Rangkuman Berita Timteng Jumat 13 Oktober 2017

fatah-hamas di mesirJakarta, ICMES:  Dua faksi besar Palestina, Hamas dan Fatah, menandatangani perjanjian rekonsiliasi di Kairo, ibu kota Mesir, dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Menteri Intelijen Mesir.

Pasukan Arab Suriah (SAA) menguasai sedikitnya empat distrik di kota Mayadin, bagian timur provinsi Deir Ezzor, yang merupakan markas besar terakhir kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah.

Rusia telah menawarkan diri untuk memediasi perundingan antara Iran dan Arab Saudi, namun belum mendapat respon dari keduanya.

Menhan Republik Islam Iran menegaskan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan seluruh komponen angkatan bersenjata negara ini siap meladeni agresi Amerika Serikat (AS).

Berita selengkapnya;

Fatah Dan Hamas Teken Perjanjian Rekonsiliasi “Final” Di Mesir

Dua faksi besar Palestina, Hamas dan Fatah, menandatangani perjanjian rekonsiliasi di Kairo, ibu kota Mesir, dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Menteri Intelijen Mesir, Kamis (12/10/2017).

Ketua otoritas Palestina Mahmoud Abbas yang berkantor di Ramallah, Tepi Barat, menyambut gembira kesepakatan Hamas dan Fatah dan menyebutnya “perjanjian final” untuk mengatasi keterbelahan Palestina.

“Saya mengucapkan selamat atas tercapainya kesepakatan antara dua gerakan, Fatah dan Hamas, di Kairo,” katanya kepada AFP melalui telefon.

Dia menyebutkan bahwa dia telah memerintahkan kepada delegasi Fatah agar segera meneken perjanjian ini, dan dia juga mengaku telah mendapat laporan detail dari delegasi Fatah.

“Apa yang telah dicapai dalam kesepakatan ini merupakan kemufakatan final untuk menyudahi keterbelahan,” lanjutnya.

Mahmoud Abbas mengapresiasi pemerintah Mesir atas “besarnya upaya yang telah dikerahkan untuk  tercapainya kesepakatan.”

Fatah dan Hamas mengumumkan bahwa keduanya telah mencapai kesepakatan pada hari Kamis melalui perundingan yang difasilitasi oleh pemerintah Mesir sebagai langkah tambahan untuk mewujudkan rekonsiliasi antara keduanya.

Anggota Biro Informasi Hamas Tahir al-Nunu mengatakan, “Kami sampai kepada bangsa dan umat kami kabar gembira sebagai berikut; Kepala Biro Politik Gerakan Hamas Ismail Haniyeh sekarang, dini hari, mengumumkan bahwa kesepakatan antara gerakan Fatah dan gerakan Hamas telah dicapai dengan  mediasi Mesir yang mulia.” (alalam)

SAA Kuasai Empat Distrik Di Kota Mayadin, 1000 Teroris ISIS Masuk Dari Irak

Pasukan Arab Suriah (SAA) menguasai sedikitnya empat distrik di kota Mayadin, bagian timur provinsi Deir Ezzor, yang merupakan markas besar terakhir kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah. Demikian dilaporkan lembaga Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR), Kamis (12/10/2017).

SAA bergasil memutus jalur utama sepanjang 80 kilometer yang menghubungkan Mayadin dengan kota Abu Kamal yang terletak di perbatasan antara Irak dan Suriah, dan dengan terdesaknya ISIS di Mayadin maka tingga kota kecil Abu Kamal yang selanjutnya menjadi kantung terakhir kawanan teroris berfaham Salafi/Wahabi ini.

Menurut SOHR, kini bagi ISIS sudah tidak ada jalur yang menghubungkan Mayadin dengan Abu Kamal kecuali jalan-jalan altenatif.

Direktur Eksekutif SOHR Rami Abdulrahman mengatakan kepada AFP, “Pasukan pemerintah (Suriah)di bawah komando pasukan Rusia yang ada di lapangan berhasil menguasai sedikitnya empat distrik dalam kota Mayadin.”

Dia menjelaskan bahwa pasukan Rusia terlibat langsung di lapangan dalam operasi militer dan “pertempuran-pertempuran sengit” sekaligus melancarkan serangan udara secara masif untuk mendukung SAA di dalam kota Mayadin.

“Tidak ada lagi bagi ISIS kecuali jalur cabang yang terletak di antara jalur utama dan sisi barat Sungai Furat… ISIS dapat menempuh jalur cabang ini jika mereka memutuskan untuk mundur dari Mayadin,” imbuhnya.

Kemajuan ini dicapai SAA, Kamis, setelah pekan lalu mereka berhasil mencapai pinggiran barat Mayadin untuk pertama kalinya sejak 2014, dan kemudian ISIS dapat menjauhkan mereka lagi pada Ahad lalu.

SOHR juga mengabarkan bahwa sekira 1000 petempur ISIS yang sebagian besar berasal dari Asia dan beberapa di antaranya komandan, telah berdatangan dari Irak ke wilayah Suriah dan disebar di beberapa front pertempuran di bagian timur provinsi Deir Ezzor.

Hingga kini ISIS masih menguasai lebih dari separuh wilayah provinsi Deir Ezzor yang banyak di antaranya merupakan kawasan gurun yang luas. (rayalyoum)

Tawaran Mediasi Rusia Belum Direspon Iran Dan Arab Saudi

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, Kamis (12/10/2017), menyatakan negaranya sudah menawarkan diri untuk memediasi perundingan antara Iran dan Arab Saudi, namun Moskow belum mendapat respon dari Teheran maupun Riyadh.

Sehari sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov menyatakan bahwa Moskow sudah menawarkan diri untuk menengahi perundingan antara Iran dan Arab Saudi.

Diplomat Negeri Beruang Merah ini menambahkan bahwa Moskow menekankan keharusan penyelesaian berbagai persoalan antara Iran dan Arab Saudi.

Dia juga mengatakan, “Jika ada kesefahaman dan saling percaya antara Teheran dan Riyadh maka akan banyak masalah dan problema yang dapat lebih mudah diselesaikan.”

Abdel Bari Atwan, jurnalis senior Arab yang memimpin redaksi media online Ray al-Youm menyebutkan bahwa kabar mengenai tawaran mediasi Rusia ini mengemuka seminggu setelah kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz dari Arab Saudi ke Rusia.

Menurut Atwan, Presiden Rusia Vladimi Putin berinisiatif dengan demikian tentu setelah mendapat lampu hijau dari tamunya, Raja Salman, ketika raja ini berkunjung ke Moskow. (fna)

Menhan Iran: IRGC Dan Lain-Lain  Siap Meladeni Agresi AS

Menhan Republik Islam Iran, Brigjen Amir Hatami, menegaskan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan seluruh komponen angkatan bersenjata negara ini siap meladeni agresi Amerika Serikat (AS).

“IRGC, Angkatan Bersenjata, dan seluruh komponen kekuatan negara ini bersatu berdiri di depan siasat , permusuhan, dan tindakan pemerintah AS untuk menyulut krisis, dan mereka tidak akan membiarkannya membahayakan keamanan kawasan dengan cara memperluas perang proxi dan terorisme,” tegas Hatami, Kamis (12/10/2017).

Dia mengingatkan bahwa melancangi lembaga negara Iran semisal IRGC sama saja dengan melancangi seluruh komponen bangsa dan negara Iran.

“Seluruh bagian negara ini, termasuk rakyat, tiga lembaga tinggi negara, dan angkatan bersenjata dengan tegas akan mematahkan dan menumpasnya,” lanjut Hatami.

Dia menyatakan bahwa IRGC yang hendak dimasukkan oleh AS dalam daftar organisasi teroris justru merupakan pasukan kontra-teroris yang paling tangguh dan popular di kawasan Timteng.

“Badan revolusioner ini adalah milik semua bangsa regional, dan telah mementaskan perjuangan tiada taranya dan pengorbanan yang cemerlang demi keamanan dan ketentraman kawasan ini,” tuturnya.

Menhan Iran mengingatkan AS bahwa menganggap IRGC sebagai teroris dan menjatuhkan sanksi terhadapnya justru merupakan aksi teror itu sendiri dan upaya untuk menebar teroris dan kekacauan di kawasan dan dunia.

“Jelas bahwa di belakang layar ini adalah aksi permusuhan lobi Zionis di AS, dan tentu juga merupakan upaya menyulut perang baru yang kepulan asapnya juga akan menimpa rakyat dan tentara AS,” imbuh Hatami.

Senada dengan ini, Sekretaris Dewan Kemaslahatan Iran melalui akun pribadinya di media soal mengingatkan Trump agar tidak lupa bagaimana prajurit Iran.

“Tuan Trump, apakah Anda lupa Jazirah Persia dan prajuritnya? Mimpi-mimpi Anda tidak berubah (menjadi kenyataan),” tulisnya.

Dia menambahkan, “Begitu Trump berhadapan dengan IRGC  maka jutaan orang akan bergabung dengan IRGC.” (fna)