Rangkuman Berita Timteng Jumat 1 Juni 2018

suriah bashar al-assadJakarta, ICMES: Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam wawancara dengan RT menyebutkan beberapa hal penting, antara lain bahwa; Suriah akan menggunakan kekuatan militer terhadap Pasukan Demokrasi Suriah (SDF); pasukan Amerika Serikat (AS) harus keluar dari Suriah; dan tak ada tentara Iran di Suriah kecuali para perwiranya.

Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon memuji perlawanan dan balasan sengit kelompok-kelompok pejuang Palestina terhadap Rezim Zionis Israel. Bersamaan dengan ini pejuang Palestina memublikasi video hujan roketnya ke Israel.

Kubu oposisi Suriah mengimbau Uni Eropa (UE) agar membantu mengeluarkan pasukan Iran dari Suriah.

Gembor-gembor kemenangan kubu Hadi dalam pertempuran di kawasan Hudaydah dinilai sebagai propaganda yang tidak mencerminkan fakta di lapangan.

Berita selengkapnya;

Assad Bantah Israel Telah Menggempur Pangkalan Militer Iran Di Suriah

Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam wawancara dengan RT milik Rusia Kamis pagi (31/5/2018) menyebutkan beberapa hal penting, antara lain bahwa; Suriah akan menggunakan kekuatan militer terhadap Pasukan Demokrasi Suriah (SDF); pasukan Amerika Serikat (AS) harus keluar dari Suriah; dan tak ada tentara Iran di Suriah kecuali para perwiranya.

Assad mengatakan bahwa “satu problema yang tersisa di Suriah ialah SDF” yang terdiri atas kelompok-kelompok milisi Kurdi dan Arab yang didukung AS dan menjadi pasukan paling berpengaruh setelah pasukan pemerintah, karena SDF menguasai banyak kawasan di utara dan timur Suriah serta turut berperang menumpas ISIS, terutama di kota Raqqa.

“Kami memperlakukan mereka dengan dua opsi. Opsi pertama, kami sekarang sudah membuka pintu perundingan, karena sebagian besar pasukan ini (SDF) adalah orang-orang Suriah. Jika ini tidak terjadi maka kami akan menggunakan kekuatan untuk membebaskan daerah-daerah itu. Kami tidak memiliki opsi lain, baik dengan ada atau tidak adanya AS,” ujarnya.

Mengenai AS dia mengatakan, “Mustahil kami membiarkan wilayah Suriah manapun berada di luar kekuasaan kami sebagai pemerintah….  AS akan meninggalkan Suriah…. Setelah pembebasan Aleppo kemudian Deir Ezzor, dan sebelum itu Homs dan sekarang Damaskus, pada hakikatnya AS telah kehilangan kartu-kartunya.”

Dia menambahkan, “Pernah hampir terjadi konfrontasi langsung antara pasukan Rusia dan pasukan AS (di Suriah). Tapi beruntung, ada ketakutan terhadap terjadinya konfrontasi ini berkat kebijaksanaan para pemimpin Rusia, sebab terjadinya konfrontasi demikian tidaklah menguntungkan siapapun di dunia ini, terutama Suriah sendiri.”

Mengenai Iran Assad menepis klaim Israel bahwa negara ilegal Zionis ini telah menggempur pangkalan-pangkalan militer Iran di Suriah. Sebab, menurutnya, di Suriah tak ada tentara Iran, yang ada hanyalah “para perwira Iran yang membantu tentara Suriah.”

“Realitas lebih jelas yang membuktikan kedustaan mereka (Israel) dalam masalah ini, yakni masalah orang-orang Iran, ialah bahwa serangan beberapa minggu lalu yang, menurut Israel, menyasar berbagai pangkalan militer Iran telah menggugurkan dan melukai puluhan orang Suriah, dan tak ada satupun orang Iran,” ujarnya. (rayalyoum)

Hizbullah Memuji, Hamas Publikasi Video Gempuran Roket Ke Israel

Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon memuji perlawanan dan balasan sengit kelompok-kelompok pejuang Palestina terhadap Rezim Zionis Israel. Bersamaan dengan ini pejuang Palestina memublikasi video hujan roketnya ke Israel.

“Faksi-faksi pejuang muqawamah (resistensi) gagah berani Palestina dengan menghadang mesin agresor Zionis terhadap Jalur Gaza telah membuktikan bahwa muqawamah adalah pilihan bagi bangsa pejuang Palestina di depan agresi,” ungkap Hizbullah dalam statemennya, Kamis (31/5/2018).

Hizbullah juga menilai perlawanan bangsa Palestina itu sebagai penolakan terhadap prakarsa damai Palestina-Israel yang diajukan oleh AS dengan nama “Deal of The Century”.

“Muqawamah adalah satu-satunya jalan untuk meruntuhkan apa yang disebut ‘Deal of The Century’ dan prakarsa-prakarsa berbahaya lainnya yang bertujuan menutup berkas perkara Palestina,” tegas Hizbullah.

Hizbullah mengecam keras agresi Israel yang telah memancing reaksi balasan tersebut, dan mengimbau kepada negara-negara dunia agar berpihak kepada bangsa Palestina dan berusaha menghentikan terorisme Israel.

Sementara itu, sayap militer Hamas, Brigade Ezzeddin al-Qassam, memublikasi rekaman video baru yang memperlihatkan sengitnya serangan roket para pejuang Palestina dari Jalur Gaza ke arah permukiman Zionis di wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948).

Brigade Ezzeddin al-Qassam telah melesatkan 180 roket dan mortir ke wilayah Israel pada Selalu lalu (29/5/2018), sebagai reaksi atas provokasi dan aksi pelanggaran Israel. Dilaporkan bahwa gempuran ini mengakibatkan 6 orang Zionis terluka dengan kondisi sebagian di antaranya kritis.

Di pihak lain, jet tempur Israel menyerang berbagai posisi para pejuang Palestina di Jalur Gaza namun tidak sampai jatuh korban.

Pada dini hari Rabu lalu suasana kembali tentang setelah diterapkannya gencatan senjata yang dimediasi oleh Mesir. Para pengamat menilai para pejuang Palestina mendapat kemenangan besar dalam peristiwa ini. (alalam/pic)

Oposisi Suriah Minta UE Bantu Usir Pasukan Iran Dari Suriah

Kubu oposisi Suriah mengimbau Uni Eropa (UE) agar membantu mengeluarkan pasukan Iran dari Suriah. Imbauan itu dinyatakan oleh Nasr al-Hariri, anggota dewan perunding oposisi Suriah di luar negeri yang didukung oleh Barat dan sebagian negara Arab, bersamaan dengan disiarkannya wawancara Presiden Suriah Bashar al-Assad dengan channel RT milik Rusia, Kamis (31/5/2018), yang antara lain berbicara mengenai keharusan pasukan AS angkat kaki dari Suriah.

Seperti dilansir Reuters, al-Hariri mengklaim, “Rusia dan Iran berperang di Suriah mewakili Assad, membantunya melindungi banyak kawasan Suriah dari serangan oposisi dan kelompok-kelompok Islamis (Wahhabi/takfiri). Di Suriah ada sekitar 100,000 pasukan Iran atau pasukan yang terafiliasi dengan Iran.”

Dia juga mengatakan, “Peranan Iran kian membesar. Karena itu kami mendukung mekanisme apapun yang dapat membatasi pengaruh Iran di kawasan (Timteng), khususnya Suriah.”

Dia menambahkan, “Uni Eropa harus membantu mengeluarkan Iran dari Suriah.”

Nasr al-Hariri kemudian mengklaim bahwa “program nuklir (Iran) tak dapat dipisahkan dari proyek rudal dan perilaku destruktifnya di kawasan.”

Dia menirukan desakan AS dan Israel serta beberapa negara Arab Teluk sekutu AS bahwa Iran harus merundingkan kemampuan pertahanan rudalnya dan berhenti menebar pengaruh di Timteng, desakan yang sudah berulang kali ditolak oleh Iran.

Sejauh ini Iran masih berunding dengan tiga negara terkemuka Eropa, yaitu Inggris, Perancis, dan Jerman, mengenai kelanjutan perjanjian nuklir Iran. Di tengah proses ini Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei pekan lalu menegaskan bahwa dalam perundingan ini Uni Eropa tak dapat menegosiasikan soal kemampuan rudal Iran maupun kedudukan negara ini di Timteng. (farsnews)

Kota Hudaydah Di Yaman Akan Jatuh Ke Tangan Kubu Saudi?

Tiga hari lalu pasukan loyalis presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang bersekutu dengan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi memastikan bahwa kota dan pelabuhan strategis Hudaydah akan segera jatuh ke tangan mereka, namun belakangan ini mereka berganti nada kendur dalam membuat pernyataan tentang perkembangan situasi pertempuran mereka dengan pasukan Ansarullah (Houthi) yang menguasai kota itu.

Laman Motabaat yang berbasis di Yaman, Kamis (31/5/2018), menyebutkan bahwa saat itu pasukan Hadi memastikan Hudaydah akan jatuh ke tangan mereka dalam hitungan jam. Namun, setelah kurang dari dua hari, tepatnya 72 jam, dari pernyaatan it kubu Hadi yang mengaku sudah mendekati Hudaydah sejarak 20 kilometer tiba-tiba memperlihatkan nada yang kendur dan kontras dengan pernyataan sebelumnya.

Menurut Motabaat Rabu lalu sejumlah analis politik dan militer yang terafiliasi dengan kubu Hadi  melalui media kubu Saudi Al-Hadath dan Alarabiya mengatakan bahwa perang Hudaydah kemungkinan terhenti karena pasukan Hadi terhalang oleh banyaknya ranjau yang ditanam oleh pasukan Houthi untuk menghadang gerak maju pasukan Hadi, sehingga diperlukan alat penyapu ranjau serta rencana dan fasilitas besar untuk kelanjutan gerak maju.

Sumber  militer Yaman mengatakan bahwa pertempuran di kawasan pesisir barat Yaman itu terhenti, sementara kubu Houthi mengirim pasukan tambahan di Hudaydah sehingga kekuatannya meningkat. Selain itu, Houthi juga membuat peta militer baru sehingga konsentrasi pertempuran menjadi terpecah ke berbagai kawasan.

Menurut sumber ini, gembor-gembor kemenangan kubu Hadi dalam pertempuran di kawasan itu belakangan ini merupakan propaganda yang tidak mencerminkan fakta di lapangan. (farsnews)