunuh di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018 agar dapat segera diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.

Wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS Robert Palladino dalam jumpa pers, Kamis (1/11/2018), mengatakan, “Sisa-sisa mayat wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi harus ditempatkan dan dikembalikan ke keluarganya untuk dimakamkan sesegera mungkin.”

Palladino menambahkan bahwa Washington tidak hanya akan menghukum para pelakunya saja, melainkan juga orang-orang yang mendalangi pembunuhan dan semua orang yang terkait dan bertanggungjawab atasnya.

Menteri kehakiman Turki Abdulhamit Gul di hari yang sama menyatakan pihaknya mengharapkan kerjasama pemerintah Saudi untuk mengungkapkan tempat keberadaan mayat Khashoggi.

Sementara itu, koran The Washington Post di hari yang sama melaporkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman (MbS) dalam komunikasi dengan para pejabat Gedung Putih telah menyebut Khashoggi “Islamis berbahaya”

Surat kabar AS itu mengutip melaporkan hal tersebut berdasarkan keterangan “orang-orang yang mengetahui” bahwa MbS dalam percakapan televon secara terpisah dengan Jared Kushner, penasehat dan menantu Presiden AS Donald Trump, dan Penasehat Keamanan Nasional AS John Bolton telah menyebut Khashoggi demikian beberapa hari setelah wartawan Saudi ini menghilang.

Menurut The Washington Post, MbS dalam percakapan itu meminta dukungan Kushner dan Bolton kepada persekutuan AS-Saudi, dan menyebut Khashoggi sebagai anggota kelompok Ikhwanul Muslimin yang ditentang oleh Bolton dan para pejabat senior lain dalam pemerintahan Trump.

Koran ini juga menyebutkan keterangan para narasumber itu bahwa para pemimpin Arab di Timteng telah menunjukkan dukungannya kepada MbS, dan bahwa dalam beberapa hari terakhir ini Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menghubungi para pejabat tinggi pemerintahan Trump serta menunjukkan dukungan masing-masing kepada MbS karena dia dipandang sebagai mitra strategis yang penting di Timteng. (raialyoum)

Presiden Baru Brasil Akan Pindahkah Kedubesnya Untuk Israel Ke Al-Quds

Presiden terpilih Brasil Jair Bolsonaro kepada surat kabar Israel mengaku bermaksud menantang Palestina dan sebagian besar masyarakat dunia dengan memindahkan kedutaan negaranya dari Tel Aviv ke al-Quds (Yerusalem).

Dalam wawancara dengan Israel Hayom yang diterbitkan pada Kamis (1/11/2018), saat ditanya apakah dia akan memindahkan kedutaan itu seperti yang dia nyatakan selama kampanyenya, Bolsonaro mengatakan Israel harus memutuskan di mana ibu kotanya berada.

“Ketika saya ditanya selama kampanye apakah saya akan melakukannya ketika saya menjadi presiden, saya berkata ‘ya’, orang yang memutuskan ibu kota Israel adalah Anda, bukan bangsa lain’,” katanya kepada koran Israel Hayom yang getol mendukung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Israel mengklaim seluruh bagian al-Quds sebagai ibu kota “bersatu”, dan aneksasinya atas al-Quds Timur yang diduduki pada 1967 secara efektif telah membuat seluruh kota ini berada bawah kendali Israel.

Di pihak lain, Palestina bersikukuh memandang kota al-Quds Timur yang diduduki Israel sebagai ibu kota negara Palestina di masa mendatang.

Komunitas internasional tidak mengakui yurisdiksi dan kepemilikan Israel atas al-Quds.

Pihak Palestina mengingatkan bahwa pemindahan kedutaan akan menyalahi salah satu masalah yang paling sensitif dalam konflik mengenai status al-Quds,  dan merusak status AS sebagai mediator yang jujur.

Pada Desember 2017 Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui al-Quds sebagai ibu kota Israel. Keputusan ini membuat Presiden Palestina Mahmoud Abbas memboikot pemerintahan Trump.

Kedutaan AS itu secara resmi dipindahkan pada 14 Mei, dan lalu diikuti oleh Guatemala dan Paraguay, tapi pada bulan lalu Paraguay mengumumkan akan mengembalikan kedutaannya ke Tel Aviv. (aljazeera)