Rangkuman Berita Timteng,  Jumat 2 Juni 2017

bom mobil di qatif saudiJakarta, ICMES: Satu bom mobil telah meledak di kota Qatif, Arab Saudi, yang mayoritas penduduknya bermazhab Syiah, mengakibat dua orang tewas.

Gerak maju pasukan Irak dalam tahap-tahap akhir penumpasan ISIS di Mosul barat tersendat karena masih terdapat ribuan warga sipil yang sedapat mungkin harus dilindungi.

Perdana Menteri Rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu menunjukkan reaksi kecewa terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis (Yerussalem).

Sedikitnya 65 teroris dan pemberontak tewas digempur Pasukan Arab Suriah (SAA).

Berita selengkapnya;

Bom Mobil Guncang Qatif, Arab Saudi, Dua Orang Tewas

Riyadh, LiputanIslam.com –  Beberapa media Arab Saudi Kamis malam (1/6/2017) melaporkan telah terjadi ledakan bom mobil di sebuah jalan di kota Qatif di bagian timur negara ini.

Para aktivis di sejumlah medsos menyebutkan bahwa satu unit bom mobil telah meledak di dekat pasar Mayas di kota yang mayoritas penduduknya bermazhab Syiah tersebut. Selain itu terjadi pula tembakan dari kelompok tak dikenal.

Sejauh ini dua orang telah dikonfirmasi tewas, dengan laporan awal bahwa mayat keduanya termasuk buronan dari daerah al-Awamiya. Kedua orang itu terbakar di dalam mobil.

Media Saudi menyebutkan bahwa mobil itu membawa bahan peledak untuk dibawa kepada kawanan teroris tetapi kemudian menyala dan meledak akibat terkena panas matahari.

Laporan yang belum dikonfirmasi sebelumnya mengatakan bahwa ledakan mobil tersebut kemungkinan merupakan tindakan ekstremisme, namun pihak berwenang masih  menyelidiki motifnya.

Ledakan itu terjadi beberapa hari setelah gerilyawan di daerah al-Awamiyah, Qatif, menyerang sebuah kendaraan petugas keamanan Senin lalu hingga melukai seorang anggota pasukan darurat khusus.

Kelompok teroris takfiri ISIS sejak tahun 2014 mengampanyekan serangan bom dan penembakan yang sejauh ini telah membunuh lebih dari 40 warga Muslim Syiah di wilayah timur Saudi, termasuk Qatif.

Pada bulan Agustus tahun lalu, polisi mengatakan bahwa mereka menembak mati calon pelaku bom bunuh diri yang menargetkan sebuah masjid di Qatif.

Dua bulan kemudian, seorang pria bersenjata membunuh lima orang di sebuah aula pertemuan warga Muslim Syiah di distrik Saihat, Qatif.

Sebagian besar warga Muslim Syiah Arab Saudi tinggal di kawasan timur yang kaya minyak. Mereka sudah lama mengeluhkan marginalisasi. Karena itu samping serangan ISIS, faktor ketidakpuasan warga Muslim Syiah juga menjadi sebab terjadinya gelombang kekerasan di wilayah tersebut.

Pada tahun 2011, demonstrasi mereka bermula di daerah tersebut dan berkembang menjadi tuntutan kesetaraan.

Bulan lalu, kekerasan meningkat di sekitar proyek rehabilitasi bagian lama Awamiya, sebuah daerah wilayah Qatif.(mm/rayalyoum/alarabiya/ht)

Pembebasan Mosul Terhambat, Ini Sebabnya

Baghdad, LiputanIslam.com –  Seorang petinggi militer Irak memastikan pasukan Negeri 1001 Malam ini terus menekan kawanan teroris ISIS yang masih tersisa dan terkepung di wilayah kota lama di Mosul barat, namun dia menambahkan bahwa gerak maju itu tersendat karena di sana masih terdapat ribuan warga sipil yang sedapat mungkin harus dilindungi.

Pasukan Irak melancarkan operasi militer besar-besar untuk membebaskan ibu kota provinsi Nineveh, Irak utara, itu sejak sekira tujuh bulan lalu. Sejauh ini hampir semua wilayah kota ini sudah berhasil dibebaska. Kawanan teroris yang tersisa itu bertahan di sebuah kawasan kecil di kota lama yang dihuni oleh sekira 200,000 penduduk.

“Yang menghambat gerak maju kami adalah adanya warga sipil yang terjebak di tengah pertempuran… Kami telah menyambut kedatangan ratusan keluarga dari jalur-jalur aman yang telah kami amankan untuk warga sipil, dan kami evakuasi mereka keluar zona pertempuran,” ungkap Brigjen Yahya Rasul kepada AFP, Kamis (1/6/2017).

Petinggi PBB Senin lalu mengingatkan bahwa di kawasan tersebut terdapat sekira 200,000 warga sipil dengan kondisi jiwa yang terancam.

PM Irak Haeder Abadi belum lama ini juga memastikan Mosul akan segera bebas sepenuhnya dari pendudukan ISIS, sementara pasukan relawan al-Hash al-Shaadi juga berhasil memorak porandakan ISIS di kawasan perbatasan negara ini dengan Suriah di barat Mosul. (mm/rayalyoum)

Netanyahu Kecewa Tramp Tunda Pemindahan Kedubes AS ke Baitul Maqdis

Tev Aviv, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu menunjukkan reaksi kecewa terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis (Yerussalem).

Kantor Perdana Menteri Israel, Kamis (1/6/2017), merilis statemen menyatakan, “Israel kecewa terhadap keputusan Presiden Trump, namun kami tetap yakin kepada persahabatannya dengan Israel dan janjinya mengenai pemindahan Kedubes ke Yerussalem.”

Seorang pejabat  AS yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan bahwa Trump belum lama ini menandatangani keputusan yang memperkenankan Kedubes AS untuk Israel melanjutkan tugasnya di Tel Aviv sampai enam bulan ke depan.

Trump menilai belum saatnya sekarang untuk pemindahan Kedubes tersebut. Dalam wawancara dengan koran Israel Hayom beberapa waktu lalu Trump juga mengatakan bahwa pemindahan itu merupakan pekerjaan yang sulit dan harus serius dipikirkan.

Seperti diketahui Israel mengklaim Baitul Maqdis sebagai ibukotanya, sementara pihak Palestina menuntut kawasan timur kota suci ini menjadi  ibukota bagi negara Palestina yang akan dibentuk di masa mendatang. (mm/irna)

65 Teroris Tewas Digempur Tentara Suriah

Damaskus, LiputanIslam.com –  Sedikitnya 65 teroris dan pemberontak tewas digempur Pasukan Arab Suriah (SAA), Kamis (1/6/2017).

Situs Kemhan Suriah melaporkan lebih dari 50 teroris anggota ISIS terbunuh di kawasan sekitar kota Der Ezzor, Suriah timur, terkena serangan jet tempur milik negara ini terhadap beberapa posisi dan jalur pergerakan ISIS.

Disebutkan bahwa posisi-posisi ISIS yang digempur terletak di jalur lintas Sungai Furat dan daerah dekat rumah sakit jantung Deir Ezzor. Selain dengan serangan udara, mereka juga digempur dengan serangan artileri oleh angkatan darat Suriah. Dua unit perahu, satu mobil pembawa senapan otomotis dan dua mobil lain hancur terkena serangan ini.

Kota Deir Ezzor berada di sisi sungai Furat di provinsi yang menggunakan nama yang sama dan berbatasan dengan Irak. Kota kaya minyak ini dikepung ISIS sejak 2014 sehingga penduduknya terisolasi dan bantuan untuk mereka hanya bisa dilakukan dengan menjatuhkan paket-paket bantuan.

Laporan lain menyebutkan sedikitnya 15 pemberontak Suriah tewas dan 20 lainnya luka-luka terkena ledakan bom jalanan yang ditanam oleh SAA ketika dua mobil mereka melintas di sebuah lokasi di bagian selatan provinsi Daraa.

Sumber pro-pemberontak mengkonfirmasi penyergapan terjadi di suatu tempat di jalan yang menghubungkan Kafr Syams ke desa Aqraba di pedesaan utara Daraa.

Setelah penyergapan tersebut, Angkatan Darat Suriah menargetkan rudalnya ke sebuah konvoi  pemberontak yang muncul untuk menyelamatkan rekan mereka yang terluka.

Sementara itu, Divisi Lapis Baja ke-4 Suriah dipindahkan ke medan tempur Daraa untuk memimpin serangan besar terhadap kelompok pemberontak dan teroris di provinsi selatan.

Sebelumnya, sebuah sumber di Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan angkatan udara negara ini telah menggempur tiga konvoi kelompok teroris ISIS dan menembak 80 anggotanya ketika mereka sedang keluar dari Raqqa  menuju Palmyra. (mm/irna/amn)